Chelsea telah melaporkan kepada polisi pencurian peralatan CCTV senilai £30.000 dari markas klub. |
Insiden tersebut memaksa tim untuk menghubungi polisi Surrey untuk penyelidikan. Belum jelas apakah peralatan berteknologi tinggi itu dicuri atau hanya hilang selama liburan musim panas staf. Namun, insiden tersebut cukup serius sehingga klub meminta intervensi pihak berwenang.
Sistem perekaman video modern ini memainkan peran penting dalam pelatihan di klub-klub top seperti Chelsea. Sistem ini digunakan untuk menganalisis performa pemain dari segi fisik, teknis, taktis, dan psikologis.
Ini bukan kali pertama klub tersebut terlibat dalam masalah keamanan di daerah Surrey yang seharusnya damai. Sebelumnya, beberapa pemain Chelsea menjadi korban perampokan berani di kediaman pribadi mereka di dekat tempat latihan.
Pada Desember 2022, Raheem Sterling menjadi korban perampokan saat ia bersama tim nasional Inggris di Piala Dunia. Para pencuri mencuri jam tangan mewah senilai lebih dari £300.000, memaksa Sterling untuk segera terbang pulang guna menenangkan keluarganya. Selanjutnya, seorang pencuri asal Albania dijatuhi hukuman lebih dari 11 tahun penjara atas keterlibatannya dalam perampokan tersebut dan 32 perampokan lainnya di Inggris selatan.
Pada Desember 2021, kapten Reece James juga menjadi korban pencurian saat bermain di Liga Champions. Para pencuri mencuri brankas yang berisi medali juara Liga Champions 2021 dan medali runner-up Euro 2020 miliknya.
Setidaknya dua pemain Chelsea lainnya (yang namanya dirahasiakan) juga menjadi korban pencurian di sekitar waktu yang sama. Insiden ini semakin menyoroti kekhawatiran keamanan yang terus berlanjut, tidak hanya di rumah para pemain tetapi juga di pusat pelatihan yang dijaga ketat.
Sumber: https://znews.vn/canh-sat-dieu-tra-vu-mat-do-o-chelsea-post1574861.html






Komentar (0)