
Banyak orang memilih berolahraga ketika mereka merasa sedih - Foto: CN
Jadi pertanyaannya adalah, haruskah Anda berolahraga saat sedih? Dan jika ya, jenis olahraga apa yang sebaiknya Anda lakukan untuk benar-benar mengatasi suasana hati yang buruk itu?
Olahraga dapat membantu mengatasi kesedihan.
Para ahli olahraga dan psikologi sepakat bahwa olahraga yang tepat selama masa kesedihan dapat memberikan manfaat yang signifikan.
Sebuah meta-analisis yang diterbitkan di BMJ (2024) menunjukkan bahwa aktivitas fisik membantu mengurangi gejala depresi ringan hingga sedang, dengan efek paling nyata pada mereka yang melakukan olahraga aerobik seperti jalan cepat, jogging, atau yoga.
Hasil ini memperkuat pandangan bahwa olahraga tidak hanya baik untuk kesehatan kardiovaskular dan persendian, tetapi juga merupakan "obat" yang bermanfaat bagi pikiran.
Studi lain di Frontiers in Psychology (2025) yang berfokus pada remaja menunjukkan bahwa olahraga intensitas sedang selama 10-30 menit meningkatkan keadaan emosional positif.
Penulis menyarankan bahwa ketika merasa tidak enak badan, olahraga ringan seperti berjalan kaki, bersepeda pelan, atau peregangan dapat lebih bermanfaat daripada angkat beban berat atau lari jarak jauh.
Menelisik lebih dalam dampak langsungnya, sebuah studi yang diterbitkan dalam Psychophysiology (2023) menunjukkan bahwa bahkan satu sesi latihan aerobik saja dapat menghasilkan efek positif, mengurangi perasaan negatif dan meningkatkan suasana hati.
Ini menjelaskan mengapa banyak orang merasa lebih rileks dan optimis setelah meninggalkan tempat gym daripada saat mereka masuk.
Penting untuk memilih metode latihan yang tepat.
Namun, para ilmuwan juga mencatat bahwa manfaat olahraga tidak boleh terlalu dibesar-besarkan. Dalam kasus suasana hati yang sangat buruk atau depresi berat, memaksakan diri untuk berolahraga secara intensif justru dapat kontraproduktif.
Selain risiko cedera akibat kurangnya fokus, harapan yang terlalu tinggi bahwa olahraga akan langsung menghilangkan kesedihan dapat menyebabkan kekecewaan, sehingga beban menjadi semakin berat.
"Aktivitas fisik adalah alat yang bermanfaat, tetapi tidak dapat menggantikan terapi psikologis atau dukungan medis bila diperlukan," demikian penegasan para penulis artikel BMJ tersebut .

Olahraga dapat membantu memperbaiki suasana hati Anda - Foto: CN
Di bidang olahraga berprestasi tinggi, hubungan antara suasana hati dan latihan juga dipantau secara cermat.
Pelatih sering menggunakan kuesioner suasana hati harian untuk menyesuaikan volume latihan bagi atlet. Banyak penelitian menunjukkan bahwa suasana hati negatif yang berkepanjangan meningkatkan risiko cedera karena berkurangnya fokus dan refleks yang lebih lambat pada atlet.
Ini menunjukkan bahwa suasana hati bukan hanya emosi yang sementara, tetapi juga memiliki dampak langsung pada kesehatan fisik.
Jadi, bagaimana seharusnya kita menghadapi kesedihan dalam kehidupan sehari-hari? Para ahli menyarankan bahwa alih-alih berbaring diam, kita sebaiknya memilih bentuk olahraga yang ringan dan menyenangkan.
Berjalan-jalan di sekitar lingkungan, bersepeda perlahan, melakukan beberapa pose yoga, atau bersantai dengan berenang dapat secara signifikan meningkatkan suasana hati Anda.
Berolahraga selama sekitar 20-30 menit sudah cukup bagi otak untuk melepaskan endorfin dan serotonin, neurotransmiter yang menciptakan perasaan positif. Lebih penting lagi, anggap olahraga sebagai bentuk "perawatan diri" daripada tugas yang harus diselesaikan.
Sumber: https://tuoitre.vn/co-nen-tap-luyen-the-thao-khi-dang-buon-20250914230844888.htm






Komentar (0)