1. Sertifikat kepemilikan tanah yang diterbitkan secara tidak benar: Koreksi atau penerbitan ulang?
Secara spesifik, Pasal 106 Undang-Undang Pertanahan Tahun 2013 mengatur hal-hal berikut mengenai koreksi dan pencabutan sertifikat penggunaan lahan yang telah diterbitkan:
(1) Otoritas yang berwenang menerbitkan Sertifikat bertanggung jawab untuk mengoreksi Sertifikat yang diterbitkan yang mengandung kesalahan dalam kasus-kasus berikut:
- Terdapat kesalahan dalam informasi mengenai nama, dokumen hukum atau data pribadi, dan alamat pengguna tanah atau pemilik properti yang melekat pada tanah tersebut, dibandingkan dengan dokumen hukum atau data pribadi pada saat Sertifikat diterbitkan kepada orang tersebut;
- Terdapat perbedaan informasi mengenai bidang tanah dan aset yang melekat pada tanah tersebut dibandingkan dengan berkas deklarasi pendaftaran tanah dan aset yang telah diperiksa dan dikonfirmasi oleh instansi pendaftaran tanah.
(2) Negara akan mencabut Sertifikat yang diterbitkan dalam kasus-kasus berikut:
- Negara akan mengambil kembali seluruh area tanah yang tercantum dalam sertifikat tanah yang diterbitkan;
- Menerbitkan ulang atau mengganti sertifikat yang telah diterbitkan sebelumnya;
- Pengguna lahan dan pemilik aset yang terikat pada pendaftaran tanah, perubahan lahan dan aset yang terikat pada lahan yang memerlukan penerbitan Sertifikat Hak Penggunaan Lahan, Kepemilikan Rumah dan Aset Lain yang Terikat pada Lahan yang baru;
- Sertifikat yang diterbitkan tanpa kewenangan yang tepat, kepada pengguna lahan yang salah, dengan luas lahan yang tidak sesuai, tidak memenuhi syarat, atau dengan tujuan penggunaan lahan, jangka waktu, atau asal usul yang tidak sesuai dengan ketentuan hukum pertanahan, kecuali dalam kasus di mana penerima sertifikat telah mengalihkan hak penggunaan lahan atau kepemilikan aset yang melekat pada lahan sesuai dengan hukum pertanahan.
Pencabutan Sertifikat yang diterbitkan dalam kasus ini akan dilakukan oleh otoritas yang berwenang yang menerbitkan Sertifikat Hak Penggunaan Lahan, Kepemilikan Rumah dan Aset Lain yang Melekat pada Lahan sebagaimana diatur dalam Pasal 2 keputusan tersebut, setelah adanya kesimpulan yang dicapai oleh lembaga pemeriksa pada tingkat yang sama, dan dokumen yang sah dari lembaga negara yang berwenang mengenai penyelesaian sengketa tanah.
Oleh karena itu , tergantung pada kasus spesifiknya, sertifikat hak milik tanah yang diterbitkan secara tidak benar akan dicabut atau informasinya dikoreksi. Jika terdapat kesalahan dalam informasi, koreksi akan dilakukan; jika diterbitkan tanpa wewenang yang tepat, kepada pengguna tanah yang salah, atau dengan luas yang tidak sesuai, dan lain sebagainya, maka akan diterbitkan ulang.
2. Wewenang untuk menerbitkan sertifikat kepemilikan tanah
Berdasarkan Pasal 105 Undang-Undang Pertanahan Tahun 2013, kewenangan untuk menerbitkan Sertifikat Hak Penggunaan Tanah, Kepemilikan Rumah dan Aset Lain yang Melekat pada Tanah diatur sebagai berikut:
- Komite Rakyat di tingkat provinsi menerbitkan Sertifikat Hak Penggunaan Lahan, Kepemilikan Rumah dan Aset Lain yang Melekat pada Lahan kepada organisasi, lembaga keagamaan; warga negara Vietnam yang tinggal di luar negeri, perusahaan dengan modal investasi asing yang melaksanakan proyek investasi; dan organisasi asing dengan fungsi diplomatik .
Komite Rakyat provinsi berwenang untuk mendelegasikan kepada Dinas Sumber Daya Alam dan Lingkungan provinsi wewenang untuk menerbitkan Sertifikat Hak Penggunaan Lahan, Kepemilikan Rumah dan Aset Lain yang Melekat pada Lahan.
- Komite Rakyat di tingkat distrik menerbitkan Sertifikat Hak Penggunaan Lahan, Kepemilikan Rumah dan Aset Lain yang Melekat pada Lahan kepada rumah tangga, individu, komunitas perumahan, dan warga negara Vietnam yang tinggal di luar negeri yang memiliki rumah yang melekat pada hak penggunaan lahan di Vietnam.
- Untuk kasus-kasus di mana Sertifikat Hak Penggunaan Lahan, Sertifikat Kepemilikan Rumah, atau Sertifikat Kepemilikan Bangunan telah diterbitkan, dan hak-hak pengguna lahan atau pemilik aset yang melekat pada lahan tersebut sedang dilaksanakan, atau di mana Sertifikat Hak Penggunaan Lahan, Kepemilikan Rumah, atau Kepemilikan Bangunan tersebut sedang diperbarui atau diterbitkan ulang, Departemen Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup akan menangani masalah tersebut sesuai dengan peraturan Pemerintah .
Sumber






Komentar (0)