Berdasarkan penilaian, korsleting pada aki sepeda motor saat kendaraan tidak beroperasi jarang terjadi. Namun, telah terjadi beberapa kebakaran yang terkait dengan penyebab ini, yang mengakibatkan konsekuensi yang sangat serius bagi manusia dan harta benda.
Salah satu kebakaran paling serius yang melibatkan aki sepeda motor terbakar terjadi di sebuah bangunan apartemen mini di lingkungan Khuong Dinh (distrik Thanh Xuan, Hanoi ).
Kebakaran tersebut mengakibatkan 56 orang meninggal dan 37 orang terluka. Melalui penyelidikan, pihak berwenang menetapkan bahwa penyebab kebakaran adalah korsleting listrik pada kabel baterai skuter tersebut.
Sebelumnya, pada tanggal 21 April 2022, kebakaran serius juga terjadi di distrik Dong Da, Hanoi. Kebakaran tersebut menelan korban jiwa sebanyak 5 orang. Penyebab kebakaran juga berasal dari korsleting pada aki skuter yang diparkir di lantai pertama.
Sementara itu, di Kota Ho Chi Minh, pada tanggal 23 Maret 2018, kebakaran besar terjadi di gedung apartemen Carina di Distrik 8, menewaskan 13 orang dan melukai 28 orang. Pihak berwenang menetapkan bahwa kebakaran tersebut berasal dari korsleting pada aki sepeda motor.
Menurut para ahli keselamatan kebakaran, insiden yang melibatkan kebakaran baterai sepeda motor jarang terjadi, tetapi bukan tidak mungkin. Penyebab utamanya adalah korsleting antara terminal positif dan negatif baterai, kelebihan beban listrik, dan percikan api yang disebabkan oleh gesekan antara material non-logam.
Bagaimana cara mencegah korsleting pada aki sepeda motor?
Korsleting aki sepeda motor yang menyebabkan kebakaran dan ledakan relatif jarang terjadi, tetapi pernah terjadi dan mengakibatkan konsekuensi yang sangat serius. Risiko kebakaran dan ledakan yang terkait dengan korsleting aki sepeda motor dapat terjadi kapan saja, pada sepeda motor apa pun.
Oleh karena itu, pengguna sepeda motor perlu melakukan servis rutin pada sepeda motor mereka di tempat yang terpercaya untuk meminimalkan risiko ini.
Menurut para ahli keselamatan kebakaran, banyak pengguna sepeda motor tidak memperhatikan jadwal pemeriksaan dan perawatan kendaraan secara rutin, dan hanya membawa kendaraan mereka untuk diperbaiki ketika mengalami kerusakan.
Menurut produsen sepeda motor, masa pakai rata-rata baterai sepeda motor adalah sekitar 1,5-2 tahun. Baterai yang digunakan melebihi jangka waktu ini menimbulkan risiko kebakaran dan ledakan yang tinggi.
Selain itu, para ahli keselamatan kebakaran juga menyarankan untuk tidak memodifikasi kendaraan atau memasang aksesori dan perangkat tambahan. Produk-produk ini seringkali tidak diketahui asal-usulnya, tidak menjamin kualitas, dan dapat memengaruhi pengoperasian dan keselamatan kendaraan, sehingga menimbulkan risiko korsleting dan kebakaran.
Para ahli keselamatan kebakaran juga mencatat bahwa pemilik kendaraan harus waspada terhadap hewan seperti anjing, kucing, atau terutama tikus yang mungkin menggerogoti kabel listrik. Ini juga merupakan salah satu penyebab yang dapat mengakibatkan kerusakan dan kebakaran pada aki sepeda motor.
Selain itu, saat menyimpan sepeda motor di dalam ruangan, pemilik harus menghindari menempatkannya terlalu dekat dengan bahan yang mudah terbakar untuk mencegah potensi risiko.
Sumber








Komentar (0)