Menurut petugas kesehatan setempat, peralatan pengujian biologi molekuler laboratorium tersebut dapat mengidentifikasi virus melalui DNA atau RNA-nya. Ini berarti prosesnya sekarang hanya memakan waktu beberapa jam, bukan berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu seperti sebelumnya.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kivu Selatan mengatakan bahwa dalam wabah sebelumnya, banyak pasien meninggal sebelum hasil tes keluar, sehingga sulit untuk menentukan penyebab kematian. Namun, dengan laboratorium baru ini, petugas kesehatan dapat melakukan tes dan mengambil keputusan pengobatan pada hari yang sama.

Perangkat pengujian baru ini membantu mempercepat proses identifikasi virus Ebola (Sumber gambar: NETEC)
Sementara itu, kepala tim respons Ebola setempat mengatakan bahwa fasilitas kesehatan juga telah dipasok dengan obat baru untuk mereka yang telah terpapar atau diduga terinfeksi virus tersebut, guna mengurangi keparahan penyakit.
Pada tanggal 3 Juni, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengkonfirmasi 344 kasus Ebola di Kongo, termasuk 60 kematian.

Meskipun mendapat dukungan medis tambahan, situasi epidemi di Kongo tetap menantang (Sumber gambar: Reuters)
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengakui bahwa masih banyak tantangan dalam menanggapi pandemi, khususnya dalam meningkatkan pengujian dan diagnosis untuk mendeteksi infeksi dengan lebih cepat.
Namun, menurut Tedros, efektivitas pelacakan kontak di Kongo masih rendah, dengan hanya sekitar 45% dari mereka yang berisiko terpapar yang berhasil dilacak. WHO meyakini bahwa angka ini perlu dinaikkan di atas 90% untuk pengendalian penyakit yang lebih efektif.

Keefektifan pelacakan kontak perlu ditingkatkan untuk mengendalikan epidemi secara lebih efektif (Sumber gambar: Reuters)
Selain itu, Direktur Jenderal Kedaruratan Kesehatan WHO menyatakan bahwa organisasi tersebut membutuhkan sekitar $115 juta untuk tiga bulan pertama kampanye penanggulangan Ebola, tetapi baru menerima sekitar 35% dari dana yang dibutuhkan hingga saat ini.
Silakan saksikan HTV News pukul 8 malam dan Program Dunia 24 Jam pukul 8:30 malam setiap hari di HTV9.
Sumber: https://htv.vn/congo-mo-phong-thi-nghiem-giup-xac-dinh-nhanh-virus-ebola-222260604135759646.htm








Komentar (0)