
Di banyak pusat olahraga , kelas bakat, dan klub keterampilan di kota Da Nang, suasananya sudah meriah sejak awal musim panas. Di tengah sorak sorai di lapangan basket, sesi latihan bela diri yang seru, atau kelas robotika, banyak anak-anak menikmati musim panas yang berbeda dari sekadar menghabiskan waktu dengan perangkat elektronik.
Keluarga Bapak Tran Van Quang (Kelurahan Hoa Xuan) mendorong kedua anak mereka untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sesuai minat dan kepribadian mereka. Putra sulungnya saat ini bermain basket, berenang, bermain catur, mengerjakan robotika, dan berlatih Taekwondo. Putri bungsunya sedang mempelajari seni bela diri tradisional bersama ibunya dan akan segera menekuni menggambar dan menjadi MC cilik.
Menurut Bapak Quang, tujuan keluarga mereka bukanlah agar anak-anak mereka banyak belajar, tetapi untuk menciptakan kesempatan bagi mereka untuk bereksperimen, mengeksplorasi diri, dan menemukan apa yang benar-benar cocok untuk mereka.
"Keluarga tidak memaksa anak-anak untuk mengikuti tren. Mereka akan diberi masa percobaan, dan jika mereka benar-benar menikmatinya, mereka akan melanjutkannya dalam jangka panjang. Tetapi begitu mereka telah membuat pilihan, mereka harus bertanggung jawab dan berusaha untuk menyelesaikannya hingga akhir," ujarnya.

Untuk putranya, ia memprioritaskan kegiatan yang mendorong perkembangan fisik dan intelektual. Sementara itu, keluarga tersebut mengarahkan putri mereka ke kegiatan yang berfokus pada seni dan keterampilan komunikasi untuk membantunya menjadi lebih percaya diri dan tegas.
"Saya tidak terlalu menekankan pada prestasi atau anak-anak saya harus langsung unggul. Yang paling saya harapkan adalah mereka mendapatkan lebih banyak pengalaman, menjadi lebih disiplin, dan menemukan kegembiraan dalam belajar," kata Bapak Quang.
Selain olahraga, banyak orang tua sekarang memprioritaskan mendaftarkan anak-anak mereka ke kegiatan seni musim panas seperti menari, menggambar, menyanyi, atau menjadi MC junior untuk membantu mereka mengembangkan emosi dan kemampuan ekspresif mereka.
Ibu Mai Anh Tuyet (Kelurahan Thanh Khe) mengatakan bahwa musim panas ini ia mendaftarkan putrinya ke kelas tari karena ia ingin putrinya memiliki lingkungan di mana ia dapat bersenang-senang sekaligus mengembangkan bakatnya.
"Putri saya sangat menyukai musik dan tari, jadi keluarga kami telah menciptakan kesempatan baginya untuk mengikuti kelas-kelas tersebut. Saya berharap dia akan menjadi lebih percaya diri, lebih tegas dalam berkomunikasi, dan mengembangkan keterampilan kerja tim yang lebih baik," kata Ibu Tuyet.

Menurut Ibu Tuyet, setelah mengikuti kelas tersebut beberapa waktu, putrinya menjadi lebih aktif dan proaktif dalam kehidupan sehari-hari. Di malam hari di rumah, ia akan memainkan musik dan mempraktikkan gerakan-gerakan yang telah dipelajarinya sendiri.
Selain kelas olahraga dan seni, program pelatihan STEM, robotika, dan pemrograman juga menjadi pilihan populer bagi orang tua selama musim panas.
Bapak Tran Duc Luong, Direktur YoungTech Lab JSC (Da Nang), mengatakan bahwa permintaan untuk kelas robotika musim panas ini meningkat tajam karena banyak orang tua ingin anak-anak mereka mendekati teknologi dengan cara yang proaktif dan kreatif.
"Dari kelas musim panas yang dulunya dianggap hanya untuk 'mengasuh anak', kini banyak orang tua mengharapkan anak-anak mereka mengembangkan pemikiran kritis, keterampilan, dan kemampuan beradaptasi di era digital," ujar Bapak Luong.

Menurut Bapak Luong, alih-alih hanya menggunakan telepon dan komputer untuk hiburan, anak-anak yang belajar Robotika dapat langsung merakit robot, memprogramnya, memeriksa kesalahan, dan meningkatkan produk mereka.
"Proses coba-coba tidak hanya membantu anak-anak mengembangkan pemikiran logis dan keterampilan pemecahan masalah, tetapi juga menumbuhkan kerja sama tim, komunikasi, dan pembelajaran proaktif," katanya.
Pak Luong percaya bahwa dalam konteks AI dan teknologi yang berkembang pesat, yang penting bukanlah apakah anak-anak menggunakan perangkat elektronik sejak dini atau terlambat, melainkan bagaimana mereka dibimbing untuk mendekati teknologi dengan cara yang kreatif dan positif. Selain itu, orang tua perlu menyeimbangkan penggunaan teknologi dengan aktivitas fisik, membaca, dan interaksi sosial untuk perkembangan holistik anak.
Bagi banyak anak, musim panas juga merupakan kesempatan untuk mencoba hal-hal baru yang tidak banyak mereka alami selama tahun ajaran. Tran Van Son, seorang siswa kelas tiga di SD FM (Da Nang), dengan antusias berbagi bahwa ia sangat menyukai kelas Robotika karena ia dapat langsung merakit dan mengendalikan model yang ia buat sendiri.

Saat ini, Son mengikuti lima kelas musim panas yang berbeda, tetapi dia tidak merasa tertekan. Sebaliknya, setiap kelas memberinya kesenangan tersendiri. Menurut Son, dia belajar cara memprogram robot, mengasah pemikiran logisnya melalui robotika, mengembangkan kesabaran dari bermain catur, dan mempelajari keterampilan bela diri dari kelas seni bela diri.
Hal yang paling disukai Sơn tentang musim panas adalah bisa berolahraga, bertemu teman, dan menemukan hal baru setiap hari. "Saya ingin melanjutkan studi Robotika karena saya ingin menciptakan robot cerdas untuk membantu orang di masa depan," kata bocah itu tentang mimpinya.
Mulai dari olahraga dan kelas seni hingga kursus teknologi, musim panas bukan hanya waktu untuk beristirahat, tetapi juga kesempatan bagi banyak anak untuk menemukan jati diri, mengembangkan minat mereka, dan tumbuh melalui pengalaman.
Sumber: https://baodanang.vn/da-dang-san-choi-he-giup-tre-phat-trien-toan-dien-3337894.html











Komentar (0)