
Para siswa mengubah cara mereka belajar berkat AI (Ilustrasi dibuat oleh AI).
Hanya dalam beberapa tahun, alat AI (kecerdasan buatan) tipikal seperti Chat GPT telah sangat melekat di ruang kelas India, terutama di kalangan pengguna yang lebih muda. Dengan AI yang mampu meringkas materi, menjelaskan konsep, dan menyarankan solusi hampir secara instan, banyak siswa memilih untuk belajar melalui pemahaman dan penerapan yang cepat, daripada hafalan.
Perubahan yang paling mencolok adalah penurunan pembelajaran hafalan pada mata pelajaran yang sangat bergantung pada hafalan, seperti sejarah dan geografi. Siswa menghabiskan lebih sedikit waktu untuk menyalin catatan atau menghafal definisi. Sebaliknya, AI menjelaskan pengetahuan dengan cara yang mudah dipahami, dengan contoh, membantu mereka memahami konsep lebih cepat. Namun, hal ini juga menimbulkan kekhawatiran tentang kemampuan untuk menyimpan informasi secara efektif jika seseorang terlalu bergantung pada AI.
AI mempersingkat waktu yang dihabiskan untuk mengerjakan tugas rumah tradisional yang panjang.
Menurut survei terhadap lebih dari 6.090 mahasiswa di Delhi oleh Pusat Penelitian Kebijakan dan Tata Kelola di India, hampir setengah dari responden bergantung pada AI untuk penelitian dan penulisan. Meminta bantuan AI ketika menghadapi kesulitan semakin umum, yang menyebabkan penurunan kebiasaan mengerjakan tugas sendiri sebelum mencari bantuan.
Gaya membaca dan menulis juga cenderung berubah. Alih-alih membaca dokumen panjang dan menulis dari awal, banyak siswa menggunakan AI untuk membuat draf dan ringkasan dengan cepat, lalu mengeditnya.
Sebuah studi global yang dilakukan oleh sebuah universitas di Jerman juga mencatat bahwa para pelajar terutama menggunakan AI untuk tugas penelitian dan penulisan, bukan untuk persiapan ujian.
Di luar bidang pendidikan, AI juga memengaruhi keputusan di masa depan. Sebuah laporan dari Leap Scholar menunjukkan bahwa sekitar 75% siswa India menggunakan obrolan GPT untuk meneliti pilihan dan program studi di luar negeri, alih-alih hanya mengandalkan peringkat atau buku panduan.
Singkatnya, perubahan paling signifikan terletak pada metode pembelajaran, yang bergeser dari hafalan dan tugas-tugas panjang ke pembelajaran melalui pemahaman, riset cepat, dan optimalisasi waktu. AI dipandang sebagai alat pendukung, tetapi efektivitasnya bergantung pada kemampuan peserta didik untuk memverifikasi informasi dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis.
Nguyen Huu Dat
Sumber: https://dantri.com.vn/giao-duc/chat-gpt-giup-sinh-vien-bot-hoc-vet-20260110064735495.htm







Komentar (0)