
Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen. Foto: EPA
Menurut sumber internasional, Partai Sosial Demokratik tengah-kiri Frederiksen telah mencapai kesepakatan koalisi dengan Partai Sosial Liberal, Partai Hijau, dan Partai Moderat. Berbicara pada konferensi pers di Kopenhagen pada 1 Juni, Frederiksen mengatakan bahwa ia telah melaporkan kepada Raja Frederik X bahwa negosiasi selama berminggu-minggu akhirnya membuahkan hasil, memungkinkan pembentukan pemerintahan baru.
Ibu Frederiksen juga menekankan bahwa pemerintah baru akan bertujuan untuk melayani rakyat Denmark saat ini, generasi mendatang, dan memperkuat perlindungan hewan – salah satu tema utama dalam kampanye pemilihan baru-baru ini. Program kebijakan spesifik pemerintah diharapkan akan diumumkan hari ini (2 Juni), sementara daftar menteri baru akan diumumkan pada 3 Juni.
Sejak pemilihan umum 24 Maret, politik Denmark mengalami kebuntuan karena partai-partai tidak mampu menyepakati koalisi pemerintahan. Kesepakatan yang baru saja dicapai ini mengakhiri salah satu negosiasi pembentukan pemerintahan terpanjang dalam sejarah negara tersebut, sekaligus mengakhiri periode ketidakstabilan politik yang berkepanjangan.
Namun, masa jabatan baru Frederiksen diprediksi akan menghadapi banyak tantangan. Hubungan dengan AS menjadi prioritas utama, terutama mengingat kontroversi yang sedang berlangsung seputar masa depan Greenland. Selain itu, pemerintah Denmark berada di bawah tekanan untuk memperkuat kemampuan pertahanannya dalam menghadapi ketidakpastian keamanan di Eropa, khususnya karena konflik di Ukraina terus berlanjut.

Dalam pemilihan baru-baru ini, Partai Sosial Demokratik tengah-kiri Frederiksen mempertahankan posisinya sebagai partai terbesar di parlemen dengan 38 kursi, tetapi mencatat hasil terlemahnya sejak tahun 1903. Foto: DW.
Dalam pemilihan umum baru-baru ini, Partai Sosial Demokrat mempertahankan posisinya sebagai partai terbesar di parlemen dengan 38 kursi, tetapi mencatat hasil terlemahnya sejak tahun 1903. Meningkatnya biaya hidup, melonjaknya harga perumahan, dan kontroversi seputar kebijakan imigrasi yang keras telah mengikis dukungan terhadap partai yang berkuasa.
Setelah upaya oposisi sayap kanan tengah untuk membentuk koalisi gagal, Frederiksen kembali mengendalikan negosiasi dan berhasil menggalang kekuatan sayap kiri tengah. Para pengamat percaya bahwa peralihan dari koalisi multi-partai yang luas ke koalisi sayap kiri tengah dapat mengarah pada kebijakan Denmark yang lebih progresif di masa depan, khususnya di bidang kesejahteraan sosial, lingkungan, dan hak-hak hewan.
Ngoc Lien
Sumber: https://baothanhhoa.vn/dan-mach-dat-thoa-thuan-thanh-lap-chinh-phu-lien-minh-moi-cham-dut-be-tac-chinh-tri-289656.htm







Komentar (0)