TONTON KLIP:

Pada tanggal 25 Februari, Bapak Nguyen Thanh Binh, Direktur Pusat Rehabilitasi Narkoba Provinsi Soc Trang , menginformasikan bahwa total 191 siswa dari pusat tersebut telah melarikan diri.

Hingga pagi ini (25 Februari), aparat telah menangkap sekitar 70-80 orang buronan yang tersebar di sejumlah distrik, di mana 4 kasus diantaranya diserahkan secara sukarela ke pihak keluarga.

Menurut Bapak Binh, fasilitas tersebut menampung 419 mahasiswa, sebagian besar laki-laki. Saat para mahasiswa melarikan diri, fasilitas tersebut memiliki sekitar 20 penjaga dan staf.

Sebelumnya, sebuah akun media sosial bernama D.T. mengunggah video berdurasi 1 menit yang merekam sekelompok orang yang diyakini sebagai siswa panti rehabilitasi tersebut sedang melarikan diri. Menurut video tersebut, sekitar pukul 20.10 tanggal 24 Februari, kelompok tersebut singgah di sebuah rumah di pinggir jalan.

"Anak-anak itu datang untuk meminta air, dan mengatakan mereka tidak melakukan apa-apa, mereka hanya meminta air," ungkap pemilik video tersebut.

putaran 03.jpg
Sekelompok orang yang diyakini sebagai siswa pusat rehabilitasi narkoba yang melarikan diri berhenti di sebuah rumah di pinggir jalan untuk meminta air. Foto dipotong dari klip

Seperti yang dilaporkan, sekitar pukul 11 ​​pagi pada tanggal 24 Februari, di Pusat Rehabilitasi Narkoba Provinsi Soc Trang, terjadi konflik antara beberapa siswa yang berujung pada perkelahian.

Pihak berwenang kemudian mengundang para mahasiswa yang berkelahi untuk datang guna diperiksa, tetapi mereka tidak mematuhinya.

Sekitar pukul 17.00 di hari yang sama, banyak mahasiswa berkumpul dan berhamburan keluar gerbang panti rehabilitasi. Setelah itu, sekelompok orang ini berhasil mengalahkan pasukan keamanan panti rehabilitasi dan bergegas keluar untuk melarikan diri.

kejar 02.jpg
Pusat rehabilitasi narkoba di Soc Trang, tempat ratusan pelajar melarikan diri. Foto: V.Đ

Di fasilitas ini juga, pada tanggal 30 Agustus 2023, Polisi Kota Soc Trang menangkap Dang Ngoc Son (seorang pelajar yang menjalani rehabilitasi narkoba di fasilitas rehabilitasi narkoba provinsi Soc Trang) atas tindakan penyimpanan narkoba secara ilegal, menyita lebih dari 9 gram sabu.

Melalui penyelidikan, orang ini mengakui telah berkali-kali mengorganisir penggunaan narkoba bersama sejumlah pelajar lain dalam satu ruangan.

Hampir 200 mahasiswa rehabilitasi narkoba mengalahkan para penjaga, mendobrak pintu, dan melarikan diri. Satuan tugas fungsional Provinsi Soc Trang sedang mencari ratusan mahasiswa di fasilitas rehabilitasi narkoba di daerah tersebut yang melarikan diri.