Dia berkata
Tempat ini adalah negeri seribu pohon pinus.
Pohon-pohon di kota berumur seratus tahun, sedangkan pohon-pohon di hutan berumur seribu tahun.
Tiba-tiba, musim semi datang dengan tunas baru dan daun-daun segar.
Aku sudah dewasa tapi belum pernah bepergian jauh.
Dia berkata
Tempat ini adalah negeri seribu bunga.
Kelopak bunga mimosa yang dipegang di tangan
bunga lokal dan bunga impor
Di tengah keharuman alam, bunga Lay bermekaran dengan lebat.
Dia berkata
Tempat ini adalah negeri seribu awan.
Dari puncak Gunung Langbian, awan turun ke jalanan.
Awan dari zaman kuno
Terbanglah ke kuil-kuil dan vila-vila megah.
Tanah ini, tiba-tiba ia teringat.
Da Lat itu kamu - jangan sampai salah paham.
Pagi ini, ada sesuatu yang belum saya katakan.
Dia berkelana ke Lembah Cinta.

Foto: Ba Duy
Ombak laut
Gelombang sebelum laut, cintaku
Tiba-tiba itu menjadi sebuah kenangan.
Gelombang dari dalam hati
Ombak menghantam pantai kehidupannya.
Aku mencintaimu saat kita masih muda.
Lupakan ombak yang cepat menghilang.
Laut di bulan Mei biasanya bergelombang.
Ombaknya masih berwarna putih dan mencapai kepala kami.
Atau apakah cinta kita telah memudar?
Menghabiskan seluruh garam dari lautan.
Ombak asin di sepanjang pantai berpasir
Oh, waktu, bagaikan ombak!

Foto: Ba Duy
Puisi Tongkat Bambu
Temukan puisi tentang tongkat bambu karya Yen Tu.
Malam dipenuhi dengan pikiran dan kata-kata yang tak terhitung jumlahnya.
Cahaya Bulan Hoa Yen, merujuk pada warna hijau.
Apa kata angin, wahai rumpun bambu kecil?
Carilah gambar Raja yang sedang mendaki gunung tinggi sambil bersandar pada tongkat.
Memahat patung Raja di puncak gunung
Ada sebatang ranting dari rumpun bambu itu.
Dahulu kala, saya melakukan perjalanan ke sudut paling selatan negeri ini.
Batu-batu yang berbentuk telinga kucing mengikis jalan menuju gerbang Buddha.
Inilah Ketidakadilan, Satu Atap, Pelestarian, Langit Berawan…
Malam ini, begitu banyak wajah berdiri dengan penuh hormat.
Tongkat bambu di bawah gua pinus, atap pagoda yang ditutupi lumut.
Saya pergi ke Pagoda Dong dan lupa memakan persembahannya.
Aku ingat kau berdiri sendirian di tepi kolam tempat bambu tumbuh.
Temukan puisi tentang
Mari kita bernyanyi bersama, sayangku.

Foto: Ba Duy
Sumber: https://thanhnien.vn/dieu-em-chua-noi-ve-da-lat-185260614082710356.htm






