Kumpulan sketsa biografi berjudul "Simbol Waktu" (Penerbit Tentara Rakyat, 2025) lahir dari inspirasi tersebut. 30 wajah yang digambarkan dalam buku tersebut mewakili 30 kehidupan individu yang berdedikasi. Mereka berasal dari semua wilayah negara dan bekerja di berbagai bidang.
Banyak dari tokoh-tokoh ini memiliki kesamaan: mereka semua pernah bertugas di militer, mendaftar dengan penuh semangat, menanggung tahun-tahun perang yang brutal, dan mendedikasikan masa muda mereka di medan perang, berkontribusi pada kemenangan bangsa. Mereka bukan hanya saksi hidup dari suatu periode sejarah, tetapi juga perwujudan vitalitas abadi dan kebenaran yang bersinar dari generasi berbakat yang, tanpa gentar oleh pengorbanan dan kesulitan, "berbaris melintasi Pegunungan Truong Son untuk menyelamatkan negara," didorong oleh cita-cita suci: semua demi kemerdekaan dan kebebasan Tanah Air.
![]() |
| Sampul buku. |
Yang membuat buku ini begitu mendalam bukanlah hanya prestasi mereka selama perang, tetapi juga kehidupan indah dan kontribusi mereka kepada masyarakat setelah perdamaian dipulihkan. Beberapa di antaranya adalah dokter yang, selama perang, menghabiskan bertahun-tahun dengan tenang dan sepenuh hati merawat kesehatan para kader dan masyarakat di daerah terpencil, seperti Dr. Phan Thi Phi Phi dalam "Hati Dokter Phi Phi." Yang lain adalah pendidik, yang mendedikasikan hidup mereka untuk menanamkan pengetahuan dan karakter kepada generasi siswa, terutama mereka yang berasal dari latar belakang kurang mampu, seperti yang terlihat dalam "Hati Penuh Kasih Seorang Guru Tua" dan "Dua Puluh Tahun Pengajaran Gratis." Yang lainnya kembali dari perang, melakukan perjalanan jauh dan luas, membangun karier mereka dari nol, dan sekarang, meskipun sukses, tetap sangat peduli pada rekan-rekan mereka, diam-diam mensponsori dana amal untuk membantu mereka mengatasi penyakit dan kesulitan, seperti yang dicontohkan oleh "Para Prajurit Wanita Pemberani Truong Son."
Terlepas dari bidang pekerjaan mereka, ciri umum mereka yang paling menonjol adalah rasa kasih sayang dan pengabdian mereka kepada masyarakat. Mereka tidak melupakan orang yang telah meninggal, maupun mereka yang terkena bom dan peluru, dan tentu saja tidak melupakan misi mereka untuk memperindah kehidupan dengan bakat dan kemanusiaan mereka. Mereka telah membuktikan bahwa cita-cita tidak hanya terungkap dalam perang tetapi terus menyebar melalui setiap tindakan dan setiap perbuatan baik di masa damai.
Kumpulan esai ini menggambarkan setiap karakter dengan gaya penulisan yang realistis, halus, dan kaya emosi. Penulis membiarkan karakter-karakter tersebut berbicara sendiri melalui kehidupan, pikiran, tindakan, kenangan, dan aspirasi mereka untuk kehidupan yang indah. Melalui ini, pembaca akan merasakan kemanusiaan yang mendalam dari orang-orang "biasa namun luar biasa" ini, sebagaimana mereka diam-diam memperindah kehidupan setiap hari.
"Simbol Waktu" bukan hanya kumpulan potret individu yang menjalani kehidupan indah, tetapi juga penghormatan kepada mereka yang diam-diam mengabdikan diri kepada masyarakat. Penulis potret-potret ini adalah Mayor Pham Thi Thu Thuy, seorang jurnalis yang saat ini bekerja di Surat Kabar Tentara Rakyat. Karyanya, yang melibatkan "perburuan" untuk menemukan sekilas kehidupan yang biasa namun mulia, terus memperkaya pengalaman hidup dan kemampuan menulisnya.
Pembaca didorong untuk menyelami setiap halaman dan merasakan pesan bermakna yang disampaikan penulis: Sejarah tidak ditemukan dalam dokumen-dokumen kering, tetapi hidup dalam diri orang-orang di sekitar kita – orang-orang yang kehadirannya, ketika kita merenungkannya, mengungkapkan begitu banyak nilai, memungkinkan kita untuk menghargai kepahlawanan masa lalu, kebaikan masa kini, dan harapan untuk masa depan!
Sumber: https://www.qdnd.vn/van-hoa/sach/chuyen-nhung-nguoi-to-dep-cuoc-song-1039090









Komentar (0)