Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Sungai selalu bergerak.

Di pagi buta, berdiri di tepi Sungai Tien, seseorang dapat mendengar deburan air yang lembut di tepi sungai, suara perahu yang berlayar naik turun, bercampur dengan angin dan aroma padi muda. Sungai itu tetap sama, masih mengalir, masih tenang, masih memelihara generasi demi generasi. Tetapi jika seseorang mendengarkan dengan saksama, ia akan melihat bahwa sungai itu tidak pernah terulang. Setiap bentangan sungai, setiap irama air, adalah napas baru.

Báo Đồng ThápBáo Đồng Tháp19/02/2026

Sungai Tien tidak diam, karena ia memahami bahwa mengalir adalah cara hidup. Dan ketika sungai bergerak, daratan pun ikut berubah.

SUNGAI TIEN - SEBUAH SUNGAI BERSEJARAH, TANDA KEBANGKITAN SUATU NEGERI

Dari perbatasan Kamboja, Sungai Tien mengalir melalui Thuong Phuoc, Hong Nguy, Cao Lanh, Cai Be, Cho Gao, dan kemudian bermuara ke Laut Cina Selatan. Perjalanan ini panjangnya lebih dari dua ratus kilometer, tetapi tidak hanya diukur dari panjangnya, melainkan dari lapisan tanah aluvial yang mewakili sejarah, budaya, masyarakat, dan aspirasi.

Foto: DUY NHUT

Sungai Tien tidak hanya mengalirkan air, tetapi juga menyimpan jejak sejarah wilayah Selatan, tempat para migran pertama mengikuti Nguyen Huu Canh untuk mereklamasi dan mengembangkan lahan, tempat desa-desa kuno, pasar terapung, dan seluruh peradaban sungai terbentuk.

Setiap bentangan sungai merupakan babak sejarah, dengan tahun-tahun perdagangan yang ramai dan musim banjir yang penuh dengan kesulitan dan cinta.

"Sungai Tien tidak diam, karena sungai itu memahami bahwa mengalir adalah cara untuk hidup. Dan ketika sungai bergerak, daratan juga berubah."

Sungai itu pernah menjadi saksi para petani menabur padi selama musim banjir, mendengar seruan para tukang perahu di malam yang diterangi bulan, dan memantulkan gambaran pasar terapung yang ramai.

Saat ini, sungai tersebut menyaksikan "transformasi" lain seiring dengan penggabungan provinsi Dong Thap dan Tien Giang, yang membuka ruang baru untuk pembangunan dengan berbagai lapisan nilai.

Seperti sungai yang menghubungkan dua tepian, sebuah provinsi baru juga membutuhkan alur pemikiran yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan.

SUNGAI EKONOMI - DI MANA ALIRANNYA BUKAN HANYA AIR, TETAPI NILAI

Sungai Tien telah lama menjadi salah satu sumber kehidupan Delta Mekong. Di sepanjang tepiannya terdapat sawah, kebun buah-buahan, tambak ikan, desa-desa kerajinan tradisional, pasar terapung, dermaga perahu, kawasan industri, dan bahkan kawasan perkotaan baru yang secara bertahap mulai terbentuk.

Pulau kecil Tan Long (distrik My Tho) dilihat dari atas. Foto: M. TAN

Namun, jika kita hanya melihat Sungai Tien sebagai jalur transportasi atau lahan pertanian, kita masih hanya melihat "permukaan air." Di bawah permukaan itu terbentang lanskap ekonomi yang luas yang sedang mengalami restrukturisasi.

Dari pertanian yang berfokus pada hasil produksi menjadi pertanian yang berfokus pada nilai. Dari produksi mentah menjadi pengolahan yang lebih halus. Dari menjual produk pertanian menjadi menjual cerita, pengalaman, dan kepercayaan.

Sungai Tien memiliki potensi untuk menjadi koridor ekonomi cerdas, tempat barang, data, teknologi, dan pariwisata menyatu, menciptakan zona pembangunan multi-nilai di mana sawah tetap hijau dan ikan terus berenang, tetapi juga di mana terdapat pabrik pengolahan bersih, kawasan ekowisata, pusat logistik, dan orang-orang dengan pola pikir global yang tetap mempertahankan akar pedesaan mereka.

SUNGAI BUDAYA - TEMPAT KENANGAN MENYATU DENGAN MASA DEPAN

Setiap bentangan sungai adalah halaman kenangan. Di Hong Ngu, terdapat dermaga tepi sungai dan lagu-lagu rakyat yang dinyanyikan bersahutan.

Di Sa Dec, terdapat desa-desa tempat bunga-bunga bermekaran, memenuhi udara dengan aroma harum setiap musim semi. Di Cai Be dan Cho Gao, terdapat pasar terapung tempat orang-orang bertukar barang dan senyuman. Namun budaya bukan hanya untuk pelestarian, tetapi juga untuk pembangunan.

Jika kita dapat menceritakan kisah Sungai Tien dalam bahasa zaman sekarang, melalui film, pariwisata, seni, dan pendidikan berbasis pengalaman, maka sungai tersebut bukan hanya sekadar bentang alam, tetapi juga sumber inspirasi kreatif.

Pada saat itu, budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga fondasi yang kokoh bagi ekonomi kreatif, membantu negeri ini berkembang secara berkelanjutan tanpa kehilangan jati dirinya.

