Salah satu fitur baru yang menonjol dalam draf tersebut adalah peningkatan tata kelola berbasis data, menggantikan metode manajemen sebelumnya yang terutama didasarkan pada pelaporan administratif.

Oleh karena itu, data tentang mahasiswa, dosen, kondisi penjaminan mutu, dan kinerja lembaga pendidikan tinggi diperbarui, dihubungkan, dan disinkronkan pada Sistem Basis Data Pendidikan Tinggi (HEMIS). Standar dan kriteria dikembangkan dengan fokus pada peningkatan kuantifikasi, memastikan konsistensi antara kriteria, indikator evaluasi, dan metode penentuan, sehingga meningkatkan kemampuan untuk memverifikasi, membandingkan, dan mengotomatiskan data.
Draf tersebut juga secara jelas menetapkan sumber data untuk evaluasi, proses penerapan standar, mekanisme penilaian mandiri tahunan, pengungkapan hasil kepada publik, dan akuntabilitas lembaga pendidikan tinggi. Kementerian Pendidikan dan Pelatihan dapat melakukan audit pasca-pelaksanaan, perbandingan data, atau meminta bukti pendukung jika diperlukan.
Draf Surat Edaran tersebut secara jelas menunjukkan orientasi penggunaan transformasi digital sebagai salah satu kekuatan pendorong untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Selain persyaratan untuk fasilitas fisik tradisional, draf tersebut melengkapi dan memperjelas indikator mengenai sistem pembelajaran digital, materi pembelajaran digital, sumber daya akses terbuka, dan tingkat pemanfaatan serta penggunaan oleh mahasiswa dan dosen.
Fitur baru penting lainnya dalam draf ini adalah penyempurnaan mekanisme evaluasi untuk secara akurat mencerminkan karakteristik spesifik dari setiap jenis dan bidang pelatihan. Untuk pertama kalinya, draf ini menambahkan indikator spesifik untuk lembaga pendidikan tinggi yang melatih di bidang Hukum dan Kesehatan. Penambahan indikator spesifik ini membantu menghubungkan proses evaluasi secara lebih erat dengan persyaratan kompetensi profesional, hasil pembelajaran, dan tanggung jawab sosial dari setiap bidang pelatihan.
Draf tersebut juga menyempurnakan mekanisme aplikasi untuk universitas negeri, universitas regional, dan lembaga pendidikan tinggi dengan sekolah anggota, cabang, atau pelatihan multidisiplin. Bersamaan dengan itu, draf tersebut menetapkan mekanisme untuk meninjau dan memperbarui standar lembaga pendidikan tinggi secara berkala guna memastikan bahwa sistem pendidikan tinggi Vietnam secara bertahap mendekati standar regional dan internasional.
Rancangan Surat Edaran yang menetapkan standar bagi lembaga pendidikan tinggi merupakan langkah penting menuju pergeseran metode pengelolaan negara dari pengendalian perilaku menjadi pemantauan kualitas hasil. Hal ini memberikan dasar untuk memperluas otonomi dan memberdayakan lembaga pendidikan tinggi dengan akuntabilitas dan tanggung jawab diri, serta menciptakan momentum untuk meningkatkan kualitas operasional di seluruh sistem pendidikan tinggi Vietnam.
Sumber: https://hanoimoi.vn/chuyen-doi-so-tro-thanh-mot-phan-cua-chuan-dai-hoc-1208674.html









