Air mata di persidangan pura-pura

Pada tanggal 29 Mei, simulasi persidangan kasus pidana "Penganiayaan yang Disengaja" di Universitas Dai Nam menarik banyak mahasiswa dan pengacara. Dalam suasana khidmat ruang praktik hukum, palu hakim berbunyi dengan tegas: "Majelis hakim memulai persidangannya."
Kasus ini, yang diambil dari catatan kehidupan nyata, menceritakan kisah memilukan dua anak di bawah umur: terdakwa Nguyen Duc Nguyen dan korban Dang Hoang Gia Bao. Karena suatu momen impulsif dan kecerobohan yang khas anak-anak usia sekolah, mereka menjerumuskan dua keluarga ke dalam tragedi, satu menderita luka dan yang lainnya menghadapi konsekuensi hukum. Dalam perannya sebagai pengacara yang membela hak-hak hukum korban, mahasiswi Hoang Lan Nhi dengan percaya diri menyampaikan sudut pandangnya: “Dengan hormat saya sampaikan kepada Dewan Kehakiman dan perwakilan Kejaksaan… Perbuatan terdakwa yang menyebabkan luka pada korban sungguh sangat disayangkan. Keduanya masih pelajar dengan pemahaman hukum yang terbatas. Korban telah menerima kompensasi dan mengajukan permohonan keringanan hukuman. Dengan hormat saya memohon agar Dewan Kehakiman mempertimbangkan pengurangan hukuman untuk menunjukkan belas kasihan Negara…”

Simulasi persidangan, dengan argumen yang tajam dan skenario ruang sidang yang realistis, memikat banyak mahasiswa hukum, pengacara, dan pakar hukum. Melalui simulasi persidangan ini, terbukti bahwa peralihan dari presentasi lisan tradisional dan penyebaran selebaran ke model visual yang menggunakan skenario kehidupan nyata telah memberikan dampak yang besar. Pendekatan ini secara langsung memengaruhi psikologi dan kesadaran para peserta. Dari panel juri, pengacara Mai Bich Ngan berbagi: “Saya telah menghadiri banyak persidangan nyata dan simulasi persidangan untuk mahasiswa di beberapa universitas, tetapi dengan yang satu ini, saya benar-benar yakin dan terpukau oleh kemampuan berdebat para mahasiswa. Ini bukan hanya sesi latihan bagi mahasiswa, tetapi juga seruan untuk semua orang tua dan siswa tentang konsekuensi kekerasan di sekolah.”
Kurikulum teknologi digital

Sebagai salah satu universitas swasta pelopor yang mengikuti model terapan, Fakultas Hukum Universitas Dai Nam telah membuat terobosan signifikan: merampingkan program Hukum dan Hukum Ekonomi dari empat tahun menjadi tiga tahun dengan sembilan semester. Langkah strategis ini bertujuan untuk membantu mahasiswa meminimalkan biaya dan mengakses pasar kerja lebih cepat. Yang perlu diperhatikan, program Hukum universitas ini telah memperoleh akreditasi kualitas dari Kementerian Pendidikan dan Pelatihan .
Dalam menyampaikan pandangannya tentang penerapan transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI) untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan, serta inovasi metode penyebaran kebijakan dan hukum, Dr. Le Thi Thanh Huong, Wakil Rektor Universitas Dai Nam, menekankan bahwa universitas mengidentifikasi teknologi digital dan AI sebagai alat strategis untuk mengubah cara akses pengetahuan. Mengintegrasikan AI ke dalam pengajaran membantu mahasiswa mengembangkan pemikiran analitis multidimensi, mengoptimalkan waktu penelitian, dan beradaptasi dengan cepat terhadap lingkungan kerja digital global. Hal ini merupakan kunci untuk mempersingkat waktu pelatihan sekaligus mencapai kualitas hasil yang unggul.

Penerapan "digitalisasi hukum" di Fakultas Hukum Universitas Dai Nam bukanlah gerakan terisolasi, melainkan tindakan konkret yang berasal dari resolusi Partai dan Pemerintah, sejalan dengan gelombang transformasi digital yang kuat di ibu kota. Tindakan universitas tersebut secara jelas menunjukkan tekad kota untuk secara komprehensif "mendigitalkan" sistem, mengintegrasikan teknologi ke dalam kehidupan sosial, khususnya dalam inovasi pendidikan dan penyebaran kebijakan serta hukum Partai dan Negara. Menciptakan generasi "pengacara digital" dan "pakar hukum digital" yang melek teknologi merupakan fondasi penting yang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan pemerintahan digital, ekonomi digital, dan masyarakat digital. Ketika mereka yang menegakkan dan menyebarkan hukum memiliki perangkat digital, efektivitas pendidikan dan penyebaran hukum di masyarakat akan semakin meningkat.

Selama lebih dari 12 tahun pengembangan dan pertumbuhan, dengan jumlah mahasiswa lebih dari 600, Fakultas Hukum Universitas Dai Nam telah menegaskan arah yang benar: pembelajaran yang tulus, pengalaman yang tulus, dan nilai yang tulus. "Napas" teknologi yang meresap ke dalam ruang kelas saat ini berfungsi sebagai fondasi yang kokoh, memungkinkan lulusan Hukum Universitas Dai Nam untuk berintegrasi secara internasional dengan percaya diri, membawa pengetahuan modern dan hati yang murni untuk melayani masyarakat, menjadi kekuatan inti yang berkontribusi pada inovasi pemikiran hukum di era digital.
Sumber: https://hanoimoi.vn/pha-vo-loi-mon-hoc-luat-bang-hoi-tho-cong-nghe-976210.html








Komentar (0)