Dalam kerangka Forum Konektivitas Teknologi Vietnam-Singapura 2026 yang diadakan pada tanggal 29 Mei, Arobid merupakan salah satu perusahaan Vietnam yang berpartisipasi dalam penandatanganan dokumen kerja sama di hadapan para pemimpin dari kedua negara. Acara ini tidak hanya menandai kerja sama bilateral tetapi juga menunjukkan tren yang semakin jelas dalam penerapan AI untuk memecahkan masalah bisnis praktis.

Sekretaris Jenderal dan Presiden To Lam, bersama dengan para pemimpin tingkat tinggi Vietnam dan Singapura, menyaksikan penyerahan dokumen kepada perusahaan-perusahaan terpilih di Forum Koneksi Teknologi.
AI memecahkan masalah identifikasi peluang bisnis.
Dalam konteks data bisnis, pasar, dan investasi global yang berkembang pesat, tantangan utama bagi banyak bisnis saat ini bukanlah lagi kurangnya informasi, melainkan menemukan informasi yang tepat dan memanfaatkan data tersebut secara efektif.
Bagi usaha kecil dan menengah (UKM), menemukan pelanggan, mitra, atau peluang investasi internasional seringkali membutuhkan sumber daya yang signifikan untuk kegiatan promosi perdagangan tradisional seperti pameran dagang, ekshibisi, atau riset pasar. Namun, efektivitasnya tidak selalu sebanding dengan biayanya.
Menurut Bapak Tran Van Chin, Ketua Arobid, AI membuka jalan baru untuk jaringan bisnis. Alih-alih harus mencari melalui sejumlah besar data, bisnis dapat menggunakan teknologi untuk menyaring informasi, mengidentifikasi mitra yang sesuai, dan mempersingkat waktu pemasaran.
Berdasarkan visi ini, Arobid mengembangkan platform jaringan bisnis yang didukung oleh data dan AI, yang mendukung pencarian mitra, analisis pasar, dan identifikasi peluang investasi yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik setiap bisnis.
Banyak ahli percaya bahwa di era ekonomi digital, kemampuan berbasis data akan menjadi faktor penting yang menentukan daya saing. Bisnis yang dapat menjangkau pelanggan dan pasar yang tepat dengan lebih cepat akan memiliki lebih banyak peluang untuk mendapatkan keunggulan kompetitif, terutama dalam konteks sumber daya yang semakin terbatas.
Menuju ekosistem AI untuk bisnis.
Kolaborasi dengan SAIA dipandang sebagai langkah strategis Arobid untuk memperluas koneksinya dengan ekosistem AI regional. Singapura saat ini merupakan salah satu pusat teknologi terkemuka di Asia Tenggara, yang menarik banyak perusahaan teknologi, dana investasi, dan organisasi penelitian internasional.
Berdasarkan nota kesepahaman tersebut, kedua pihak akan bekerja sama untuk mempromosikan penerapan AI dalam jaringan bisnis, analisis data pasar, promosi investasi, perdagangan lintas batas, dan penyelenggaraan acara daring.
Bagi Arobid, ini bukan sekadar perjanjian kerja sama tunggal, tetapi sebuah langkah menuju menghubungkan komunitas bisnis dengan jaringan teknologi AI di kawasan ini. Menurut Bapak Tran Van Chin, tujuan jangka panjang perusahaan bukan hanya membangun platform perdagangan B2B, tetapi juga menciptakan lingkungan digital yang mendukung bisnis dalam menemukan peluang bisnis yang lebih efektif.

Jonathan Zhang - Ketua SAIA Singapura (kanan) dan Kenny - CEO SAIA Singapura (kiri).
Meskipun demikian, penerapan AI dalam promosi perdagangan masih menghadapi banyak tantangan, mulai dari kualitas data dan kemampuan pembaruan informasi hingga tingkat partisipasi dari komunitas bisnis. Namun, meningkatnya jumlah model aplikasi AI di sektor komersial menunjukkan bahwa bisnis bergeser dari menggunakan AI untuk mengoptimalkan operasi menjadi memanfaatkan teknologi tersebut sebagai alat untuk mendorong pertumbuhan dan memperluas pasar.
Dalam lanskap persaingan global yang semakin bergantung pada data dan teknologi, langkah-langkah seperti yang dilakukan Arobid menunjukkan bahwa AI secara bertahap menjadi alat untuk membantu bisnis menemukan pelanggan, mitra, dan peluang bisnis dalam skala yang lebih luas.
Sumber: https://doanhnghiepvn.vn/chuyen-doi-so/mo-rong-he-sinh-thai-ai-cho-doanh-nghiep-viet/20260530012410972








Komentar (0)