
Seri buku "Melepaskan Emosi dan Melepaskan Kebahagiaan"
Dalam seri bukunya *Unlocking Your Emotions and Unlocking Your Happiness* , Emma Hepburn membimbing pembaca dalam perjalanan untuk membuka dunia batin mereka, mulai dari bagaimana emosi terbentuk dan berfungsi, hingga bagaimana mengenali kebahagiaan dan merangkul kesedihan tanpa membiarkannya meng overwhelming mereka.
Tanpa mengalami kesedihan, akan sulit untuk memahami nilai kebahagiaan.
Dalam *Awakening the Emotions* , Emma Hepburn membandingkan kehidupan emosional dengan perjalanan roller coaster, terkadang melambung ke langit, terkadang terjun bebas tanpa kendali.

Psikolog Emma Hepburn menyarankan kita untuk membuka diri terhadap emosi negatif.
Dan setiap orang memiliki "kereta" mereka sendiri, yang beroperasi sesuai dengan ingatan, pengalaman, trauma, dan sifat unik mereka masing-masing.
Jika kita cukup lembut dan sabar, emosi akan menjadi teman yang dapat dipercaya.
"Emosi adalah tokoh utama dalam cerita Anda."
Hal-hal tersebut merupakan elemen inheren dalam memori, reaksi, perencanaan masa depan, perilaku, koneksi, dan yang terpenting, kelangsungan hidup.
"Cara kita memahami dan menanggapi emosi kita sangat penting dan dapat memengaruhi kesehatan dan kebahagiaan kita seumur hidup," kata Emma.
Menurut Emma, emosi-emosi tidak menyenangkan seperti kecemasan, ketakutan, kemarahan, kesedihan, rasa bersalah, dan rasa malu merupakan bagian penting dari mekanisme bertahan hidup manusia.
"Jika kita tidak lagi khawatir, kita tidak akan mempertimbangkan risiko. Jika kita tidak mengenal rasa takut, kita tidak akan menghindari bahaya. Jika kita tidak lagi merasa lelah atau sedih, kita tidak akan tahu bagaimana beristirahat ketika sakit datang, dan kita juga tidak akan memahami nilai kebahagiaan saat ini."
Dunia tanpa emosi negatif akan menjadi dunia di mana orang-orang acuh tak acuh terhadap rasa sakit, kurang empati dan kasih sayang. Dan dalam hal itu, kegembiraan akan menjadi tidak berarti karena tidak ada yang bisa dibandingkan atau dipelajari dari pengalaman masa lalu."
Kebahagiaan itu seperti sandwich.
Jelas, memahami emosi adalah bagian penting dalam mencapai kebahagiaan. Ini tentang membuka diri terhadap emosi negatif dan menerima bahwa Anda tidak akan selalu bahagia.
Seperti yang diakui sendiri oleh Dr. Emma Hepburn di halaman-halaman pertama *The Unveiling of Happiness *, ia menyatakan: "Akan sangat munafik jika berpura-pura bahagia sepanjang waktu. Lebih buruk lagi, hal itu akan memperkuat kesalahpahaman tentang kebahagiaan yang mengelilingi kita, yang tertanam dalam keyakinan, pikiran, dan perilaku kita."
Dalam buku tersebut, Emma menunjukkan bahwa keyakinan seperti mengejar uang, mendapatkan promosi, selalu sibuk, dan meraih banyak prestasi seringkali membuat kita mencari kebahagiaan di tempat yang salah.
Penulis memilih untuk menggambarkan kebahagiaan sebagai sandwich yang kita makan setiap hari.
Fondasi terdiri dari hal-hal mendasar yang sering kita abaikan, seperti tidur yang cukup, makan makanan yang seimbang, minum air yang cukup, dan memiliki tempat yang aman untuk bernapas. Intinya adalah apa yang membawa kegembiraan, inspirasi, dan makna bagi kehidupan. Setiap orang akan memiliki inti yang berbeda.
Lapisan teratas adalah keyakinan kita. Lapisan ini, meskipun tipis, mengatur keseluruhan cita rasa kue. Jika kita percaya bahwa kebahagiaan terletak pada hal-hal kecil yang menghubungkan kita dengan orang lain, kita tidak akan lagi mencarinya dengan panik.
Dr. Emma Hepburn adalah seorang psikolog klinis yang berspesialisasi dalam neuropsikologi, dengan pengalaman lebih dari 15 tahun bekerja dengan dan menangani masalah kesehatan mental.
Akun Instagram-nya, @thepsychologymum, memiliki 134.000 pengikut dan telah memenangkan penghargaan Bronze Lovie (Terbaik di Internet Eropa); Lovie Pilihan Publik untuk aktivitas media sosial, dan telah masuk nominasi untuk Penghargaan Media.
Sumber: https://tuoitre.vn/con-nguoi-se-ra-sao-neu-khong-con-cam-xuc-toi-te-20250619150741549.htm







Komentar (0)