
Pada pertemuan tersebut, Institut Higiene dan Epidemiologi/Institut Pasteur memberikan informasi terbaru mengenai situasi global Ebola, dengan mencatat bahwa hingga 20 Mei, sekitar 600 kasus yang diduga dan 139 kematian yang diduga terkait dengan Ebola telah tercatat. Dari jumlah tersebut, 51 kasus dikonfirmasi di provinsi Ituri dan Kivu di Republik Demokratik Kongo.
Di Uganda, otoritas kesehatan telah mengkonfirmasi dua kasus, termasuk satu kematian di ibu kota Kampala. Kedua pasien memiliki riwayat perjalanan dari Kongo. Yang perlu diperhatikan, setidaknya empat petugas kesehatan telah meninggal dengan gejala yang diduga Ebola.
Menurut penilaian WHO, wabah Ebola yang disebabkan oleh strain Bundibugyo kini diklasifikasikan sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

Menindaklanjuti peringatan ini, Vietnam telah meningkatkan pengawasan di perbatasan internasional dan sejauh ini belum mencatat kasus dugaan Ebola di antara mereka yang memasuki negara tersebut.
Para pemimpin Institut Higiene dan Epidemiologi/Institut Pasteur meyakini bahwa meskipun risiko bagi Vietnam saat ini rendah, kemungkinan terjadinya wabah penyakit tetap ada karena meningkatnya perjalanan dan interaksi internasional.
Oleh karena itu, unit-unit terkait perlu secara proaktif menerapkan serangkaian langkah komprehensif untuk pemantauan, deteksi dini, isolasi, pelacakan kontak, pengujian, dan perawatan menyeluruh sejak kasus pertama yang dicurigai.
Pertemuan tersebut berfokus pada pembahasan beberapa isu utama, termasuk penguatan pengawasan di perbatasan, fasilitas medis, dan masyarakat; meninjau kapasitas pengujian dan pengobatan; memastikan ketersediaan pasokan, bahan kimia, dan alat pelindung diri yang memadai; memperbarui prosedur penanganan kasus yang dicurigai; dan menyelenggarakan pelatihan profesional bagi petugas kesehatan preventif di semua tingkatan.

Perwakilan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit juga memberikan pembaruan singkat tentang kesiapan, rencana untuk peningkatan pengawasan dan respons, serta kesulitan dan usulan yang dihadapi dalam pencegahan dan pengendalian wabah Ebola di wilayah mereka.
Berdasarkan Keputusan Nomor 2914/QD-BYT dari Kementerian Kesehatan, tugas pengujian Ebola saat ini diberikan kepada Institut Pasteur Kota Ho Chi Minh dan Institut Nasional Higiene dan Epidemiologi.

Kedua unit ini siap untuk menerapkan tes canggih, termasuk pengurutan gen, untuk mengidentifikasi kasus sejak dini jika muncul di Vietnam. Pada saat yang sama, para ilmuwan terus memperbarui metode pengujian cepat yang sesuai untuk strain virus saat ini guna mempersingkat waktu deteksi penyakit.
Para pemimpin lembaga-lembaga tersebut juga menekankan bahwa identifikasi kasus yang dicurigai harus didasarkan pada kombinasi gejala klinis dan faktor epidemiologis, terutama riwayat perjalanan ke atau dari daerah epidemi.
Selain itu, perlu memperkuat komunikasi peringatan di gerbang perbatasan, memberikan panduan tentang deklarasi kesehatan, dan memperbarui informasi resmi agar masyarakat dapat proaktif bekerja sama dalam mencegah dan mengendalikan epidemi.
Sumber: https://nhandan.vn/chu-dong-ung-pho-nguy-co-dich-ebola-xam-nhap-post963901.html







Komentar (0)