Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Taruhan diplomatik Trump

Presiden AS Donald Trump baru-baru ini mengadakan serangkaian panggilan telepon dengan para pemimpin dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, Yordania, dan Bahrain dalam upaya untuk mengakhiri konflik di Iran dan mengurangi ketegangan regional. Trump mengatakan kepada para pemimpin Timur Tengah bahwa setelah kesepakatan damai dengan Iran diselesaikan, negara-negara yang tidak mengakui Israel harus bergabung dengan Perjanjian Abraham, sebuah proposal yang diajukan AS selama masa jabatan presiden pertamanya.

Báo Cần ThơBáo Cần Thơ27/05/2026

Presiden Trump akan menghadiri KTT perdamaian Timur Tengah di Mesir pada Oktober 2025. Foto: AFP

Meskipun UEA dan Bahrain telah bergabung dengan Kesepakatan Abraham, banyak pemimpin terkejut dengan usulan Trump selama percakapan telepon tersebut, terutama dari Arab Saudi, Qatar, dan Pakistan. Terjadi keheningan sesaat dalam percakapan, yang mendorong Trump untuk bercanda bertanya apakah mereka masih berbicara di telepon. Kecanggungan ini mencerminkan keengganan banyak pemerintah Timur Tengah untuk secara terbuka membahas normalisasi hubungan dengan Israel sementara konflik di Gaza masih berlanjut.

Tidak puas hanya dengan dorongan, Presiden Trump memposting di platform media sosialnya pada 25 Mei sebuah prasyarat: semua negara yang berpartisipasi dalam negosiasi untuk kesepakatan dengan Iran harus secara bersamaan meratifikasi Perjanjian Abraham.

Para analis meyakini bahwa Trump ingin menggunakan proses diplomatik untuk memajukan potensi kesepakatan dengan Iran sebagai senjata untuk memperluas Kesepakatan Abraham dan membentuk kembali lanskap geopolitik Asia Barat. Hal ini dipandang sebagai salah satu pertaruhan diplomatik terbesar dalam strategi Asia Barat Gedung Putih.

Di dunia Arab, Arab Saudi tetap menjadi target terpenting untuk perluasan Kesepakatan Abraham. Negara ini memiliki ekonomi dan pengaruh terbesar. Jika Arab Saudi mengakui negara Yahudi, hal itu akan secara fundamental mengubah politik regional. Pentingnya Qatar sebanding, karena negara ini telah dengan terampil membina citra sebagai mediator regional dan menghindari pembentukan hubungan diplomatik formal dengan Israel.

Namun, opini publik di sebagian besar dunia Arab tetap sangat menentang normalisasi hubungan dengan Israel selama masalah Palestina belum terselesaikan. Perang di Gaza dan banyaknya korban jiwa di kalangan warga sipil semakin memicu sentimen anti-Israel di kawasan tersebut.

Arab Saudi juga berulang kali menyatakan bahwa setiap hubungan diplomatik dengan Israel harus dikaitkan dengan jalur yang jelas dan tidak dapat diubah menuju pembentukan negara Palestina. Seperti Arab Saudi, Qatar menghadapi sensitivitas publik yang tinggi terkait isu Palestina.

Di dunia Muslim secara umum, Pakistan sangat sensitif secara politik terkait hubungannya dengan Israel karena sentimen anti-Israel masih sangat mengakar baik di kalangan publik maupun politik.

Normalisasi hubungan dengan Israel dipandang memberikan akses kepada negara-negara Arab dan Muslim terhadap tingkat pembangunan ekonomi, keamanan, serta ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebih maju dari negara tetangga mereka, tetapi pada saat yang sama, hal itu menimbulkan risiko yang lebih besar terhadap ketidakstabilan politik domestik.

Opini publik regional menunjukkan bahwa Kesepakatan Abraham merupakan penataan ulang strategis yang bertujuan untuk menetralisir pengaruh diplomatik negara-negara Arab terkait penentuan nasib sendiri Palestina, sehingga menghilangkan tekanan pada Israel untuk menghentikan pembangunan permukiman atau menarik pasukan dari wilayah pendudukan.

DUC TRUNG (Menurut Axios, Jaringan TV Muslim)

Sumber: https://baocantho.com.vn/canh-bac-ngoai-giao-cua-ong-trump-a205620.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Bayi bahagia, bayi sehat

Bayi bahagia, bayi sehat

Kebahagiaan dalam bertani

Kebahagiaan dalam bertani

Mata

Mata