
Pada malam tanggal 1 Juni, hampir 10 minggu setelah pemilihan parlemen pada tanggal 24 Maret, Perdana Menteri sementara Mette Frederiksen memberitahukan kepada Raja Frederik X tentang rencananya untuk membentuk pemerintahan koalisi kiri-tengah. Koalisi baru ini meliputi Partai Sosial Demokrat, Partai Rakyat Sosialis (SF), Partai Liberal Radikal, dan Partai Moderat.
Keluarga kerajaan Denmark menyatakan bahwa Raja Frederik X telah meminta Frederiksen untuk membentuk pemerintahan baru berdasarkan kesepakatan yang telah dicapai.
Perdana Menteri Frederiksen diperkirakan akan mempresentasikan platform dan agenda pemerintah pada tanggal 2 Juni. Tercapainya kesepakatan koalisi mengakhiri kebuntuan berkepanjangan setelah pemilihan parlemen.
Partai Sosial Demokrat Frederiksen tetap menjadi kekuatan terbesar setelah pemilihan, meskipun mengalami penurunan suara yang signifikan.
Namun, baik blok politik tradisional Denmark, yaitu blok kiri-hijau dan blok sipil-konservatif, tidak berhasil memperoleh mayoritas yang jelas untuk membentuk pemerintahan sendiri.
Sebelumnya, upaya pertama Frederiksen untuk membentuk pemerintahan telah gagal.
Selanjutnya, upaya pencarian koalisi yang diprakarsai oleh politisi liberal sayap kanan Troels Lund Poulsen juga terbukti tidak berhasil, sehingga Frederiksen kembali menjadi pusat negosiasi.
Mantan Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Lars Lokke Rasmussen terus memainkan peran kunci dalam proses negosiasi. Dengan partainya yang moderat, Rasmussen telah terlibat dengan kedua faksi politik dan dua kali menyebabkan negosiasi koalisi gagal.
Bergabungnya Partai Moderat, yang dipimpin oleh Frederiksen, ke dalam koalisi pada akhirnya dipandang sebagai faktor penentu dalam memecahkan kebuntuan politik. Pemerintahan baru ini akan memiliki banyak tugas mendesak yang harus diselesaikan.
Salah satu prioritasnya adalah menyelesaikan krisis diplomatik dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump terkait Greenland. Selain itu, Kopenhagen juga harus segera memperkuat kemampuan militernya dalam konteks konflik Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung, yang terus berdampak besar pada lingkungan keamanan Eropa.
Berlanjutnya masa jabatan Frederiksen sebagai Perdana Menteri menunjukkan bahwa Partai Sosial Demokrat tetap memegang peran sentral dalam politik Denmark, meskipun hasil pemilu mencerminkan semakin meningkatnya fragmentasi sistem partai dan perlunya kompromi yang lebih besar dalam proses pembentukan pemerintahan.
Sumber: https://nhandan.vn/dan-mach-thanh-lap-chinh-phu-lien-minh-4-dang-post966464.html








Komentar (0)