
Salah satu pencapaian yang patut diperhatikan adalah nasi pecah (com tam) kini tersedia di lebih dari 1.000 restoran Matsuya di Jepang. Sekitar 10 ton saus ikan Vietnam juga diimpor untuk digunakan dalam penyajiannya.
Keberhasilan ini berakar dari kolaborasi antara bisnis domestik, kantor perwakilan, dan komunitas Vietnam di luar negeri. Di Jepang, lebih dari 600.000 warga Vietnam dianggap sebagai jembatan penting.
Di Prancis dan banyak pasar lainnya, bisnis-bisnis Vietnam di luar negeri beralih dari sekadar menjual produk menjadi membangun merek dan nilai produk.
Pemerintah juga bertujuan untuk mengembangkan sistem distribusi barang-barang Vietnam di negara-negara dengan komunitas Vietnam pada tahun 2030.
Memanfaatkan jaringan warga Vietnam di luar negeri dipandang sebagai solusi penting bagi produk-produk Vietnam untuk meningkatkan posisinya di pasar internasional.
Sumber: https://quangngaitv.vn/dua-hang-viet-vao-ban-le-quoc-te-6518339.html






Komentar (0)