Dalam kerangka program tersebut, kegiatan yang diadakan meliputi persembahan dupa di situs bersejarah Cua Bac, pengambilan foto kenangan, pertunjukan puisi, dan pertemuan keluarga. Ruang puisi "Lagu untuk Ibu" menjadi bagian utama, di mana puisi-puisi karya Ibu Le Hang Huan dibacakan, bersama dengan berbagi cerita dari kerabat dan teman, untuk lebih menggambarkan kehidupan spiritualnya.

Para hadirin terdiam sejenak sebelum setiap puisi yang dibacakan oleh Ibu Le Hang Huan.

Nyonya Le Hang Huan adalah istri dari "Jenderal Dua Bangsa" Nguyen Son (1908-1956). Beliau adalah adik perempuan dari penyair Le Hang Phuong (istri dari penulis dan peneliti budaya Vu Ngoc Phan).

Kehidupannya penuh dengan kesulitan; ia menjadi janda pada usia 30 tahun dan membesarkan lima anak sendirian. Pengalaman-pengalaman ini menjadi inspirasi bagi puisi-puisinya, dengan tema yang beragam mulai dari keluarga, tanah air, dan negara hingga persahabatan internasional. Beberapa karyanya telah diterbitkan di berbagai publikasi seperti Surat Kabar Tien Phong dan Surat Kabar Van Nghe.

Yang patut dicatat, ia menulis tentang Presiden Ho Chi Minh dengan penuh hormat dalam karya-karya seperti "Surat untuk Paman Ho," "Persembahan untuk Paman Ho," dan lain-lain; tentang peristiwa perang, dan tentang tokoh-tokoh internasional seperti pemimpin Kuba Fidel Castro dengan puisi "Salam, Fidel!" atau kosmonaut Soviet Gherman Titov dengan puisi "Terima Kasih, Titov." Puisi-puisi ini berkontribusi untuk mengungkapkan perspektif otentik dan kaya emosi dari seorang wanita yang hidup dan menulis selama periode pergolakan besar.

Nguyen Viet Hang (putri bungsu Le Hang Huan) berbagi: “Bagi saya, ruang yang didedikasikan untuk puisi bukan hanya kesempatan untuk membacakan bait-bait puisi, tetapi juga cara untuk lebih memahami kehidupan spiritual dan kenangan yang terkait dengan setiap puisi ibu saya. Keluarga berharap karya-karya ini tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dibagikan, sehingga generasi mendatang dapat lebih memahami kehidupan dan tahun-tahun yang dijalaninya.”

Ruang puisi dirancang agar terbuka dan intim, memungkinkan para peserta untuk secara langsung mengalami, mendengarkan, dan berbagi. Selain pembacaan puisi, program ini juga menampilkan puisi tentang ibu yang ditulis oleh para tamu, sebagai cara untuk melanjutkan warisan emosional yang ditinggalkan oleh Ibu Le Hang Huan.

Beberapa foto Ibu Hang Huan dan keluarganya dipajang di ruang puisi.

Peringatan ini bukan hanya kesempatan untuk apresiasi pribadi, tetapi juga berkontribusi untuk menghidupkan kembali nilai-nilai keluarga, kenangan, dan semangat masa lalu yang dilestarikan melalui puisi. Melalui ini, citra perempuan Vietnam selama dan setelah perang muncul dengan jelas, tangguh dan penuh kasih sayang.

    Sumber: https://www.qdnd.vn/van-hoa/doi-song/dac-sac-khong-gian-tho-loi-ca-gui-me-1033611