• Chau Thoi mengembangkan model produksi dan meningkatkan nilai pertanian.
  • Persatuan Pemuda Komune Chau Thoi berhasil meraih juara pertama dalam lomba perahu tiga daun.
  • Para petani di komune Chau Thoi siap untuk panen padi musim panas-musim gugur 2026.

Pembangunan pertanian berkelanjutan

Distrik Chau Thoi memiliki luas wilayah alami lebih dari 91 km² dan populasi lebih dari 41.000 jiwa, dengan tradisi budidaya padi yang panjang. Meskipun memiliki banyak keunggulan dalam hal lahan, sumber daya air, dan tenaga kerja pertanian yang melimpah, produksi padi di Chau Thoi masih berskala kecil, dengan nilai tambah rendah, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terbatas, dan keterkaitan produksi yang terbatas. Inilah "kendala" yang perlu diatasi untuk meningkatkan industri padi lokal.

Berangkat dari kebutuhan praktis, Komite Partai Komune Chau Thoi mengeluarkan resolusi tematik "tentang produksi beras berkualitas tinggi di Komune Chau Thoi untuk periode 2026-2030, dengan visi hingga 2045". Ini adalah langkah strategis untuk mengkonkretkan pedoman Partai dan kebijakan Negara tentang restrukturisasi sektor pertanian seiring dengan pembangunan daerah pedesaan baru dan pembangunan berkelanjutan.

Resolusi ini mengidentifikasi pengembangan pertanian menuju kualitas tinggi, keberlanjutan, dan adaptasi perubahan iklim, yang terkait dengan perlindungan lingkungan, penggunaan sumber daya lahan dan air yang efisien, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta transformasi digital. Dalam proses ini, petani memainkan peran sentral, koperasi dan bisnis menjadi penggerak utama, dan Negara memainkan peran fasilitator dan pendukung. Produksi tidak lagi hanya tentang "membuat produk," tetapi harus terkait dengan rantai nilai dari produksi dan pengolahan hingga konsumsi, dengan tujuan meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pertanian lokal.

Petani di komune Chau Thoi memprioritaskan pemilihan varietas padi yang sesuai dengan kondisi pertanian mereka, mudah dijual, dan memiliki daya saing tinggi, seperti ST24 dan ST25. Petani di komune Chau Thoi memprioritaskan pemilihan varietas padi yang sesuai dengan kondisi pertanian mereka, mudah dijual, dan memiliki daya saing tinggi, seperti ST24 dan ST25.

Pada tahun 2030, tujuannya adalah agar lebih dari 70% area produksi beras di komune tersebut menerapkan proses teknis yang canggih, aman, dan terstandarisasi seperti VietGAP, pertanian organik, atau SRP; berupaya agar 50% area produksi beras memiliki kode area tanam dan sistem ketelusuran yang mapan; serta bertujuan untuk membentuk 1-2 model rantai pasokan berkelanjutan dengan produk OCOP berbasis beras berkualitas tinggi, yang meningkatkan pendapatan petani sebesar 15-20% dibandingkan dengan metode pertanian tradisional.