Pada konferensi pers, Wakil Kepala Kantor Presiden Can Dinh Tai mengumumkan keputusan Sekretaris Jenderal dan Presiden To Lam.

Berdasarkan Keputusan Nomor 751/QD-CTN, Presiden Vietnam telah memutuskan untuk memberikan amnesti kepada 9.950 narapidana yang saat ini menjalani hukuman dan memenuhi kriteria kelayakan amnesti pada tahun 2026.
Keputusan ini berlaku efektif mulai 1 Juni 2026.
Perdana Menteri, Ketua dan anggota Dewan Penasihat Pengampunan, Ketua Mahkamah Agung Rakyat, Jaksa Agung Kejaksaan Agung Rakyat , dan Kepala Kantor Presiden bertanggung jawab untuk melaksanakan keputusan ini.
Menurut Wakil Kepala Kantor Presiden Can Dinh Tai, peristiwa ini memiliki makna politik, hukum, dan kemanusiaan yang mendalam, menunjukkan ketegasan hukum dan tradisi kemanusiaan bangsa; ini adalah manifestasi nyata dari negara hukum sosialis Vietnam, yang menempatkan rakyat sebagai pusatnya, dengan tegas melindungi supremasi hukum sambil menciptakan peluang bagi mereka yang benar-benar bertobat untuk berintegrasi kembali dan berkontribusi kepada masyarakat.
Selama bertahun-tahun, Partai dan Negara secara konsisten mempertahankan pandangan bahwa semua pelanggaran hukum harus ditangani secara tegas, tetapi tujuan akhir keadilan bukan hanya hukuman tetapi juga pendidikan, rehabilitasi, dan pemulihan nilai-nilai kemanusiaan yang baik.

Wakil Kepala Kantor Presiden menegaskan bahwa kebijakan amnesti telah membuahkan hasil positif selama bertahun-tahun. Mayoritas dari mereka yang diberikan amnesti telah dengan cepat menstabilkan kehidupan mereka, aktif terlibat dalam produksi, mematuhi hukum dengan baik, dan menjadi warga negara baru; dengan demikian menegaskan efektivitas rehabilitasi narapidana dan memperkuat kepercayaan publik terhadap nilai-nilai kemanusiaan hukum Vietnam.
Tahun 2026 merupakan tahun yang sangat penting karena negara memasuki fase implementasi Resolusi Kongres Nasional Partai ke-14. Dalam konteks ini, implementasi amnesti pada tahun 2026 semakin menegaskan pesan konsisten Partai dan Negara bahwa tidak seorang pun akan tertinggal jika mereka benar-benar bertekad untuk memperbaiki kesalahan mereka dan berusaha untuk meningkatkan diri melalui kemauan mereka sendiri.
Menurut Bapak Can Dinh Tai, di bawah kepemimpinan dan bimbingan langsung dari para pemimpin Partai dan Negara serta Dewan Penasihat Pengampunan, kementerian, departemen, daerah, dan fasilitas penahanan telah secara serius, objektif, terbuka, transparan, dan sesuai dengan hukum.
Semua berkas ditinjau secara cermat untuk memastikan keakuratan dan keadilan. Berdasarkan rekomendasi Dewan Penasihat Pengampunan, pada tanggal 26 Mei, Sekretaris Jenderal dan Presiden memutuskan untuk memberikan pengampunan kepada 9.950 narapidana yang memenuhi kriteria kelayakan.
Ini bukan hanya kabar gembira bagi mereka yang diberikan amnesti dan keluarga mereka, tetapi juga bukti efektivitas kebijakan kriminal yang manusiawi dan upaya gigih dari aparat yang terlibat dalam mengelola, mendidik, dan merehabilitasi narapidana.
Sumber: https://daidoanket.vn/chu-tich-nuoc-quyet-dinh-dac-xa-cho-9-950-pham-nhan.html








Komentar (0)