
Menurut Statista, Vietnam dianggap sebagai salah satu pasar smartphone terbesar di Asia, dengan hampir 80 juta pengguna smartphone diperkirakan pada awal tahun 2025. Bapak Thanh Huy (Kelurahan Minh Phung, Kota Ho Chi Minh), yang sering bepergian dengan pesawat domestik, kini hanya perlu tiba di bandara sekitar 30 menit sebelum keberangkatan, bukan lebih dari dua jam seperti sebelumnya. Berkat aplikasi identifikasi VNeID Level 2, seluruh proses mulai dari check-in hingga keamanan dan boarding menjadi cepat dan efisien. Pembayaran pajak juga menjadi lebih mudah dari sebelumnya. Cukup buka aplikasi eTax Mobile, masuk dengan kata sandi, sidik jari, atau FaceID, dan pengguna dapat membayar pajak secara elektronik, mencari kewajiban pajak, dan melihat pemberitahuan pajak. Ibu Bang Chau, seorang akuntan yang bekerja di Kelurahan Tan Hung, Kota Ho Chi Minh, berbagi: “Sebelumnya, saya harus menelepon, mengirim email, atau langsung pergi ke kantor pajak untuk menanyakan informasi. Sekarang semuanya tersedia di eTax Mobile, yang sangat nyaman.” Bapak Thanh Huy juga menyatakan bahwa hanya dibutuhkan beberapa detik untuk mencari dan membayar pajak penghasilan pribadi.
Mulai dari membayar tagihan, biaya kuliah, tagihan utilitas hingga memesan taksi dan berbelanja… semuanya dapat dilakukan dengan mudah melalui satu perangkat. Lebih penting lagi, warga dapat mengajukan paspor, memperbarui SIM, meminta pengecekan catatan kriminal, melaporkan masalah keamanan dan ketertiban, serta mengevaluasi kualitas layanan publik… semuanya langsung di VNeID tanpa perlu mengunjungi instansi pemerintah. Ponsel pintar menjadi "dompet elektronik, lemari arsip, dan portal layanan publik" bagi setiap warga negara, dengan semua informasi penting diidentifikasi berdasarkan data asli dalam Basis Data Kependudukan Nasional.

Di Kota Ho Chi Minh, aplikasi Warga Digital HCMC berfungsi sebagai saluran komunikasi dua arah antara warga dan pemerintah. Selain 12 fitur yang tersedia sejak peluncurannya (akhir 2024), aplikasi ini terus ditingkatkan, diperbarui, dan dilengkapi dengan utilitas seperti pengecekan hasil akademik anak, pengelolaan kesehatan lansia, dan menghubungkan pembayaran online untuk listrik, air, tiket bus, dan tiket metro. Ibu Vo Thi Trung Trinh, Direktur Pusat Transformasi Digital HCMC, menyatakan: Aplikasi Warga Digital membantu memperpendek jarak geografis dan mengurangi waktu perjalanan melalui interaksi langsung, cepat, nyaman, dan lancar kapan saja, di mana saja. Pusat ini menerapkan solusi untuk meningkatkan konektivitas data warga guna memastikan layanan terbaik bagi warga di seluruh 168 kelurahan, kecamatan, dan zona khusus Kota Ho Chi Minh.
Sejak diluncurkan, aplikasi ini telah diunduh lebih dari 320.000 kali dan telah mencapai lebih dari 6 juta interaksi dan penggunaan layanan, semuanya melalui ponsel pintar. Yang menarik, aplikasi Warga Digital Kota Ho Chi Minh terhubung langsung dengan VNeID, memungkinkan verifikasi akun yang cepat, sinkronisasi data, dan berkontribusi dalam membangun platform digital untuk kota pintar.
Menurut penilaian Indeks Transformasi Digital (DTI) nasional Kementerian Sains dan Teknologi, prestasi luar biasa Kota Ho Chi Minh secara komprehensif ditunjukkan di ketiga pilar tersebut. Mengenai pemerintahan digital, Kota Ho Chi Minh telah menyediakan 1.996 layanan publik daring, yang bertujuan untuk model pemerintahan berbasis data, berorientasi layanan, dan efisien. Dari segi ekonomi digital, sektor ini diproyeksikan akan berkontribusi sekitar 25% terhadap PDB kota pada tahun 2025. Mengenai masyarakat digital, 100% warga memiliki identitas digital dan akun identifikasi elektronik, menciptakan fondasi yang kuat untuk menggunakan layanan publik dan utilitas digital…
Sumber: https://www.sggp.org.vn/chuyen-doi-so-trong-long-ban-tay-post838414.html







Komentar (0)