Bentuk penipuan perjalanan baru menimbulkan kekhawatiran luas di kalangan wisatawan yang menerima pesan teks palsu. Pesan-pesan ini semakin canggih, meniru secara akurat pemberitahuan resmi dari hotel atau platform pemesanan online untuk mencuri informasi pengguna.
Taktik tersebut melibatkan eksploitasi ketakutan para wisatawan.
Menurut laporan di platform media sosial Reddit, penipu sering mengirim pesan yang memberitahukan para pelancong bahwa mereka perlu memberikan atau memverifikasi informasi pembayaran tambahan untuk mengamankan reservasi yang telah mereka pesan sebelumnya. Pesan-pesan tersebut meyakinkan penerima bahwa prosesnya "cepat, aman, dan tidak akan dikenakan biaya apa pun," tetapi sekaligus memperingatkan bahwa sistem akan secara otomatis membatalkan reservasi jika verifikasi tidak diselesaikan dalam waktu 24 jam.

Perlu dicatat, pesan-pesan penipuan ini sering kali berisi informasi pribadi spesifik seperti kode konfirmasi pemesanan, tanggal menginap, dan nama hotel, sehingga sangat sulit bagi korban untuk membedakan antara pesan asli dan palsu. Para ahli menyarankan wisatawan untuk tidak menanggapi pesan-pesan ini secara langsung, tetapi menghubungi hotel atau penyedia layanan secara langsung melalui saluran resmi untuk memverifikasi informasi tersebut.
Rekomendasi dari organisasi internasional
Komisi Perdagangan Federal AS (FTC) telah mengeluarkan peringatan, menyarankan masyarakat untuk sama sekali tidak mengklik tautan dalam pesan teks yang mencurigakan. FTC menekankan bahwa perusahaan yang bereputasi baik tidak akan pernah meminta verifikasi informasi akun sensitif melalui pesan teks. Jika ragu, penerima pesan harus proaktif mencari nomor telepon atau situs web resmi perusahaan untuk memverifikasi informasi tersebut.
Pada kenyataannya, penipuan perjalanan semakin meningkat. Sebuah laporan dari Mastercard menunjukkan bahwa penipuan terkait perencanaan perjalanan di muka pada tahun 2024 meningkat lebih dari 12% dibandingkan tahun sebelumnya. Di destinasi wisata populer selama musim puncak, tingkat penipuan ini bahkan bisa mencapai 28%.
Risiko terkait keamanan data pribadi.
Selain pesan palsu, penipuan umum lainnya termasuk penggunaan gambar tujuan yang diedit secara digital, tautan konfirmasi palsu, dan penawaran harga yang sangat rendah. Baru-baru ini, juga terdapat kasus penipu yang mencuri label bagasi untuk mendapatkan informasi pribadi dan kemudian mengajukan klaim palsu atas bagasi yang hilang. Para pelancong disarankan untuk melepas dan menghancurkan label bagasi segera setelah mereka kembali ke rumah untuk melindungi hak pribadi mereka.
Untuk meminimalkan risiko, para ahli menyarankan agar para pelancong waspada terhadap pemberitahuan yang tidak biasa dan menghindari memberikan informasi pribadi secara terburu-buru. Menggunakan kartu kredit dengan perlindungan penipuan yang kuat atau membeli asuransi perjalanan juga merupakan langkah efektif untuk menciptakan "perisai" yang aman terhadap penipuan yang semakin canggih.
Sumber: https://baonghean.vn/canh-bao-chieu-tro-lua-dao-du-lich-qua-tin-nhan-thu-doan-tinh-vi-va-cach-phong-tranh-10321351.html







Komentar (0)