1. Beberapa fitur desa lukisan Dong Ho
Lukisan Dong Ho (Sumber gambar: Dikumpulkan)
Alamat: Kelurahan Song Ho, Kecamatan Thuan Thanh, Provinsi Bac Ninh
Desa lukis Dong Ho adalah tempat lahirnya genre lukisan cukil kayu rakyat yang terkenal – sebuah simbol artistik yang sarat dengan identitas nasional Vietnam. Terletak di Sungai Duong yang tenang, desa ini berada di komune Song Ho, distrik Thuan Thanh, provinsi Bac Ninh, sekitar 35 km dari Hanoi, sehingga mudah diakses untuk perjalanan singkat dari ibu kota.
Dengan sejarah lebih dari 400 tahun, tempat ini menjadi tempat berkumpulnya puluhan keluarga yang menganut profesi tradisional, menciptakan lukisan-lukisan yang sarat filosofi dan nilai-nilai humanis. Karya-karya luar biasa seperti "The Mouse Wedding" dan "The Buffalo Herder Playing the Flute" tak hanya membangkitkan kenangan budaya, tetapi juga mencerminkan kehidupan sehari-hari masyarakat Vietnam kuno.
Kini, mengunjungi Desa Lukisan Dong Ho bukan hanya perjalanan untuk menemukan seni, tetapi juga kesempatan bagi pengunjung untuk menjelajahi ruang pedesaan Utara kuno, berinteraksi dengan para perajin, dan mencoba mencetak lukisan tradisional sendiri. Desa ini sungguh ideal bagi mereka yang mencintai budaya, seni, dan ingin menemukan asal-usul warisan rakyat Vietnam.
2. Kisah sejarah desa lukisan tradisional Kinh Bac
Terletak di Sungai Duong yang puitis, desa lukis Dong Ho telah melestarikan dan mengembangkan seni ukir kayu rakyat—sebuah bentuk seni tradisional Vietnam yang unik—selama lebih dari empat abad. Tempat ini bukan hanya tempat lahirnya seni lukis rakyat, tetapi juga simbol budaya Kinh Bac yang hidup, dengan sejarah yang berawal dari abad ke-16.
Periode paling makmur desa ini berlangsung dari akhir abad ke-18 hingga tahun 1944, ketika seluruh 17 klan di desa tersebut terlibat dalam pembuatan dan perdagangan lukisan. Namun, perang dan pergolakan pada masa itu menyebabkan profesi melukis terhenti, terutama selama tahun-tahun perlawanan terhadap Prancis ketika banyak bengkel dibakar. Baru pada tahun 1967, ketika Korea Utara sepenuhnya damai, desa lukisan tersebut memiliki kesempatan untuk berkembang kembali.
Dalam ingatan masyarakat, pasar lukis Dong Ho dulu ramai setiap bulan Desember, tak hanya menarik para pedagang, tetapi juga wisatawan untuk merasakan suasana festival desa lukis. Namun, seiring perkembangan modernitas, pasar tersebut perlahan menyempit, menyebabkan banyak rumah tangga beralih ke kegiatan persembahan nazar. Pembubaran koperasi lukis pada tahun 1990 semakin menempatkan profesi tradisional ini dalam risiko kepunahan.
Namun, tahun 2013 menandai titik balik penting ketika lukisan Dong Ho diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional dan dimasukkan dalam daftar kebutuhan konservasi yang mendesak. Berkat upaya pelestarian dan restorasi, wisata di desa lukisan Dong Ho kini bukan hanya perjalanan untuk menemukan warisan budaya, tetapi juga kesempatan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai seni kuno, di mana setiap lukisan terus menceritakan kisah jiwa bangsa.
3. Pengalaman saat berwisata ke desa lukisan Dong Ho
3.1. Kagumi lukisan-lukisan yang unik
Orang yang melestarikan seni lukis Dong Ho (Sumber foto: Collected)
Mengunjungi desa lukisan Dong Ho menawarkan kesempatan untuk mengagumi karya seni unik yang mencerminkan kesederhanaan hidup dan budaya masyarakat Vietnam yang telah lama ada. Lukisan Dong Ho tak hanya terkenal karena tema-tema yang familiar seperti hewan, lanskap, atau kehidupan sehari-hari, tetapi juga memukau dengan warna-warna khasnya yang terbuat dari bahan-bahan alami. Para perajin Dong Ho dengan terampil memanfaatkan dedaunan, kulit kayu, dan abu dari tanaman asli untuk menciptakan warna-warna seperti nila, merah tua, atau hitam, yang membuat lukisan tak hanya tajam tetapi juga tahan lama.
Salah satu ciri khas lukisan Dong Ho adalah kertas yang digunakan untuk mencetaknya. Kertas Do, yang dibuat tangan dari pohon-pohon Do di hutan, menghadirkan keindahan alam dengan permukaan yang berkilau. Setiap lembar kertas dilapisi resin atau bubuk cangkang kerang, menciptakan tampilan yang berkilau dan halus, sehingga meningkatkan nilai estetika setiap karya. Faktor-faktor inilah yang menjadikan lukisan Dong Ho sebagai suvenir istimewa bagi wisatawan saat mengikuti tur desa lukisan Dong Ho.
