![]() |
Bandara Internasional Dubai terkenal sebagai bandara tersibuk di dunia . Foto: Karim Sahib . |
Bandara Internasional Dubai (DXB) bersiap untuk ditutup secara permanen setelah beroperasi selama lebih dari 85 tahun. Sementara itu, Bandara Internasional Al Maktoum sedang menjalani perluasan dengan total investasi sekitar £28 miliar, dengan tujuan menjadi pusat penerbangan terbesar di dunia.
Sesuai rencana, semua penerbangan dan layanan yang saat ini beroperasi di DXB akan dipindahkan ke DWC, termasuk maskapai penerbangan besar yang berbasis di Dubai seperti Emirates.
Setelah selesai dibangun, bandara yang merupakan bagian dari kompleks Dubai World Central ini diharapkan dapat melayani hingga 260 juta penumpang setiap tahunnya, menjadikannya bandara terbesar di dunia. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Uni Emirat Arab (UEA) untuk memperkuat posisi terdepannya di bidang penerbangan dan logistik internasional.
Proyek perluasan Bandara Al Maktoum mencakup lima landasan pacu paralel dan sekitar 400 gerbang. Menurut Dubai Aviation Engineering Projects (DAEP), pengembang infrastruktur penerbangan Dubai, DWC akan mengantarkan "era baru sistem bandara pintar dan infrastruktur yang berpusat pada penumpang," yang bertujuan untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan modern bagi para pengunjung.
![]() |
Sebuah pesawat Emirates Airlines terlihat di Bandara Internasional Dubai, Uni Emirat Arab, pada tahun 2019. Foto: Reuters. |
Paul Griffiths, CEO Bandara Dubai, mengatakan bahwa mempertahankan dua pusat penerbangan utama yang begitu berdekatan bukanlah hal yang logis.
"Kami akan mentransfer semua layanan ke DWC. Pada saat itu, sebagian besar infrastruktur di DXB akan mendekati akhir masa operasionalnya, sehingga melanjutkan pemeliharaan bandara tidak akan lagi layak secara ekonomi tanpa investasi tambahan yang sangat besar," katanya.
Salah satu alasan penutupan DXB adalah karena bandara tersebut berbatasan dengan dua jalan raya utama dan area perumahan di sekitarnya, sehingga perluasan hampir tidak mungkin dilakukan. Transisi ke DWC diperkirakan akan terjadi sekitar tahun 2032, meskipun keseluruhan proyek diproyeksikan baru akan selesai pada tahun 2057.
DWC juga akan terhubung dengan jalur kereta api cepat Etihad Rail yang saat ini sedang dibangun. Jalur ini diharapkan dapat mempersingkat waktu perjalanan antara Dubai dan Abu Dhabi menjadi sekitar 30 menit.
Pada bulan Februari, Bandara Internasional Dubai mengalami kerusakan ringan setelah serangan rudal yang diyakini dilakukan oleh Iran. Banyak video yang beredar di media sosial menunjukkan asap menyelimuti area bandara saat staf dan penumpang dievakuasi secara darurat. Otoritas UEA kemudian menangguhkan penerbangan ke dan dari Dubai dan menyarankan penumpang untuk menghindari bandara tersebut.
Sumber: https://znews.vn/dong-cua-vinh-vien-san-bay-ban-ron-nhat-the-gioi-post1654910.html









Komentar (0)