Bapak Tran Van Hoang, Direktur Bisnis Chao Show, mengatakan bahwa ide untuk program ini bermula pada Mei 2025, ketika tim ingin menciptakan produk wisata malam lainnya untuk Kota Ho Chi Minh, sekaligus mendekatkan budaya Vietnam kepada teman-teman internasional.
Tantangan terbesar bagi program ini adalah bagaimana melestarikan unsur-unsur tradisional sambil tetap dapat diakses oleh penonton modern. "Penonton sering berpikir bahwa program dengan nuansa tradisional cukup sulit untuk didengarkan atau diapresiasi. Oleh karena itu, Chào Show mencoba mendekatkan musik Vietnam kepada masyarakat dengan menyajikannya dengan cara yang lebih muda dan modern," ujar Bapak Hoang.
Keunikan Chào Show terletak pada kombinasi pertunjukan musik dan pengalaman kuliner sepanjang pertunjukan. Penonton dapat menikmati hidangan sambil menonton pertunjukan, dengan menu yang terinspirasi dari berbagai daerah di Vietnam, seperti bun cha Hanoi, cao lau Hoi An, dan hidangan khas dari wilayah Selatan.
Menurut perwakilan program tersebut, ini adalah model pengalaman multisensori. "Ketika pertama kali diluncurkan, banyak orang tidak dapat membayangkan apakah mereka akan pergi makan di luar atau menonton konser. Oleh karena itu, hal tersulit adalah menyelaraskan musik dan kuliner," kata Bapak Hoang.










Komentar (0)