Mengapa pergeseran semantik di atas terjadi? Jawabannya adalah kata "tiba-tiba " bersifat polisemi, dan pemahamannya bergantung pada konteks sosial dan era.
Aksara "dut" (突) pertama kali muncul dalam Prasasti Tulang Oracle Dinasti Shang, yang terdiri dari dua bagian: bagian atas adalah aksara " huo" (穴: gua), bagian bawah adalah "khuyen" (犬: anjing). Bentuk kuno "dut" menyerupai seekor anjing yang bergegas keluar dari gua; makna aslinya adalah bergegas keluar dengan sangat cepat ( Catatan Tiga Kerajaan. Wei Zhi. Wu Di Ji ). Makna ini tercatat dalam Shuowen Jiezi: "dut, khuyen tung huyet trung tan xuat da" ( dut adalah seekor anjing yang keluar sementara dari gua).
Kemudian, kata " tiba-tiba " meluas artinya menjadi "menyerbu", "menghina", "mempercepat", terutama "situasi yang berubah dengan cepat dan tak terduga"...
Wu (兀) adalah aksara yang pertama kali muncul di Tulang Oracle dan Prasasti Perunggu Dinasti Shang. Aksara ini awalnya berarti kepala manusia. Kepala adalah titik tertinggi dari tubuh manusia, sehingga Wu juga berarti menjulang tinggi dan menonjol.
Selain itu, "ngọt" juga digunakan untuk berarti "tampilan tinggi dan menonjol" (Kata Pengantar Nanyang Gongji oleh Lu Zhaolin); "kemerdekaan" ( Tran luan oleh Yu Dafu); "tampilan bingung dan jahil" ( Du Thien Thai Son Phu oleh Sun Chuo) atau "istirahat" ( Van Phu oleh Lu Ji)...
Kata majemuk "tiba-tiba" (突兀) pertama kali muncul dalam puisi "Hai Fu" karya Mu Hua dari Dinasti Jin Barat. Kata ini memiliki banyak arti, seperti "luar biasa" ( The New Words of the World ) atau "aneh, berbeda" ( Mo Ji karya Wang Zhi dari Dinasti Song).
Pada masa Dinasti Tang, kata tiba-tiba juga digunakan untuk menggambarkan medan yang "tinggi dan curam" ( Mao oc vi thu phong so pha ca oleh Du Fu) atau "peristiwa tak terduga" ( Tong tang trung quan oleh Han Yu).
Ketertiban juga merupakan kata yang merujuk pada penampilan, misalnya "duduk tegak dan tegak" ( Bai Ai Thi oleh Du Fu) atau "penampilan tinggi" (Kata Pengantar Nanyang Gong Ji oleh Lu Zhaolin).
Sejak Dinasti Ming dan Qing, makna lain telah muncul, seperti perubahan alur cerita secara tiba-tiba dalam sebuah novel.
Secara umum, sejak abad ke-10, aksara Tionghoa secara bertahap menjadi populer di negara kita. Kata "titik titik " (突兀) masih memiliki arti yang disebutkan di atas. Namun, dalam beberapa abad terakhir, kata ini hanya memiliki beberapa arti:
- Tiba-tiba (突兀) berarti "tidak dikenal, tidak familier: Baru saja tiba dan tiba-tiba" ( Dai Nam Quoc Am Tu Vi oleh Huynh-Tinh Paulus Cua, 1895, hal.719).
- Tiba-tiba berarti "tiba-tiba, tak terduga: Tiba-tiba muncul, terjadi tiba-tiba" ( Kamus Bahasa Vietnam oleh Le Van Duc, diedit oleh Le Ngoc Tru, volume atas, 1970, hlm.490).
- Tiba-tiba berarti "sangat tak terduga, tanpa tanda-tanda peringatan apa pun: Cuaca tiba-tiba berubah dingin" ( Kamus Bahasa Vietnam , op. cit., hal.370).
Jadi, dalam bahasa Vietnam, "tiba-tiba" merupakan sinonim dari dua kata: tiba-tiba dan tak terduga :
1. Tiba-tiba , yang ditulis dalam aksara Nom sebagai 声 灵 dan 盛 令, muncul dalam cerita Duong Tu-Ha Mau karya Nguyen Dinh Chieu ( Phut dau co am tinh nhong nhong nhong nhong ) atau dalam Nhi do mai dien ca ( Tiba-tiba, meja kehilangan kegembiraannya ).
2. Unexpected , gabungan dua kata: bất (Han) dan ngh (Nom), muncul paling lambat pada awal abad ke-20, misalnya dalam buku The Country Boy ( Le Petit Campagnard , 1925) karya Nguyen Lan, diterjemahkan oleh Alfred Bouchet (hlm.67) atau dalam kalimat "the unexpectedness of life, who can avoid it" ( Trang karya Lan Khai, Tan Van Publishing House, 1939).
Sumber: https://thanhnien.vn/dot-ngot-la-cao-chot-vot-185250822215348278.htm
Komentar (0)