
Menurut data dari pelacak pengiriman Vortexa, ekspor minyak mentah dan produk bahan bakar AS pada Mei 2026 mencapai sekitar 10,5 juta barel per hari, menandai bulan ketiga berturut-turut AS menduduki posisi teratas di dunia untuk ekspor minyak. Sementara itu, ekspor minyak Rusia bulan lalu mencapai sekitar 7 juta barel per hari, sedangkan Arab Saudi mengekspor sekitar 5,9 juta barel per hari.
Ini adalah tonggak sejarah yang luar biasa bagi Amerika Serikat, sebuah negara yang dulunya sangat bergantung pada impor bahan bakar dan menderita akibat krisis minyak tahun 1973. Lebih dari setengah abad kemudian, AS tidak hanya memastikan sebagian besar kebutuhan energi domestiknya terpenuhi, tetapi juga telah menjadi salah satu pemasok minyak terpenting di dunia.
Situasi mulai berubah secara signifikan setelah tahun 2010, ketika AS meningkatkan ekstraksi minyak dan gas dari ladang serpih. Berkat kemajuan teknologi ekstraksi, negara ini telah bangkit menjadi produsen gas alam dan minyak terbesar di dunia. Produksi minyak mentah dan produk minyak bumi olahan AS hampir tiga kali lipat sejak tahun 2000, mencapai sekitar 22 juta barel per hari.
Sementara itu, produksi Arab Saudi berfluktuasi antara 10-12 juta barel per hari, sedangkan produksi Rusia stagnan, atau bahkan turun di bawah 10 juta barel per hari, sejak tahun 2020. Permintaan minyak global telah meningkat dari 87 juta barel per hari pada tahun 2010 menjadi 104 juta barel per hari tahun lalu. Sebagian besar peningkatan ini didorong oleh lonjakan produksi minyak AS.
Titik balik penting lainnya terjadi pada tahun 2015 ketika Washington mencabut larangan ekspor minyak mentah selama 40 tahun. Keputusan ini membuka jalan bagi minyak serpih AS untuk mengakses pasar internasional, menyiapkan panggung bagi negara tersebut untuk merebut kembali posisinya sebagai eksportir minyak terkemuka dunia setelah lebih dari satu dekade. Lebih lanjut, para ahli percaya bahwa konflik geopolitik global juga berkontribusi pada pergeseran ini. Menurut Reuters, konflik antara AS, Israel, dan Iran telah mengganggu ekspor minyak Arab Saudi sejak Februari 2026. Sementara itu, ekspor minyak Rusia telah terdampak oleh serangan pesawat tak berawak Ukraina dan sanksi terkait konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.
Para analis percaya bahwa posisi baru di peta energi global tidak hanya memiliki signifikansi ekonomi tetapi juga memberikan pengaruh strategis bagi Amerika Serikat. Menurut Michelle Brouhard, Direktur Kebijakan di perusahaan pelacakan pengiriman Kpler, Washington memiliki alat pengaruh baru yang sebelumnya diabaikan: ekspor energi. AS saat ini merupakan pemasok minyak mentah terbesar ke Eropa dan pemasok bahan bakar olahan terbesar kedua di kawasan tersebut.
Pada saat yang sama, kebangkitan Amerika Serikat juga dapat mengurangi peran tradisional Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya (juga dikenal sebagai OPEC+) dalam mengatur pasokan dan harga minyak global. Tekanan pada blok tersebut semakin meningkat setelah Uni Emirat Arab (UEA) memutuskan untuk meninggalkan OPEC pada Mei lalu, setelah hampir 60 tahun menjadi anggota.
Berbeda dengan Arab Saudi dan Rusia—dua anggota kunci OPEC+, di mana pemerintah memainkan peran utama dalam menentukan produksi dan ekspor—industri minyak dan gas AS sebagian besar dipimpin oleh swasta dan beroperasi sesuai dengan sinyal pasar.
Menurut pakar energi Kenneth Medlock III dari Baker Institute for Public Policy, perusahaan minyak dan gas AS biasanya meningkatkan produksi ketika harga minyak mentah naik dan mengurangi produksi ketika harga turun. "Dalam banyak hal, peran ini cukup mirip dengan apa yang telah dilakukan OPEC dan Arab Saudi melalui kapasitas cadangan. Namun, ini lebih merupakan mekanisme pasar daripada alat strategis," kata Medlock.
Ini berarti bahwa aktivitas produsen minyak serpih AS semakin memengaruhi keseimbangan penawaran dan permintaan di pasar bahan bakar global, di samping keputusan produksi OPEC+.
Para pengamat percaya bahwa kebangkitan Amerika Serikat tidak hanya mengubah peta energi dunia tetapi juga mengantarkan era baru di mana ekspor minyak telah menjadi salah satu alat kekuasaan terpenting Washington di papan catur geopolitik.
Sumber: https://hanoimoi.vn/cuoc-cach-manh-dau-da-phien-cua-my-tai-dinh-hinh-ban-do-nang-luong-toan-cau-1160259.html







