Anak muda menggunakan selai dan kacang-kacangan sisa dari Tahun Baru Imlek untuk membuat "permen kebahagiaan."
Mengirimkan cinta
Selama tiga tahun terakhir, setelah Tết (Tahun Baru Imlek), Ibu Nguyen Thi Dung (Loc Thuy, Phu Loc) telah membuat "permen kebahagiaan." Bagi Ibu Dung, ini adalah sebuah hobi; beliau tidak hanya memanfaatkan sisa selai buah dan kacang dari Tết, tetapi setiap batang permen juga membawa harapan baik dan keberuntungan bagi keluarga dan orang-orang terkasihnya.
Ibu Dung berbagi: “Dari apa yang saya pelajari, 'permen kebahagiaan' disebut nougat. Terbuat dari bahan-bahan yang harum, kaya rasa namun tidak terlalu manis, kenyal, dan bergizi, permen ini membantu mereka yang memakannya merasa rileks dan lebih ceria. Selain itu, permen kebahagiaan juga digunakan untuk disajikan kepada tamu di pernikahan Prancis kuno. Mungkin itulah mengapa jenis permen ini melambangkan keberuntungan dan merupakan harapan untuk kebahagiaan yang berlimpah.”
Permen-permen ini dimaksudkan untuk membawa keberuntungan dan kedamaian.
Selain itu, harapan yang diungkapkan dalam jenis permen ini juga disampaikan melalui kacang-kacangan yang digunakan, karena dalam budaya Barat, setiap jenis kacang melambangkan berkah yang berbeda. Ibu Dung berkata: "Bisa jadi almond, yang membawa keberuntungan dan kedamaian, atau kenari, yang melambangkan kesehatan dan umur panjang... Ketika diperkenalkan ke Vietnam, bersamaan dengan pencampuran dan modifikasi bahan-bahan utama, kacang-kacangan yang digunakan untuk membuat permen kebahagiaan juga menjadi lebih beragam, termasuk buah-buahan dan kacang kering yang merupakan ciri khas daerah tropis."
Siapa pun bisa membuat "permen bahagia," terutama anak muda, karena video dan tutorial detail tentang cara membuat permen jenis ini mudah ditemukan di forum memasak dan media sosial. Menurut Ibu Dung, meskipun ada berbagai variasi, permen bahagia tetap sangat mudah dibuat. "Selain kacang-kacangan dan berbagai selai, untuk membuat permen bahagia, Anda hanya membutuhkan mentega tawar, susu bubuk, dan marshmallow. Ini adalah bahan-bahan penting yang membantu mengikat kacang dan selai bersama-sama, serta memberikan permen tersebut rasa yang kaya, manis, dan menggugah selera," katanya.
kumpulan permen musim semi
Tran Nguyen Kieu Trinh (Jalan Truong Chinh, Kota Hue ) berkata: “Keluarga saya biasanya menyajikan biji semangka, biji labu, kismis, selai buah, dan kacang mete kepada tamu selama Tết. Oleh karena itu, ketika membuat 'permen kebahagiaan', saya menggunakan semua jenis kacang dan selai daripada membeli bahan tambahan. Bagi saya, membuat 'permen kebahagiaan' adalah cara untuk menciptakan suguhan yang lezat sekaligus menghemat uang, menghindari pemborosan kacang dan selai yang seharusnya diberikan kepada tamu setelah Tết.”
Membuat marshmallow itu sederhana tetapi membutuhkan perhatian yang cermat terhadap detail, pengaturan waktu, dan pengendalian panas. Pertama, lelehkan mentega tawar, lalu tambahkan marshmallow dan aduk terus menerus dan merata. Kieu Trinh berkata: “Setelah mentega tawar dan marshmallow tercampur rata, saya menambahkan susu bubuk dan mengaduknya hingga rata. Terakhir, saya menambahkan semua biji melon, biji labu, kismis, selai buah, dan kacang mete. Pada titik ini, selain memiliki tangan yang cekatan dan mengendalikan panas dengan hati-hati, Anda harus sangat teliti untuk mencegah marshmallow gosong dan memastikan selai dan kacang tercampur merata.”
Permen kebahagiaan harus digulung di atas kertas perkamen selagi masih hangat untuk memastikan hasil akhir yang rata, halus, dan sempurna. Setelah permen dingin, cukup dinginkan di lemari es selama 1-2 jam sebelum dipotong menjadi potongan-potongan kecil.
Selain ekonomis dan mencegah pemborosan selai dan kacang setelah Tết (Tahun Baru Imlek), serta menjadi camilan lezat dan bergizi, "permen kebahagiaan" juga telah menjadi hadiah musim semi yang bermakna bagi kaum muda untuk diberikan kepada keluarga dan teman. Kieu Trinh menceritakan: "Batch pertama permen yang saya buat sangat canggung; permennya tidak halus dan rata. Tetapi dengan batch berikutnya, saya menjadi lebih percaya diri untuk memberikannya kepada kerabat dan teman. Saya hanya berharap bahwa, seperti namanya, 'permen kebahagiaan' akan membawa kebahagiaan, kedamaian, dan kehangatan kepada orang-orang yang saya cintai."
Berbeda dengan Kieu Trinh yang membuat permen untuk keluarganya, Ibu Dung juga menerima pesanan selai dan kacang-kacangan untuk membuat "permen bahagia" bagi keluarga yang membutuhkan. Menurut Ibu Dung, ini adalah cara untuk menghindari pemborosan makanan setelah Tet (Tahun Baru Imlek), sekaligus memberinya penghasilan dan memungkinkan pelanggan untuk menikmati permen manis dan lezat yang terbuat dari selai dan kacang-kacangan dari perayaan Tet-nya sendiri.
Ibu Dung berbagi: "Baik saya menerima pesanan untuk membuat permen atau tidak, saya tetap ingin menyebarkan pesan bermakna dari jenis permen ini kepada semua orang. Karena, terlepas dari upaya yang teliti dan bahkan terkadang kecanggungan dalam pembuatannya, 'permen bahagia' ini, seperti namanya, membawa kehangatan, keyakinan, dan harapan di awal tahun baru."
Teks: Mai Hue - Foto: Thanh Van
Sumber






Komentar (0)