Di pasar, beberapa pedagang memajang berbagai macam barang dagangan, sementara yang lain hanya membawa keranjang sayuran, sekarung jahe, beberapa rimpang kunyit segar, atau beberapa botol madu mint. Orang-orang dapat membawa hasil pertanian apa pun dari keluarga mereka ke pasar dan menukarkannya dengan uang atau barang dengan nilai yang setara. Cara jual beli yang sederhana dan fleksibel ini mencerminkan gaya hidup yang tulus dan sederhana dari masyarakat dataran tinggi.
Pasar Dong Van cukup besar, tetapi menjelajahinya tidak mudah karena banyaknya pembeli. Meskipun ramai, pasar tetap tenang. Tawar-menawar atau perdebatan keras jarang terdengar. Orang-orang di dataran tinggi jarang menawar harga secara berlebihan. Semua transaksi berjalan lancar, berdasarkan kesepakatan dan kepercayaan bersama.
|
Pasar Dong Van diadakan setiap hari Minggu. |
Pertukaran barang di pasar sangat sederhana. Para penjual membawa barang dagangan mereka, memajangnya dengan rapi di atas terpal, dan dengan sabar menunggu pelanggan. Mereka tidak berteriak-teriak menawarkan barang kepada pelanggan, tetapi hanya memberikan senyuman ramah. Untuk barang-barang yang dapat dicicipi, para penjual dengan senang hati menawarkannya kepada pelanggan, baik mereka membeli atau tidak. Keterbukaan inilah yang memberikan pasar dataran tinggi pesona uniknya.
Di Dong Van, sudah menjadi kebiasaan bagi seluruh keluarga untuk pergi ke pasar mingguan. Para wanita membeli makanan, minuman, dan barang-barang rumah tangga; para pria bertemu teman, minum anggur jagung, memainkan seruling, atau memilih untuk membeli hewan ternak untuk dibawa pulang. Bagi para pemuda dan pemudi, pasar juga merupakan kesempatan untuk bersosialisasi, saling mengenal, menemukan cinta, dan menabur benih kebahagiaan di tengah pegunungan dan hutan.
Sayang sekali jika mengunjungi pasar tanpa menikmati kuliner lokal . Hidangan khas seperti thang co (semur yang terbuat dari daging kuda dan jeroan), sosis, men men (bubur jagung), nasi ketan lima warna, Trang Kim pho (sejenis sup mie)... tersedia di hampir setiap kios. Selain itu, ada daging kerbau asap, kesemek kering, berbagai obat tradisional, dan rempah-rempah unik dari daerah dataran tinggi berbatu.
Di ujung pasar terdapat ruang komunitas dengan berbagai kegiatan seperti adu burung, dorong tongkat, dan pameran kain brokat. Banyak produk tekstil yang sepenuhnya buatan tangan, terutama linen tradisional dari kelompok etnis Hmong. Beberapa kostum dirancang dengan sentuhan modern yang halus namun tetap mempertahankan identitas budayanya, menggunakan perak sebagai elemen dekoratif utama.
Wisatawan asing juga senang menikmati suasana pasar Dong Van. Di tengah kehidupan modern, pasar dataran tinggi ini menawarkan pengalaman yang berbeda, akrab, dan tak terlupakan.
Setelah satu jam di pasar, saya telah membawa hampir dua puluh barang di tangan saya, termasuk teh khas dataran tinggi berbatu, kue segitiga gandum, buah plum kering, kue duri, sayuran segar, dan kunyit hitam. Saat iring-iringan meninggalkan Dong Van, gambaran indah pasar itu tetap terpatri jelas dalam pikiran saya sebagai ciri budaya yang kaya, penuh kehangatan manusia, dari penduduk dataran tinggi di wilayah paling utara negara ini.
Sumber: https://www.qdnd.vn/van-hoa/doi-song/doc-dao-cho-phien-dong-van-1028551








Komentar (0)