
Ilustrasi.
Tenggelam tetap menjadi salah satu penyebab utama kematian di kalangan anak-anak, terutama selama bulan-bulan musim panas . Banyak kasus terjadi dengan cepat dan tanpa disadari, bahkan di perairan dangkal atau area ramai, tetapi tidak terdeteksi tepat waktu.
Menurut Rumah Sakit Anak Nasional, hanya dalam dua hari, 28-29 Juni, rumah sakit tersebut menerima empat pasien anak yang tenggelam. Perlu dicatat, dua anak dirawat dalam kondisi kritis dengan risiko kematian tinggi karena melewatkan "golden hour" untuk perawatan darurat dan menerima pertolongan pertama yang tidak tepat.
Salah satu kasus tipikal melibatkan seorang anak berusia 9 tahun yang hampir tenggelam di kolam renang umum. Setelah ditarik keluar dari air, anak tersebut dipegang terbalik selama sekitar 3 menit sebelum menerima CPR. Setelah jantungnya mulai berdetak kembali, anak tersebut dipindahkan ke fasilitas medis setempat dan kemudian ke Rumah Sakit Anak Nasional.
Para dokter mengatakan bahwa membalikkan posisi anak tidak membantu mengeluarkan air dari paru-paru dan juga memperlambat resusitasi jantung paru, menyebabkan otak dan organ lain kekurangan oksigen lebih lama. Karena waktu terendam yang lama dan pertolongan pertama yang tidak memadai, anak tersebut berada dalam kondisi sangat kritis saat dirawat, dengan risiko kematian yang tinggi.
Para ahli menyarankan bahwa ketika seorang anak ditemukan tenggelam, korban harus segera dikeluarkan dari air, status pernapasan dan peredaran darahnya diperiksa, dan resusitasi jantung paru (CPR) dilakukan jika anak berhenti bernapas atau jantungnya berhenti berdetak. Jangan sekali-kali membalikkan anak untuk mencoba "memeras" air, karena ini membuang waktu berharga untuk perawatan darurat. Setelah pertolongan pertama, anak harus segera dibawa ke fasilitas medis terdekat untuk perawatan lebih lanjut.
Sumber: https://vtv.vn/cap-cuu-sai-cach-tre-duoi-nuoc-mat-thoi-gian-vang-100260701163830597.htm










