Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Perjalanan akhir pekan ke kuil

Pada beberapa pagi akhir pekan, ketika kota masih setengah tertidur dan jalanan belum ramai, saya sering mengemudi perlahan menuju sebuah kuil yang sudah saya kenal. Bukan karena saya memiliki sesuatu yang agung untuk didoakan, tetapi hanya untuk menemukan sedikit kedamaian bagi hati saya.

Báo Pháp Luật Việt NamBáo Pháp Luật Việt Nam14/03/2026

Bagiku, pergi ke kuil seringkali seperti cara untuk pulang. Kembali ke ritme pernapasan yang lebih lambat, langkah kaki yang lebih ringan, dan kepada diriku sendiri – setelah seminggu yang sibuk dipenuhi dengan pekerjaan, berita, panggilan telepon, email, rapat, dan kekhawatiran yang tak terhitung jumlahnya.

Gerbang kuil terbuka, biasanya memperlihatkan halaman yang luas dengan beberapa pohon kuno dan gemerincing lembut lonceng angin di semilir angin pagi. Suasana ini secara alami membuat orang-orang merendahkan suara dan memperlambat langkah mereka. Mungkin karena semua orang merasakan bahwa tempat ini membutuhkan ketenangan.

Perjalanan akhir pekan ke kuil 1
Umat ​​Buddha datang ke Pagoda Phat Bao (Kota Ho Chi Minh) untuk memberikan sedekah pada Sabtu dan Minggu pagi setiap minggunya.

Pada akhir pekan, kuil biasanya lebih ramai daripada hari kerja. Beberapa orang datang untuk beribadah kepada Buddha, yang lain menyalakan dupa untuk kerabat yang telah meninggal. Beberapa keluarga membawa anak-anak kecil mereka ke kuil, sementara orang tua bersandar pada tongkat, berjalan perlahan. Setiap orang datang ke kuil dengan kisah mereka sendiri.

Saya sering berdiri di depan patung Buddha untuk beberapa saat, tangan terkatup, tanpa meminta sesuatu yang spesifik. Hanya dengan memandang wajah yang tenang itu, hati saya secara alami menjadi tenang. Dalam cahaya pagi yang lembut, wajah Buddha selalu memancarkan kedamaian yang tak terlukiskan, seolah mengingatkan orang bahwa betapapun bergejolaknya kehidupan, pikiran masih dapat menemukan ketenangan.

Saya pernah mendengar seorang biksu berkata: pergi ke kuil bukanlah tentang melarikan diri dari kehidupan, tetapi tentang memahami kehidupan dengan lebih baik. Ketika hatimu tenang, kamu akan melihat bahwa hal-hal yang sebelumnya tampak begitu penting – kata-kata yang menyakitkan, pengalaman yang tidak menyenangkan, persaingan di tempat kerja – sebenarnya hanyalah riak-riak kecil.

Duduk di bangku batu di bawah naungan pohon di halaman kuil, saya sering mengamati arus orang yang datang dan pergi. Beberapa datang dengan cepat, berdoa sebentar, lalu pergi. Yang lain duduk lama. Ada juga anak muda yang datang ke kuil hanya untuk berjalan-jalan, mengambil beberapa foto, lalu pergi. Setiap cara mengunjungi kuil memiliki alasannya masing-masing.

Namun saya percaya bahwa hanya dengan melangkah melewati gerbang kuil, apa pun alasannya, seseorang pasti akan menemukan sesuatu yang halus. Bisa jadi itu adalah dentingan lonceng yang tepat waktu. Bisa jadi itu adalah aroma dupa yang samar. Bisa jadi itu adalah ayat yang tergantung di dinding yang mengingatkan seseorang untuk memperlambat langkah.

Terkadang di pagi hari, saya hanya duduk diam selama beberapa menit, mengamati napas saya. Menarik napas, menyadari bahwa saya sedang menarik napas. Menghembuskan napas, menyadari bahwa saya sedang menghembuskan napas. Ini adalah hal yang sangat sederhana, namun dalam kehidupan sehari-hari kita, kita jarang berhasil melakukannya.

Oleh karena itu, pergi ke kuil di akhir pekan bukanlah ritual keagamaan yang berat. Bagi saya, itu seperti kencan kecil dengan kedamaian. Kencan untuk mengingatkan diri sendiri bahwa di tengah hiruk pikuk kehidupan, masih ada tempat bagi jiwa untuk beristirahat.

Setelah meninggalkan kuil, matahari sudah lebih tinggi di langit. Jalanan mulai ramai. Kafe-kafe buka, dan suara lalu lintas kembali ke ritme kota yang biasa kita kenal.

Namun jauh di lubuk hati, aku masih menyimpan sedikit ketenangan pagi itu. Dan terkadang, hanya itu yang dibutuhkan untuk memulai minggu baru dengan lebih tenang.

Sumber: https://baophapluat.vn/cuoi-tuan-di-chua.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Pagoda Dia Tang Phi Lai

Pagoda Dia Tang Phi Lai

Mausoleum Ho Chi Minh

Mausoleum Ho Chi Minh

Warna

Warna