
Ibu Le Thi Hien berdiri di samping taman bunga tempat kuncup-kuncup mulai terbentuk. Foto: DANG LINH
Pukul 7 pagi, saat embun masih menempel di dedaunan, Ibu Le Thi Hien, seorang warga Dusun An Khuong, Komune Chau Thanh, mulai menyirami kebun bunganya. Ribuan pot bunga marigold, bunga matahari, dan krisan tersusun rapi, tanamannya tumbuh subur dan hijau, dengan tunas bulat yang baru muncul. Ibu Hien mengatakan bahwa ia menyiram selama sekitar satu jam setiap pagi, beristirahat di siang hari, dan memeriksa sekitar kebunnya di sore hari, menyirami pot yang kering. "Saat ini, bunga-bunga sedang membentuk tunas; kita harus menjaga agar tanaman tetap sehat dan tunasnya bulat sehingga akan mekar indah sekitar tanggal 27 atau 28 Tết," kata Ibu Hien, sambil menyesuaikan pot marigold yang miring di bagian dasarnya.
Selain sawah seluas 5 hektar miliknya, pada liburan Tet kali ini, Ibu Hien menanam 150 pot krisan bunga matahari, 550 pot marigold (3 tanaman per pot), 400 pot morning glory dan krisan berlian, dan sekitar 2.800 pot marigold, masing-masing dalam jumlah kecil agar lebih mudah dijual. “Pelanggan sekarang menyukai variasi. Orang yang lebih tua lebih menyukai marigold tradisional, sementara orang yang lebih muda menyukai krisan berlian dan krisan bunga matahari karena terlihat rapi dan memiliki warna cerah. Dengan menanam banyak varietas, pelanggan memiliki banyak pilihan, sehingga lebih mudah dijual. Beberapa bunga dipetik dan dijual mulai tanggal 15 bulan ke-12 kalender lunar untuk membantu menutupi biaya pupuk dan pestisida,” kata Ibu Hien.
Selama bertahun-tahun, Dusun An Khuong telah menjadi pusat bunga Tet di provinsi An Giang . Setiap liburan Tet, penduduk dusun memasok pasar dengan lebih dari 250.000 keranjang berisi berbagai macam bunga. Varietas populer meliputi bunga matahari, marigold, krisan, bambu keberuntungan, dan berbagai krisan hias. Berkat beragam pilihan ini, bunga-bunga An Khuong tidak hanya dijual di dalam dusun tetapi juga di pasar distrik dan provinsi, serta daerah sekitarnya.
Tidak jauh dari rumah Ibu Hien, kebun bunga Ibu Dao My Duyen juga rimbun dan hijau, dengan tunas-tunas baru yang tertata rapi. Tahun ini, beliau menanam beberapa ratus pot bambu keberuntungan, krisan berdaun kasar, dan sekitar 8.000 pot bunga marigold. Yang menarik, beliau dan suaminya menciptakan daya tarik tersendiri dengan menanam bunga marigold dengan tujuh tangkai dalam satu pot besar. "Pot dengan tujuh tangkai terlihat penuh dan elegan, serta lebih awet karena semua tangkainya dirawat dengan cermat. Pelanggan sangat menyukai jenis ini, terutama bisnis atau mereka yang menempatkannya di depan toko mereka," kata Ibu Duyen.
Menurut Ibu Duyen, biaya input telah meningkat sekitar 20% tahun ini. “DAP sekarang sekitar 1,4 juta VND/karung, dibandingkan hanya 1,1 juta VND tahun lalu. Kalium juga naik menjadi 750.000 VND/karung. Media tanam, pot plastik, dan benih semuanya mengalami kenaikan harga. Petani di dusun ini memperkirakan harus sedikit menaikkan harga bunga untuk mendapatkan keuntungan,” kata Ibu Duyen.
Harga bunga marigold biasa tahun lalu sekitar 60.000 VND per pot, tetapi tahun ini bisa naik hingga 80.000 - 90.000 VND per pot. Pot besar berisi dua tanaman diperkirakan harganya sekitar 600.000 VND, sedangkan pot berisi 7 tanaman akan lebih mahal tergantung ukuran dan bentuk potnya. Adapun bunga krisan, harga grosirnya sekitar 60.000 VND per pasang, tetapi karena cuaca yang tidak menentu, dari 200 pot yang ditanamnya, hanya sekitar 100 yang bertahan hidup. Banyak pelanggan membeli bunga-bunga tersebut saat masih kuncup. "Mereka membelinya lebih awal untuk merawatnya, sebagai hobi. Menjual lebih awal membantu menghindari penumpukan stok menjelang Tết, sehingga mengurangi tekanan," kata Ibu Duyen.
Di komune Long Thanh, suasana budidaya bunga juga sangat ramai. Selain bunga marigold tradisional, Bapak dan Ibu Dao Canh Bich juga menanam 5.000 pot krisan merah tahun ini, varietas baru yang mereka coba untuk pertama kalinya. "Jika Anda terus menanam varietas lama yang sama, pelanggan akan bosan. Kita harus berinovasi; sesuatu yang baru akan membangkitkan rasa ingin tahu orang dan membuat mereka datang ke kebun kita untuk melihatnya," kata Bapak Bich. Untuk memastikan krisan tumbuh subur, ia menggunakan lampu listrik di malam hari untuk mengatur fotoperiod tanaman. "Krisan merah membutuhkan cahaya yang stabil. Penggunaan lampu membantu tanaman tumbuh merata dan kuncup muncul pada waktu yang tepat. Bunga-bunga baru saja membentuk kuncup sekarang, dan terlihat bagus; mereka akan indah saat mekar untuk Tết," jelas Bapak Bich.
Menurut para penanam bunga, diversifikasi varietas bukan hanya untuk memudahkan penjualan tetapi juga sebagai cara untuk mengurangi risiko. Ketika cuaca tidak dapat diprediksi atau satu jenis bunga mengalami masalah, masih ada varietas lain untuk mengimbanginya. Diversifikasi jenis, ukuran pot, dan metode penjualan—dari menjual lebih awal ketika bunga masih berupa kuncup hingga menjual ketika bunga mekar penuh—membantu menciptakan arus kas yang lebih fleksibel.
DANG LINH
Sumber: https://baoangiang.com.vn/da-dang-giong-hoa-tet-a475029.html






Komentar (0)