SUNGAI MASYARAKAT - TEMPAT ORANG BELAJAR HIDUP BERSAMA DAN BERBAGI

Di sepanjang Sungai Tien, setiap komunitas, setiap koperasi, setiap usaha bagaikan "pulau kecil". Jika setiap orang hanya peduli pada tanah mereka sendiri, sungai akan mengering. Tetapi ketika mereka belajar bekerja sama untuk menghemat air, berbagi sumber daya air, melestarikan hutan, dan melindungi tepian sungai, sungai akan terisi kembali.

Pembangunan tidak bisa hanya tentang "pertumbuhan," tetapi tentang kemajuan bersama masyarakat. Kita tidak bisa membiarkan satu sisi sungai menjadi kaya sementara sisi lainnya tetap miskin.

Kita tidak bisa membiarkan bisnis berkembang pesat sementara petani tertinggal. Kita tidak bisa membiarkan modernisasi terjadi sementara mengabaikan buruh kasar di tepi sungai.

Masyarakat yang berkelanjutan, seperti sungai, membutuhkan cabang-cabang yang lebih kecil untuk menyebarkan aliran kehidupannya. Sama seperti Sungai Tien yang terbagi, berkelok-kelok dan berliku-liku melewati desa-desa, sehingga setiap orang dapat "menyentuh airnya."

SUNGAI LINGKUNGAN - PELAJARAN TENTANG HARMONI DENGAN ALAM DAN ADAPTASI

Sungai Tien menghadapi banyak tantangan: permukaan air rendah, sedikit tanah aluvial, erosi yang sering terjadi, dan intrusi air asin yang parah. Namun di tengah kesulitan ini, alam tetap mengajarkan kita sebuah pelajaran: "Untuk bertahan hidup, Anda harus tahu bagaimana mengalir dengan cara yang berbeda."

Kita membutuhkan pola pikir pembangunan yang selaras dengan hukum alam: bukan "melawan" air, tetapi "hidup berdampingan dengan air." Bukan hanya "membangun tanggul," tetapi "membuka jalur agar air dapat mengalir, agar endapan dapat sampai." Bukan hanya "melakukan pekerjaan ekonomi," tetapi "melakukan pekerjaan ekologi."

Setiap pabrik di tepi sungai perlu bertanya pada diri sendiri: "Apa yang saya berikan kembali kepada sungai?" Setiap jembatan yang dibangun melintasi sungai perlu bertanya pada diri sendiri: "Apakah saya menghubungkan tepian sungai yang indah, atau menghalangi aliran air?" Pembangunan tanpa melestarikan lingkungan sama seperti sungai yang kehilangan sumbernya.

SUNGAI KEMANUSIAAN - TEMPAT KEINGINAN TERLAHIR KEMBALI

Jika Sungai Tien adalah aliran darah, maka masyarakat di wilayah sungai tersebut adalah jantung dari sungai itu.

Mereka telah bekerja keras dan berjuang, tetapi mereka selalu memiliki kualitas yang berharga: kemampuan beradaptasi, keterampilan bertahan hidup, dan rasa empati satu sama lain. Orang-orang dari daerah sungai dapat memprediksi hujan dengan mengamati langit, angin dengan mengamati ombak, dan memahami hati orang lain. Mereka memahami: "Hanya ketika arusnya kuat barulah kita dapat mengetahui kemampuan nahkoda."

Saat ini, dalam gelombang baru transformasi digital, inovasi, dan kewirausahaan hijau, masyarakat di wilayah Sungai Tien membutuhkan pola pikir baru: bukan hanya "mengikuti" tetapi "berpikir berbeda"; bukan hanya "merebut peluang" tetapi "menciptakan masa depan"; bukan hanya "mengikuti arus" tetapi "mengetahui cara mengarahkan arus".

KETIKA SUNGAI DAN PROVINSI BARU BERGABUNG BERSAMA

Sungai Tien terus mengalir, dan Dong Thap yang baru mengalir di sampingnya. Sebuah sungai tidak dapat dipisahkan dari tanahnya, sama seperti pembangunan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari budaya, masyarakat, dan lingkungan.

Jika Sungai Tien melambangkan pergerakan yang konstan, maka Provinsi Dong Thap seharusnya menjadi bukti transformasi yang lebih dahsyat, beralih dari pemikiran linier ke pola pikir ekologis, dari pembangunan sektor tunggal ke pembangunan nilai berlapis-lapis, dari eksploitasi sumber daya ke pembebasan pengetahuan. Karena sungai hidup dengan mengalir, dan tanah tumbuh dengan mengetahui cara bergerak.

Biarlah Sungai Tien, sungai sejarah, mengalir bukan hanya melalui tanah, tetapi juga melalui kemauan, aspirasi, dan tindakan masyarakat baru Dong Thap, di mana setiap tetes air membawa energi perubahan, di mana setiap orang menjadi aliran kecil di sungai besar masa depan.

LE MINH HOAN

Sumber: https://baodongthap.vn/dong-song-luon-chuyen-dong-a236837.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Cintai pekerjaanmu

Cintai pekerjaanmu

inkubator telur

inkubator telur

Sungai Minh Quang

Sungai Minh Quang