
Setelah mencoba berbagai model peternakan tetapi mendapati hasilnya tidak konsisten dan berisiko, pada Mei 2025, Bapak Le Truong Luu memutuskan untuk beralih ke budidaya cerpelai belang di lahan pertaniannya seluas hampir 6 hektar di daerah perbukitan desa Tram Bang, komune Duc Tho.
Awalnya, ia berinvestasi dalam 60 set penangkaran cerpelai dengan total kawanan 180 ekor, termasuk 60 jantan dan 120 betina, dengan total biaya sekitar 4,8 miliar VND. Hingga saat ini, setelah lebih dari setahun perawatan, model tersebut menunjukkan tanda-tanda positif, dengan 10 cerpelai betina telah melahirkan anak pertama mereka, dan sekitar 80 lainnya saat ini sedang hamil dan menunggu untuk bereproduksi.

Untuk memperoleh teknik pembiakan, Bapak Luu secara proaktif mencari informasi melalui buku, surat kabar, internet, dan langsung mengunjungi banyak model pembiakan yang sukses di dalam dan luar provinsi untuk belajar dari pengalaman mereka. Berkat perawatan yang tepat, kawanan cerpelainya berkembang pesat, dan tingkat perkembangbiakannya tinggi.
Menurut Bapak Luu, musang belang sangat mudah beradaptasi dan kurang rentan terhadap penyakit jika dirawat dengan benar. Makanan utama mereka terdiri dari pisang, pepaya matang, bubur, dan ikan nila, sehingga memungkinkan pemanfaatan sumber daya lokal yang mudah didapat dan mengurangi biaya investasi.

Lumbung-lumbung tersebut dirancang untuk memastikan kesejukan di musim panas dan kehangatan di musim dingin.
Untuk memastikan kawanan cerpelai berkembang biak, ia membangun sistem kandang tertutup seluas kurang lebih 1.000 m², yang dirancang agar berventilasi baik di musim panas dan terlindung dari angin kencang di musim dingin. Area penangkaran dibersihkan secara teratur untuk meminimalkan wabah penyakit dan menciptakan lingkungan hidup yang stabil bagi hewan-hewan tersebut.
"Beternak cerpelai membutuhkan investasi awal yang signifikan, tetapi keuntungan ekonominya tinggi. Satu set induk yang terdiri dari satu jantan dan dua betina saat ini harganya sekitar 80 juta VND. Cerpelai berkembang biak dua kali setahun, dengan 2-4 anak per kelahiran, sehingga potensi pengembangannya sangat besar," ujar Bapak Luu.

Selain dijual sebagai bibit unggul, yang tidak memenuhi standar dialihkan ke peternakan komersial. Saat ini, harga cerpelai belang hasil peternakan komersial berkisar antara 1,6 hingga 1,8 juta VND/kg, dengan permintaan yang cukup stabil.
Ibu Nguyen Thi Thanh Tieu, Ketua Asosiasi Petani Komune Duc Tho, menilai: "Dalam konteks daerah yang berfokus pada pengembangan ekonomi pedesaan ke arah modern, model pembiakan cerpelai belang yang dipelopori Bapak Luu merupakan arah baru yang bernilai ekonomi dan sesuai dengan kondisi setempat."

Melalui keputusan investasi yang berani, Bapak Le Truong Luu secara bertahap mengubah lereng bukit yang tandus menjadi peternakan skala besar. Hal ini tidak hanya memberikan penghasilan bagi keluarganya, tetapi model ini juga membuka peluang pembangunan ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Sumber: https://baohatinh.vn/dau-tu-tien-ty-nuoi-chon-soc-sinh-san-post310948.html











Komentar (0)