
Sasaran
Aston Villa: Rogers (42'), Watkins (57', 73'), McGinn (89')
Liverpool: Van Dijk (52', 90'+2)
Susunan pemain inti
Aston Villa: Martinez, Matty Cash, Konsa, Torres, Digne, Tielemans, Lindelof, McGinn, Buendia, Rogers, Watkins.
Liverpool: Mamardashvili, Gomez, Konate, Van Dijk, Kerkez; Gravenberch, Curtis Jones, Mac Allister, Ngumoha, Szoboszlai, Gakpo.
Meskipun hanya tinggal beberapa hari lagi sebelum final Liga Europa melawan Freiburg, pelatih Unai Emery tetap menurunkan tim yang hampir berkekuatan penuh melawan Liverpool. Keputusan ahli strategi asal Spanyol itu dengan cepat membuahkan hasil karena Aston Villa memulai pertandingan secara proaktif dan menciptakan jalannya pertandingan dengan tempo cepat.
Di menit-menit awal, Ollie Watkins menggempur pertahanan Liverpool dengan kombinasi permainan bersama Morgan Rogers sebelum melepaskan tembakan yang memaksa kiper Giorgi Mamardashvili melakukan penyelamatan. Beberapa menit kemudian, striker Inggris itu semakin membuat khawatir para penggemar tuan rumah ketika ia terjatuh kesakitan di area penalti, tetapi ia masih mampu melanjutkan permainan.
Liverpool kemudian secara bertahap kembali mengendalikan permainan dan berhasil memasukkan bola ke gawang Aston Villa ketika Cody Gakpo berhasil mencetak gol dari bola rebound setelah tembakan Ryan Gravenberch. Namun, gol tersebut dianulir karena offside.
Dalam pertandingan yang ketat, Aston Villa lebih unggul dalam memanfaatkan peluang. Pada menit terakhir babak pertama, setelah tendangan sudut pendek, pertahanan Liverpool terus menunjukkan kurangnya soliditas dalam menghadapi bola mati, sehingga Morgan Rogers dapat melepaskan tembakan melengkung berbahaya untuk membuka skor bagi tim tuan rumah.
Di babak kedua, Liverpool menunjukkan karakter tim hebat dengan cepat menyamakan kedudukan. Dari tendangan bebas yang diambil oleh Dominik Szoboszlai, kapten Virgil van Dijk melompat tinggi untuk menyundul bola ke gawang Aston Villa, menyamakan skor menjadi 1-1 untuk tim tamu.
Tim asuhan pelatih Arne Slot bahkan hampir unggul tak lama kemudian ketika tembakan Rio Ngumoha membentur tiang gawang, dan Cody Gakpo gagal memanfaatkan peluang rebound.
Namun, titik balik pertandingan terjadi setelah kesalahan Szoboszlai di area tengah lapangan. Aston Villa melancarkan serangan balik cepat dan Morgan Rogers memberikan umpan terobosan sempurna bagi Ollie Watkins untuk lolos dan dengan tenang mencetak gol, mengembalikan keunggulan bagi tim tuan rumah.
Setelah kebobolan gol, Liverpool kehilangan soliditas pertahanan mereka. Aston Villa terus memberikan tekanan besar, dan jika bukan karena penampilan luar biasa kiper Mamardashvili, tim tamu bisa saja kebobolan lebih banyak gol lagi.
Meskipun demikian, tekanan tanpa henti Aston Villa akhirnya membuahkan hasil. Ollie Watkins menyelesaikan brace-nya dengan gol dari jarak dekat setelah serangkaian penyelamatan gemilang dari kiper Liverpool. Tak berhenti di situ, kapten John McGinn menutup penampilan impresif tim tuan rumah dengan tendangan melengkung indah ke sudut atas gawang.
Gol Virgil van Dijk pada menit ke-90+2, yang memperkecil selisih menjadi 2-4, hanyalah gol hiburan bagi Liverpool.
Kemenangan telak Aston Villa atas Liverpool tidak hanya mengamankan tempat mereka di lima besar Liga Premier, yang memberi mereka tempat di Liga Champions musim depan, tetapi juga memberikan dorongan moral yang besar menjelang final Liga Europa mendatang di Istanbul.
Ini juga merupakan salah satu dari sedikit kesempatan Aston Villa mengalahkan Liverpool dalam beberapa tahun terakhir, sehingga menegaskan kemajuan pesat mereka di bawah manajer Unai Emery.
Sementara itu, Liverpool belum bisa sepenuhnya aman dalam persaingan memperebutkan posisi empat besar di Liga Premier. Tim asuhan Arne Sloth harus menunggu hasil pertandingan antara Manchester City dan Bournemouth untuk menentukan keunggulan mereka sebelum putaran terakhir musim ini.
Sumber: https://nhandan.vn/da-bai-liverpool-aston-villa-gianh-ve-du-champions-league-post962545.html







Komentar (0)