
Para wisatawan mengambil foto kenang-kenangan di gerbang masuk kota kuno Dali.
Arsitektur kuno, ciri khas budaya kelompok etnis Bach.
Pada pertengahan Desember 2025, saat mendampingi tim survei pariwisata dari Vinh Hy Resort, provinsi Khanh Hoa, kami berkesempatan mengunjungi dan menjelajahi kota kuno Dali – sebuah kota dengan sejarah dan budaya yang panjang di provinsi Yunnan, Tiongkok.
Berdasarkan pengamatan, arsitektur Kota Kuno Dali cukup unik, perpaduan antara gaya Tionghoa Han dan ciri arsitektur khas suku Bai – sebuah kelompok etnis minoritas terkenal yang sebagian besar tinggal di sini.

Kota Kuno Dali
Benteng kuno ini dikelilingi oleh sistem tembok yang kokoh dan empat gerbang besar. Yang paling menonjol adalah Gerbang Selatan yang megah, dibangun dari batu dengan atap lengkung tradisional, melambangkan keberadaan benteng yang abadi.
Tiga Pagoda Kuil Chongsheng adalah simbol spiritual dan arsitektur paling terkenal di Dali. Ketiga pagoda kuno tersebut, yang tertinggi adalah Pagoda Tianxun, yang dibangun pada abad ke-9, merupakan bukti periode kejayaan Buddhisme.
Di sepanjang jalan berbatu, pengunjung dapat mengagumi rumah-rumah kayu tradisional yang dibangun dengan gaya "Tam Phong Nhat Chieu Bich" (Tiga rumah mengelilingi dinding pembatas).

Tembok kuno Kota Tua Dali.

Sebuah jalan yang dipenuhi dengan rumah-rumah tua beratap melengkung.
Rumah-rumah ini biasanya dicat dominan putih (melambangkan kelompok etnis Bai) dipadukan dengan ubin hitam, jendela berukir rumit, dan dinding pembatas dekoratif yang dihiasi dengan pola, lukisan alam, atau kaligrafi, yang menunjukkan kecanggihan seni dan budaya lokal.
Budaya unik dan cara hidup tradisional
Menurut pemandu wisata internasional Kim Hy (dari Tiongkok): Dali tidak hanya menawarkan pemandangan yang indah, tetapi pengunjung juga dapat merasakan budaya Bai yang semarak. Jalan Fuxing, jalan utama yang ramai, adalah tempat pengunjung dapat berjalan-jalan melewati toko-toko yang menjual kerajinan tangan, kain brokat, perak, dan produk lokal.
Terutama di malam hari, kota tua ini menjadi semakin romantis dan meriah dengan bar-bar, kedai teh, dan musik rakyat tradisionalnya.


Jalan itu dipenuhi dengan kios-kios yang menjual kain brokat dengan berbagai motif.
Selain Tiga Pagoda, Dali juga merupakan pusat budaya Buddha. Banyak kuil dan tempat suci kuno, seperti Kuil Chong Sheng dan Pagoda Chaoyang (miniatur Lapangan Tiananmen Yunnan), masih terpelihara, menawarkan suasana yang tenang dan mistis.
"Jika Anda mengunjungi Dali di musim semi (sekitar Maret-April dalam kalender lunar), Anda akan berkesempatan untuk berpartisipasi dalam Pasar Malam Maret, salah satu festival tradisional terbesar masyarakat Bai, dengan berbagai kegiatan seperti pacuan kuda, panahan, nyanyi dan tari rakyat, serta bursa barang," kata pemandu wisata Kim Hy.

Agensi ini juga terkenal sebagai negeri mawar.

Pakaian tradisional kelompok etnis lokal dijual di jalanan.
Keindahan "angin, bunga, salju, dan bulan"
Dali sering digambarkan sebagai negeri "angin, bunga, salju, dan bulan," berkat pemandangan alamnya yang puitis dan megah.
Terletak di kaki Pegunungan Cangshan yang megah dan menghadap Danau Erhai yang indah, kota kuno Dali memiliki lokasi yang sangat strategis. Danau Erhai, dengan airnya yang jernih, dikenal sebagai "permata dataran tinggi," menawarkan suasana romantis dan tenang. Pengunjung dapat bersepeda di sekitar danau untuk menikmati udara segar dan pemandangan yang indah.
Kota kuno Dali menjadi semakin terkenal ketika menjadi lokasi syuting utama serial televisi klasik "Tian Long Ba Bu" (diadaptasi dari novel karya Jin Yong), yang mendorong banyak penggemar untuk berkunjung dan "berjalan kembali ke masa lalu" ke dunia seni bela diri yang romantis.

Kota Kuno Dali

Rumah-rumah kayu selalu menjadi daya tarik yang memikat wisatawan.
Kota kuno Dali merupakan perpaduan antara keindahan berusia ribuan tahun, budaya beragam suku Bai, dan kekayaan alam. Kunjungi Dali untuk merasakan suasana yang semarak, di mana setiap jalan dan setiap atap rumah menceritakan kisah kerajaan kuno yang pernah berjaya.
Sumber: https://baovanhoa.vn/du-lich/den-van-nam-kham-pha-van-hoa-lich-su-thanh-co-dai-ly-188963.html






Komentar (0)