Hal ini dipandang sebagai upaya untuk mengatasi salah satu hambatan terbesar yang dihadapi industri kendaraan listrik saat ini: waktu pengisian daya yang lama dan risiko degradasi baterai akibat pengisian daya cepat.
Menurut tim peneliti dari Universitas Adelaide (Australia) yang dipimpin oleh Profesor Shi-Zhang Qiao, teknologi baru ini menggunakan metode peningkatan permukaan elektroda alih-alih mengubah seluruh elektrolit seperti pada solusi tradisional.
Para ilmuwan telah menciptakan kekosongan sulfur untuk menarik anion selama pengisian daya, sehingga membentuk lapisan pelindung yang kaya akan litium fluorida pada permukaan baterai. Lapisan ini meningkatkan pengisian daya yang cepat sekaligus mempertahankan konduktivitas ion dan stabilitas baterai.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa baterai dapat mencapai kapasitas 85% hanya setelah 6 menit pengisian daya, dengan kepadatan energi sekitar 240,4 Wh/kg. Setelah 500 siklus pengisian cepat berturut-turut, baterai masih mempertahankan sekitar 76% dari kapasitas aslinya. Efisiensi Coulomb rata-rata mencapai sekitar 99,94%, menunjukkan kehilangan energi yang sangat rendah selama proses pengisian dan pengosongan.
Para peneliti menganggap ini sebagai terobosan signifikan karena baterai berkapasitas tinggi, terutama yang menggunakan anoda silikon atau litium, telah lama rentan terhadap degradasi cepat selama pengisian daya berkecepatan tinggi. Panas yang dihasilkan selama pengisian daya juga menyebabkan baterai mengalami degradasi lebih cepat dan menimbulkan potensi risiko keselamatan.
Profesor Qiao menyatakan bahwa mencapai tingkat pengisian daya di atas 90% dalam waktu kurang dari 10 menit tanpa memengaruhi masa pakai baterai selalu menjadi tantangan utama bagi industri kendaraan listrik.
Pada kenyataannya, sebagian besar kendaraan listrik komersial masih membutuhkan waktu mulai dari beberapa puluh menit hingga beberapa jam untuk terisi penuh. Beberapa model mobil listrik mendukung pengisian cepat, dari 10% hingga 70% dalam waktu sekitar 25 menit, sementara banyak model sepeda motor listrik membutuhkan waktu 4-10 jam untuk terisi penuh, tergantung pada teknologi baterai dan kapasitas pengisi daya.
Para ahli percaya bahwa jika teknologi baru ini berhasil dikomersialkan, waktu pengisian daya kendaraan listrik dapat dipersingkat hingga hampir sama dengan pengisian bahan bakar bensin tradisional. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan pengalaman pengguna tetapi juga berkontribusi pada transisi global menuju transportasi ramah lingkungan.
Tim peneliti saat ini sedang memperluas pengujian ke kondisi dunia nyata sebelum membawa teknologi ini ke produksi komersial. Hasil penelitian telah dipublikasikan di jurnal Nature Energy.
Sumber: https://baogialai.com.vn/dot-pha-pin-xe-dien-sac-6-phut-dat-85-dung-luong-post588337.html








Komentar (0)