• Upacara Pembukaan Pekan Kebudayaan dan Pariwisata yang terkait dengan Festival Ok Om Bok 2024
  • Ritual sakral peluncuran perahu Ngo
  • Festival Ok Om Bok yang unik dari masyarakat Khmer.

Lebih dari sekadar hidangan lezat, nasi pipih juga memiliki makna spiritual yang mendalam, mencerminkan budaya tradisional khas masyarakat Khmer. Hidangan ini digunakan untuk memuja bulan dan Buddha, untuk berterima kasih kepada langit dan bumi atas limpahan panen, menyediakan beras dan ketan untuk menghidupi keluarga. Dari beras ketan yang harum, masyarakat Khmer menciptakan hidangan sederhana namun bermakna sebagai ungkapan syukur, hidangan yang istimewa dan berakar kuat dalam budaya kuliner Khmer.

Beras ketan yang dipanggang dalam panci tanah liat hingga matang merata akan menghasilkan serpihan beras pipih yang lezat.

Membuat ketan pipih (cốm dẹp) cukup sederhana. Bahan-bahannya meliputi beras ketan, kelapa parut, dan gula aren atau gula pasir. Secara tradisional, ketan pipih ditumbuk pada sore hari atau malam yang diterangi bulan. Peralatannya disiapkan di depan rumah, di samping api jerami yang bergemuruh. Beras ketan dipanggang dalam panci tanah liat agar ketan menjadi lebih kenyal, harum, dan renyah. Setelah beras matang, diletakkan di dalam lesung dan ditumbuk dengan alu kayu panjang, sekitar 1,5 meter.

Tumbuklah beras yang sudah pipih.