3.2. Berpartisipasi dalam festival lukisan rakyat Dong Ho
Keindahan damai desa lukisan Dong Ho (Sumber foto: Dikumpulkan)
Saat berkunjung ke Desa Lukisan Dong Ho, terutama pada tanggal 14 hingga 16 bulan ketiga kalender lunar, Anda akan berkesempatan untuk berpartisipasi dalam festival unik yang kental dengan budaya tradisional. Festival Lukisan Dong Ho diadakan di Thuan Thanh, Bac Ninh, dan menarik banyak wisatawan dari seluruh penjuru negeri. Ini adalah kesempatan bagi Anda untuk merasakan suasana yang ramai dan menyenangkan, serta mengagumi keindahan lukisan rakyat yang terkenal.
Selain festival di bulan Maret, Desa Lukisan Dong Ho juga terkenal dengan pasar lukisannya yang diadakan di bulan Desember, biasanya pada tanggal 6, 11, 16, 21, dan 26. Pada hari-hari tersebut, suasana di desa menjadi sangat ramai dengan orang-orang yang berbondong-bondong datang, menciptakan ruang festival yang kental dengan budaya pedesaan. Ini juga merupakan kesempatan bagi Anda untuk tidak hanya membeli lukisan-lukisan terkenal tetapi juga menemukan karya seni unik yang sarat dengan nilai-nilai spiritual dan sejarah negeri ini.
3.3. Pengalaman membuat lukisan Dong Ho di desa lukisan tradisional
Saat mengunjungi Desa Lukis Dong Ho, Anda akan berkesempatan untuk berpartisipasi langsung dalam proses produksi lukisan-lukisan terkenal, sebuah pengalaman yang tak hanya menarik, tetapi juga artistik dan membutuhkan ketelitian tinggi. Proses ini terbagi dalam tiga tahap utama, dimulai dengan pembuatan model lukisan, di mana Anda dapat memilih tema, makna, warna, dan tata letak untuk lukisan Anda. Setelah menyelesaikan gambar contoh di atas kertas tipis dengan kuas dan tinta Nho, Anda akan melanjutkan dengan mengukir balok kayu, sebuah langkah yang membutuhkan ketelitian tinggi.
Pada tahap ukiran kayu, setiap warna pada lukisan membutuhkan ukiran tersendiri, dengan kayu yang terbuat dari kayu Thi atau kayu Muc rope. Bahan ini membantu menjaga kelembutan lukisan dan memudahkan pengukiran detail. Dengan menggunakan seperangkat alat yang terdiri dari 30-40 pahat baja keras, Anda akan mengukir detail-detail kecil dan halus, menciptakan ciri khas lukisan Dong Ho.
Tahap selanjutnya adalah pencetakan, di mana papan cetak dicelupkan ke dalam wadah berisi pewarna dan thet (bahan yang terbuat dari jarum pinus) akan diolesi secara merata di atas permukaan papan. Papan diletakkan di atas karton, ditekan ringan agar pewarna meresap merata, lalu diangkat dan lukisan dilepaskan. Proses ini diulang hingga semua warna selesai, dengan garis hitam biasanya dicetak di akhir untuk melengkapi lukisan. Melalui langkah-langkah ini, Anda akan lebih memahami proses pembuatan lukisan Dong Ho yang unik, bagian tak terpisahkan dari budaya seni rakyat Vietnam.
3.4. Membeli lukisan Desa Dong Ho sebagai hadiah
Saat berkunjung dan berwisata ke Desa Lukisan Rakyat Dong Ho, oleh-oleh yang tak boleh dilewatkan untuk dibawa pulang dan diberikan kepada kerabat dan teman adalah ukiran kayu tradisional. Selain itu, Desa Dong Ho juga memajang berbagai suvenir dengan gaya lukisan Dong Ho yang unik yang bisa Anda jadikan referensi dan beli sebagai kenang-kenangan istimewa.
Menikmati wisata desa lukis Dong Ho tak hanya menghadirkan momen santai, tetapi juga kesempatan bagi Anda untuk menyelami warisan budaya Vietnam yang unik. Mulai dari membuat model lukisan sendiri hingga menyaksikan proses rumit pencetakan lukisan, setiap tahapannya meninggalkan kesan yang tak terlupakan. Ini pasti akan menjadi kenangan tak terlupakan dari perjalanan Anda, membantu Anda memahami dan mencintai seni lukis rakyat Dong Ho, bagian tak terpisahkan dari budaya tradisional negara ini.
Sumber: https://www.vietravel.com/vn/am-thuc-kham-pha/du-lich-lang-tranh-dong-ho-v17075.aspx
Komentar (0)