Mengatasi kekurangan, keterbatasan, dan “hambatan”
Kementerian Keuangan menyatakan bahwa, sesuai rencana awal, Undang-Undang Pengganti Undang-Undang tentang Pengelolaan dan Penggunaan Modal Negara yang Diinvestasikan dalam Kegiatan Produksi dan Usaha pada Badan Usaha (UU No. 68/2025/QH15) akan berlaku efektif mulai 1 Januari 2026. Namun, dengan semangat untuk segera mengatasi kesulitan dan hambatan, memaksimalkan sumber daya BUMN yang ada guna mencapai target pertumbuhan 8% pada tahun 2025, dan menciptakan momentum pertumbuhan dua digit pada tahun-tahun berikutnya, Pemerintah menyetujui dan mengarahkan Kementerian Keuangan untuk menyampaikan kepada DPR agar mempercepat pelaksanaan Undang-Undang tersebut mulai 1 Agustus 2025.
Oleh karena itu, untuk melaksanakan Undang-Undang No. 68/2025/QH15, Kementerian Keuangan telah melaporkan kepada para pimpinan Pemerintah daftar dokumen yang merinci pelaksanaan Undang-Undang tersebut, termasuk 5 Peraturan Pemerintah. Menurut Kementerian Keuangan, agar Peraturan Pemerintah yang berlaku bersamaan dengan Undang-Undang tersebut dapat segera diterbitkan, para pimpinan Pemerintah telah mengizinkan penerapan prosedur yang disederhanakan dalam penyusunan dan penerbitan Peraturan Pemerintah yang merinci Undang-Undang tersebut.
Pimpinan Kementerian Keuangan mengatakan bahwa rancangan Peraturan Pemerintah ini telah sepenuhnya melembagakan pandangan dan kebijakan Partai dan Negara terkait inovasi, restrukturisasi, dan pengembangan badan usaha milik negara dan badan usaha bermodal negara; mengatasi kekurangan, keterbatasan, dan "hambatan" yang selama ini ada. Secara khusus, rancangan ini mewarisi peraturan terkait ekuitisasi badan usaha, sekaligus mengubah dan melengkapi sejumlah isi rencana tata ruang pascaekuitisasi, yang mewajibkan badan usaha yang telah diekuitisasi untuk mendaftarkan transaksinya di Bursa Efek guna mematuhi peraturan tentang pengelolaan dan pemanfaatan aset publik, peraturan Undang-Undang Efek, dan sebagainya.
Rancangan Peraturan Pemerintah ini pada dasarnya mewarisi peraturan yang berlaku saat ini mengenai konversi perusahaan dengan modal negara 100% menjadi perseroan terbatas dengan dua anggota atau lebih, mengenai pengalihan modal negara yang ditanamkan pada perusahaan saham gabungan, perseroan terbatas dengan dua anggota atau lebih, mengenai pengalihan hak untuk mewakili kepemilikan modal negara pada perusahaan, mengenai penggabungan, peleburan, pemisahan, dan pembubaran perusahaan. Rancangan Peraturan Pemerintah ini juga memberikan panduan khusus mengenai pembubaran perusahaan pertanian dan kehutanan dengan modal negara 100% sesuai dengan peraturan pengelolaan keuangan seperti badan usaha lainnya, kemudian menentukan sisa dana untuk mengajukan permohonan dukungan dari anggaran pendapatan dan belanja negara.
Di samping itu, Rancangan Peraturan Pemerintah ini menambahkan ketentuan tentang penetapan nilai yang timbul dari sewa hak guna usaha tanah tahunan pada harga awal; Menambahkan ketentuan tentang pengalihan proyek penanaman modal, modal, dan aset antar badan usaha; pengalihan hak pembelian saham, hak memesan efek terlebih dahulu untuk membeli saham, dan hak untuk membeli penyertaan modal sebagai dasar pelaksanaan.
Perusahaan proaktif dalam menggunakan sumber modal.
Menurut perwakilan Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Negara (Kementerian Keuangan), Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pengelolaan dan Penanaman Modal Negara telah mengatur secara jelas isi terkait penanaman modal, pengelolaan, dan pembagian keuntungan. Secara spesifik, Rancangan Peraturan Pemerintah ini menyederhanakan prosedur administratif dalam hal pengajuan usulan keputusan kebijakan penanaman modal. Dalam hal pengajuan usulan keputusan kebijakan penanaman modal berada di bawah kewenangan badan perwakilan pemilik, pengajuan usulan keputusan kebijakan penanaman modal tidak diperlukan. Dalam hal pengajuan usulan keputusan penanaman modal berada di bawah kewenangan Dewan Komisaris atau Direksi perusahaan, Dewan Komisaris atau Direksi perusahaanlah yang berwenang menetapkan tata cara pengambilan keputusan penanaman modal perusahaan.
Pemimpin Kementerian Keuangan menegaskan, dengan ketentuan tersebut di atas, rancangan Peraturan Pemerintah tersebut telah mengatur desentralisasi kewenangan untuk memutuskan penanaman modal negara pada badan usaha, dengan memastikan bahwa penggunaan sumber modal internal badan usaha didesentralisasikan kepada Direksi atau Ketua yang merupakan wakil dari modal negara pada badan usaha.
Selain itu, BUMN juga diberikan otonomi yang lebih besar dengan diberi wewenang untuk menerbitkan strategi pengembangan dan rencana bisnis tahunan. Sebelumnya, strategi pengembangan dan rencana bisnis tahunan diterbitkan oleh badan perwakilan pemilik. Namun, rancangan Peraturan Pemerintah ini telah memberikan wewenang ini kepada perusahaan, yang memungkinkan mereka untuk menerbitkan strategi pengembangan 5 tahun dan 10 tahun serta rencana bisnis tahunan, sehingga menghilangkan hambatan terkait keterlambatan penerbitan strategi pengembangan yang dapat memengaruhi operasional bisnis. Badan perwakilan pemilik atau BUMN akan berfokus pada pengelolaan indikator-indikator utama seperti pendapatan, laba, dan pengembalian modal.
Sumber: https://baolaocai.vn/doanh-nghiep-nha-nuoc-duoc-trao-them-nhieu-quyen-tu-chu-post648972.html
Komentar (0)