
Ilustrasi: Van Nguyen
Masih hanya bunga krisan selama separuh musim gugur.
Ini masih jalan lama yang sama menuju era kenangan yang telah berlalu.
Bulan masih belum tidur di tengah jutaan bintang.
Awan masih melayang perlahan di atas ribuan puncak gunung.
Malam terasa panjang dan tenang, melukis tetesan embun di mata yang bulat.
Pagi hari dipenuhi kesibukan menghiasi matahari terbenam dengan mata yang berlinang air mata.
Cintai sesuatu yang nyata, lepaskan sesuatu yang samar.
Terlepas dari perasaan yang masih tersisa dan pertemuan tak terduga, kehidupan terus mengalir tanpa henti.
Di tengah hujan yang tak kunjung berhenti, kanopi dedaunan tiba-tiba bergoyang.
Di kejauhan terdengar suara kecapi, seorang wanita muda.
Dalam puisi tanpa kata itu, terdapat hati yang telah hilang.
Dalam hembusan angin sepoi-sepoi, siapa yang akan memungut daun yang gugur?
Hari semakin gelap, senja memudar tanpa suara.
Gaunnya yang anggun mencerminkan sifat lembutnya sepanjang musim.
Apakah dia masih memiliki kehangatan tangan aslinya?
Untuk momen-momen lembut itu juga, dari masa lalu yang sangat jauh...
Sumber: https://thanhnien.vn/cho-nhung-diu-dang-tho-cua-ha-minh-185251004192648004.htm







