![]() |
| Para dosen dan mahasiswa Universitas Pendidikan Hue menerapkan teknologi dalam pengajaran. |
Dari ruang kelas tradisional hingga ruang pembelajaran digital.
Selama sesi praktikum di Fakultas Teknik dan Teknologi - Universitas Hue, Dr. Nguyen Quang San memulai kuliahnya dengan sistem pembelajaran elektronik visual pada perangkat interaktif. Dengan dukungan AI dan teknologi simulasi, pengetahuan khusus yang seringkali membosankan menjadi lebih hidup dan mudah diakses.
Kursus ini berfokus pada desain sirkuit terpadu semikonduktor. Mahasiswa diberikan akses ke platform simulasi canggih yang terhubung ke sistem Smart City Lab departemen. Di ruang digital ini, peserta didik dapat mendesain sistem, mensimulasikan operasi, dan menguji kinerja langsung di komputer mereka. Data pembelajaran diperbarui secara real-time, memungkinkan instruktur untuk memantau kemajuan, mendeteksi kesalahan, dan memberikan dukungan jarak jauh. Di akhir sesi, tugas praktikum dikumpulkan secara daring, dan proses evaluasi juga didigitalisasi untuk memastikan objektivitas dan transparansi.
Transformasi digital tidak hanya mengubah cara kelas diselenggarakan, tetapi juga mengubah cara siswa mengakses pengetahuan. Le Nguyen Minh, seorang mahasiswa tahun keempat jurusan Kecerdasan Buatan di Fakultas Teknik dan Teknologi, menyatakan: “Platform pembelajaran daring telah menjadi alat yang ampuh untuk mendukung pembelajaran dan penelitian. Dengan kuliah elektronik dan materi pembelajaran yang didigitalisasi, siswa dapat meninjau kuliah, mencari dokumen, dan berlatih berulang kali hingga mereka sepenuhnya memahami isinya.”
Menurut banyak mahasiswa, transformasi digital tidak hanya membawa kemudahan tetapi juga berkontribusi pada pengembangan keterampilan penting seperti pemikiran teknologi, kemampuan belajar mandiri, keterampilan kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja modern.
Teknologi mengubah ritme kehidupan mahasiswa.
Sebelumnya, interaksi antara pengajar dan mahasiswa seringkali terbatas oleh waktu di kelas, tetapi sekarang platform daring telah secara signifikan mempersempit kesenjangan tersebut. Pertanyaan akademis, topik penelitian, dan permintaan bimbingan dapat dipertukarkan hampir secara instan melalui forum pembelajaran dan sistem manajemen pembelajaran. Koneksi yang fleksibel ini berkontribusi pada lingkungan pembelajaran terbuka di mana pengetahuan dibagikan secara terus-menerus, alih-alih terbatas pada lingkungan kelas tradisional.
Tidak hanya kegiatan akademik, tetapi juga gerakan kemahasiswaan, klub, dan tempat beraktivitas akademik mendapat manfaat dari transformasi digital. Informasi tentang kompetisi kreatif, lokakarya tematik, atau kegiatan ekstrakurikuler menyebar dengan cepat melalui media sosial dan portal online.
Proses pengorganisasian kegiatan mahasiswa juga telah disederhanakan. Mulai dari pendaftaran program dan pengajuan ide proyek hingga pemungutan suara dan evaluasi, semuanya dapat dilakukan secara daring. Klub akademik memanfaatkan platform digital untuk berbagi sumber daya, menyelenggarakan kegiatan profesional, dan menghubungkan anggota secara lebih efektif.
Menurut Profesor Madya Ngo Xuan Cuong, Wakil Dekan Fakultas Teknik dan Teknologi, unit tersebut telah menerapkan transformasi digital berdasarkan tiga pilar: digitalisasi kurikulum dan materi pembelajaran; digitalisasi manajemen dan penilaian; dan inovasi metode pengajaran yang terintegrasi dengan teknologi. Hingga saat ini, sekitar 80% mata kuliah telah memiliki kuliah elektronik, repositori materi pembelajaran, dan sistem latihan daring yang telah dikembangkan. Sistem manajemen pembelajaran dimanfaatkan secara efektif untuk memantau kemajuan pembelajaran dan menyelenggarakan kegiatan penilaian secara berkala.
Tantangan di balik lingkungan digital
Transformasi digital juga menghadirkan banyak tantangan bagi pelajar dan lembaga pendidikan . Lingkungan digital menyediakan banyak pengetahuan tetapi juga dapat menyebabkan kelebihan informasi bagi pelajar jika mereka kurang memiliki keterampilan untuk menyaring dan memverifikasi informasi. Siswa perlu mengembangkan pemikiran kritis, mengevaluasi secara proaktif, dan menggunakan informasi secara selektif.
Tekanan dari transformasi digital juga berasal dari pesatnya perkembangan teknologi dan risiko teknis yang terkait dengan pembelajaran daring. Koneksi internet yang tidak stabil, sistem yang kelebihan beban, dan pembaruan pengetahuan serta alat-alat baru secara terus-menerus mengharuskan siswa untuk beradaptasi secara berkesinambungan.
Menurut Profesor Madya Dr. Do Thi Xuan Dung, Wakil Direktur Universitas Hue, transformasi digital saat ini diidentifikasi sebagai salah satu tugas utama yang bertujuan untuk berinovasi dalam tata kelola universitas, meningkatkan kualitas pelatihan, dan memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di era teknologi.
Selama bertahun-tahun, Universitas Hue telah menerapkan banyak solusi komprehensif, mulai dari digitalisasi materi pembelajaran dan pengembangan ruang kelas pintar hingga penerapan sistem manajemen pelatihan daring dan pembangunan basis data bersama.
Selain itu, program pelatihan yang berkaitan dengan teknologi digital seperti kecerdasan buatan, ilmu data, teknik kendali dan otomasi, serta teknologi desain sirkuit terpadu semikonduktor diprioritaskan untuk dikembangkan. Saat ini, Universitas Hue memiliki lebih dari 4.000 mahasiswa yang mengambil jurusan yang berhubungan langsung dengan teknologi tinggi, AI, dan semikonduktor.
Sesuai dengan orientasi untuk periode 2026-2030, transformasi digital akan terus menjadi pilar penting dalam kegiatan pelatihan. Universitas Hue bertujuan untuk membangun ekosistem pelatihan digital terpadu, yang saling terhubung antar sekolah anggota, memastikan data yang terpusat, tersinkronisasi, dan aman.
Dalam konteks transformasi besar di pendidikan tinggi, teknologi digital membuka banyak peluang untuk meningkatkan kualitas pelatihan, memperluas akses ke pengetahuan, dan terhubung dengan pasar tenaga kerja. Namun, untuk berhasil membangun model universitas digital, selain berinvestasi dalam infrastruktur dan teknologi, faktor penentu tetaplah orang-orang – para dosen dan mahasiswa yang siap beradaptasi, berinovasi, dan menguasai teknologi di era digital.
Sumber: https://huengaynay.vn/giao-duc/chuyen-doi-so-o-dai-hoc-hue-co-hoi-va-thach-thuc-166933.html











