![]() |
Kapten tim nasional wanita Iran, Zahra Ghanbari, telah memutuskan untuk pulang. |
Menurut kantor berita negara IRNA , striker berusia 34 tahun itu akan terbang kembali ke Iran, transit melalui Malaysia. Ghanbari adalah anggota kelima tim yang berubah pikiran setelah awalnya mencoba untuk tetap tinggal di Australia.
Sebelumnya, para pemain Zahra Soltan Meshkehkar, Mona Hamoudi, dan Zahra Sarbali juga menarik permohonan suaka mereka. Kembalinya beberapa pemain ke Iran secara tiba-tiba telah menimbulkan kekhawatiran bahwa keluarga mereka di kampung halaman sedang mendapat tekanan.
Awalnya, tujuh anggota tim nasional wanita mencari suaka dengan bantuan polisi Australia. Namun, hanya dua yang masih berada di Australia. Pemerintah Australia sebelumnya telah setuju untuk memberikan visa kemanusiaan kepada enam pemain dan satu anggota staf pelatih.
Pada saat yang sama, media pemerintah IRNA memuji keputusan para pemain untuk kembali, menyebutnya sebagai "kembali ke pangkuan Tanah Air," sementara Mehr menggambarkannya sebagai "keputusan patriotik."
Sebelumnya, tim putri Iran menarik perhatian karena tetap diam saat lagu kebangsaan diputar dalam pertandingan pembuka melawan Korea Selatan di babak penyisihan grup Piala Asia Wanita 2026 pada 2 Maret. Tindakan ini menuai kritik dari banyak media domestik, bahkan beberapa menyebut mereka sebagai pengkhianat.
Pada akhirnya, pihak berwenang Iran mengumumkan bahwa mereka menyambut baik keputusan para pemain untuk kembali ke tanah air. Kementerian Olahraga menegaskan bahwa "semangat nasional dan patriotisme tim wanita Iran telah mengalahkan semua konspirasi terhadap tim tersebut."
Sumber: https://znews.vn/cau-thu-nu-iran-lan-luot-tro-ve-nuoc-post1635352.html







Komentar (0)