Kompetisi Pembuatan Cetakan Vietnam ke-2, 2025, adalah ajang yang sangat akademis dan praktis, serta penuh kreativitas bagi mahasiswa dari universitas dan perguruan tinggi teknik di seluruh negeri.
Kompetisi ini bertujuan untuk membangkitkan semangat dan kreativitas para insinyur muda Vietnam; menghubungkan sekolah, bisnis, dan para ahli, menciptakan lingkungan pembelajaran praktis yang memenuhi standar industri; berkontribusi pada pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia teknis berkualitas tinggi untuk industri pendukung Vietnam; dan mempromosikan lokalisasi, inovasi teknologi, dan integrasi internasional di bidang pembuatan cetakan.
Tahun ini, kompetisi telah ditingkatkan dalam skala dan kedalaman profesional dibandingkan dengan musim pertama. Jika pada tahun 2024 mahasiswa hanya berpartisipasi dalam desain cetakan 3D, pada tahun 2025, tim akan langsung melakukan pengerjaan mesin dan fabrikasi cetakan serta memproduksi produk lengkap. Ini adalah tantangan praktis yang membantu mahasiswa tidak hanya menunjukkan pemikiran teknis mereka tetapi juga mengasah keterampilan praktis, manajemen proses, dan kemampuan pemecahan masalah dalam manufaktur.

Tahun ini, kompetisi ini diselenggarakan bersama oleh Fakultas Teknik Mesin (Universitas Sains dan Teknologi Hanoi ) dengan Japan-Vietnam Mold Club (JVMC) dan Asosiasi Industri Pendukung Vietnam (VASI).
Kompetisi ini mempertemukan 10 tim dari 7 universitas dan perguruan tinggi teknik terkemuka di Vietnam, termasuk: Universitas Sains dan Teknologi Hanoi, Universitas Teknologi (Universitas Da Nang ), Universitas Industri Hanoi, Universitas Industri Kota Ho Chi Minh, Universitas Teknologi Transportasi, Perguruan Tinggi Ly Thai To, dan Universitas Pertambangan dan Geologi Hanoi.
Tim-tim akan berkompetisi dalam kategori-kategori berikut: desain cetakan injeksi plastik, desain cetakan stamping logam, desain cetakan die casting bertekanan, pemrograman permesinan CNC, dan inspeksi serta evaluasi produk jadi.
Sejak tahun 2013, Vietnam-Japan Mold Making Club (JVMC) telah menjadi jembatan penting antara bisnis, sekolah, dan organisasi teknis di kedua negara. Melalui program pelatihan, lokakarya, dan pertukaran teknis, JVMC telah berkontribusi pada penyebaran teknologi pembuatan cetakan Jepang yang canggih di Vietnam, sekaligus mendukung bisnis Vietnam dalam meningkatkan kapasitas produksi mereka, dengan tujuan mencapai "Made in Vietnam - Japanese Quality".
Bapak Shuya Maniwa, Presiden Vietnam-Japan Mold Club, percaya bahwa masa depan industri pendukung Vietnam terletak di tangan para insinyur muda saat ini. Kompetisi ini bukan hanya ujian keterampilan tetapi juga perjalanan pembelajaran, pengalaman, dan pengembangan kreativitas – faktor kunci bagi Vietnam untuk bangkit menjadi pusat manufaktur baru di kawasan ini.

Para pemuda di Gia Lai berlomba-lomba membuat video klip untuk mempromosikan pariwisata.

Finalis Teen School 2025: Generasi Z percaya diri, berani menantang, dan terlibat dalam dialog.

Kontes foto “Momen anak-anak belajar bahasa Vietnam” dan Festival Pertengahan Musim Gugur 2025 di Jepang: Menyebarkan cinta terhadap bahasa ibu.
Sumber: https://tienphong.vn/cuoc-thi-doc-la-danh-cho-sinh-vien-ki-thuat-post1792052.tpo






Komentar (0)