Bagi banyak generasi warga Aljazair, Paman Ho bukan hanya pemimpin besar rakyat Vietnam, tetapi juga simbol perjuangan melawan kolonialisme dan aspirasi kemerdekaan serta kebebasan rakyat yang tertindas di seluruh dunia .

Menurut koresponden Kantor Berita Vietnam di Aljazair, sentimen ini berakar dari tahun-tahun perjuangan berat rakyat Aljazair di bawah pemerintahan kolonial Prancis. Kemenangan di Dien Bien Phu pada tahun 1954, di bawah kepemimpinan Presiden Ho Chi Minh , menciptakan resonansi besar di seluruh koloni di Afrika. Bagi banyak patriot Aljazair, kemenangan Vietnam membuktikan bahwa bahkan negara kecil pun dapat mengalahkan kolonialisme jika memiliki kemauan dan tekad untuk meraih kemerdekaan.
Banyak pemimpin partai Front Pembebasan Nasional Aljazair (FLN) yang berkuasa telah mengakui perjuangan rakyat Vietnam sebagai sumber inspirasi penting bagi gerakan pembebasan nasional di Aljazair. Citra Presiden Ho Chi Minh telah menjadi simbol keberanian, tekad yang teguh, dan semangat nasional.
Kecintaan rakyat Aljazair terhadap Presiden Ho Chi Minh juga ditunjukkan melalui tanda-tanda yang sangat nyata. Sebuah jalan utama di pesisir Mediterania di ibu kota Aljir dinamai menurut namanya, sementara kota Oran juga memiliki jalan yang dinamai menurut namanya. Ini mencerminkan rasa hormat yang dimiliki rakyat Aljazair terhadap Presiden Ho Chi Minh.
Khususnya di provinsi Biskra di Aljazair selatan – tempat Presiden Ho Chi Minh menginap selama perjalanannya ke Prancis pada tahun 1946 – penduduk setempat masih menyimpan banyak kenangan tentangnya. Selama kunjungannya, ia menginap di Hotel Trans Atlantic, yang sekarang dikenal sebagai Hotel AN. Di lobi utama hotel, potret Presiden Ho Chi Minh dipajang dengan jelas untuk menyatakan rasa terima kasih dan hormat kepadanya. Menurut dokumen lokal, Presiden Ho Chi Minh bertemu dan bertukar pandangan dengan beberapa intelektual patriotik Aljazair. Di tengah meningkatnya perjuangan anti-kolonial di Afrika Utara, ia berbagi banyak pandangan tentang penentuan nasib sendiri bangsa dan jalan menuju kemerdekaan nasional.

Banyak warga Aljazair hingga kini masih mengingat wawasan strategis Presiden Ho Chi Minh tentang masa depan perjuangan pembebasan nasional di negara Afrika Utara tersebut. Banyak peneliti percaya bahwa pertukaran pandangan ini meninggalkan kesan mendalam pada para intelektual dan aktivis patriotik Aljazair selama periode ketika negara itu berada di bawah kekuasaan kolonial Prancis. Bagi banyak warga Aljazair, terutama di Biskra, Presiden Ho Chi Minh bukan hanya pemimpin rakyat Vietnam, tetapi juga simbol perjuangan melawan kolonialisme dan aspirasi kemerdekaan rakyat tertindas di seluruh dunia.
Pada tahun 2025, sebuah monumen untuk Presiden Ho Chi Minh akan diresmikan di Jalan Ho Chi Minh di ibu kota Aljir. Monumen ini bukan hanya simbol persahabatan antara kedua negara, tetapi juga mencerminkan rasa hormat rakyat Aljazair terhadap pahlawan pembebasan nasional Vietnam.
Saat ini, ketika menyebut Vietnam, banyak warga Aljazair masih berbicara tentang Presiden Ho Chi Minh dengan penuh kekaguman. Bagi mereka, beliau adalah perwujudan perjuangan kemerdekaan nasional, keadilan, dan penentuan nasib sendiri bagi rakyat yang terjajah. Sentimen ini telah melampaui batas-batas diplomasi biasa dan menjadi bagian dari ingatan sejarah bersama kedua bangsa.
Delapan dekade setelah kedatangan Presiden Ho Chi Minh di Aljazair, citranya tetap hadir dalam kehidupan budaya dan sejarah negara Afrika Utara ini. Ini adalah bukti nyata pengaruh luas ideologi pembebasan nasionalnya dan persahabatan khusus yang dibangun atas dasar saling pengertian antara dua bangsa yang sama-sama berjuang melawan kolonialisme.
Sumber: https://baotintuc.vn/thoi-su/chu-tich-ho-chi-minh-trong-trai-tim-nhan-dan-algeria-20260604060516753.htm








Komentar (0)