PELAJARAN BERMAKNA DARI TET (TAHUN BARU IMLEK)
Mulai dari upacara pengibaran bendera setiap Senin pagi hingga pelajaran dan kegiatan pendidikan STEM, siswa-siswa di Sekolah Dasar Dinh Tien Hoang (Distrik 1, Kota Ho Chi Minh) telah merasakan suasana Tahun Baru Imlek 2024 yang akan datang.
Pada pertemuan mingguan tanggal 22 Januari, para siswa berpartisipasi dalam kegiatan yang disebut "Belajar tentang Tet (Tahun Baru Vietnam)". Sepanjang minggu ini, siswa memiliki banyak kegiatan lain seperti: "Membuat topeng untuk festival musim semi", "Mbot untuk festival musim semi" (Mbot adalah robot cerdas yang dikembangkan sesuai dengan model pendidikan STEM); kompetisi menghias bunga aprikot dan persik; sehari membuat banh chung (kue beras tradisional Vietnam); kompetisi membuat video klip "Sudut Jalanan pada Tet"…
Anak-anak prasekolah dengan gembira merayakan Tet (Tahun Baru Imlek).
Dimulai seminggu sebelumnya, para siswa mengikuti pelajaran STEM dengan suasana Tet (Tahun Baru Imlek) Vietnam, seperti belajar cara membungkus model banh tet (kue beras tradisional Vietnam) dari kertas dan menghias lukisan bertema Tet. Sekolah juga menyelenggarakan Festival Musim Semi 2024, dengan partisipasi banyak siswa dan orang tua.
Ibu Tran Thi Thu Huong, kepala sekolah, mengatakan bahwa membangun kegiatan pendidikan di sekolah dengan tema Tet (Tahun Baru Imlek Vietnam) membantu siswa berpartisipasi dengan antusias. Dari sini, banyak pelajaran tentang makna liburan Tet tradisional, asal usul bangsa, dan aspek-aspek indah budaya Vietnam disajikan dengan cara yang mudah dipahami dan autentik. Pada saat yang sama, ini juga merupakan kesempatan untuk menghubungkan orang tua dengan kegiatan pendidikan di sekolah.
AJARI ANAK-ANAK UNTUK BERBAGI
Dari tanggal 22 Januari hingga 1 Februari, "Festival Musim Semi" di Taman Kanak-kanak Phu My (Distrik 7, Kota Ho Chi Minh) sukses besar. Selama festival, guru dan anak-anak menyiapkan bahan dan menciptakan banyak karya seni yang meriah, seperti kelas prasekolah yang menghias celengan, kelas taman kanak-kanak yang menghias pot tanaman, dan anak-anak yang lebih besar yang melukis di tas kain.
Puncak acara festival ini adalah pelelangan karya seni untuk mengumpulkan dana guna membantu mereka yang membutuhkan. Ibu Pham Bao Hanh, kepala sekolah, mengatakan bahwa "Festival Musim Semi" juga menampilkan stan makanan dan kegiatan kesenian tradisional yang dapat diikuti orang tua bersama anak-anak mereka di sekolah.
"Program ini mendapat dukungan antusias dari para orang tua karena membantu anak-anak menjadi kreatif sekaligus berkontribusi dalam mendidik mereka tentang semangat berbagi," kata Ibu Hanh.
Dalam kegiatan STEM di Sekolah Dasar Dinh Tien Hoang, Distrik 1, siswa belajar cara membuat kue tradisional Tet (banh tet) dari kertas.
MUSIM SEMI CINTA, TET REUNI KELUARGA
Siswa-siswi di SMA Nguyen Huu Tho (Distrik 4, Kota Ho Chi Minh) dengan antusias berpartisipasi dalam berbagai kompetisi dan kegiatan perayaan Tet (Tahun Baru Imlek) sepanjang periode menjelang tanggal 2 Februari. Contoh utamanya adalah kompetisi menulis "Perasaanku tentang Tet," di mana siswa dapat menunjukkan kemampuan sastra dan kreativitas mereka melalui tulisan, gambar, dan video pendamping. Setiap karya mencerminkan emosi mereka tentang kenangan Tet di masa lalu, aspirasi Tet saat ini, nostalgia akan hidangan tradisional Tet, atau kenangan indah reuni keluarga selama Tet.
Siswa kelas sepuluh juga berpartisipasi dalam kompetisi desain "Kartu Ucapan Tahun Baru"; siswa kelas sebelas berkompetisi dalam "Menghias Nampan Buah Tet"; dan siswa dari ketiga kelas berkompetisi dalam menghias bunga aprikot dan persik, serta peragaan busana pakaian tradisional Vietnam (áo dài) dengan tema "Warna Musim Semi yang Lembut" untuk menghormati áo dài tradisional Vietnam. Yang menarik, pada tanggal 30 Januari, SMA Nguyen Huu Tho juga menyelenggarakan program "Musim Semi Cinta - Reuni Tet", memberikan hadiah Tet kepada siswa kurang mampu.
Anak-anak di Taman Kanak-kanak Phu My, Distrik 7, Kota Ho Chi Minh, melukis gambar di tas untuk dijual dan mengumpulkan dana untuk membantu anak-anak kurang mampu.
Bapak Do Dinh Dao, kepala sekolah, mengatakan bahwa kegiatan liburan Tet bertujuan untuk menciptakan suasana bertema musim semi agar siswa dapat bersenang-senang dan bersantai setelah masa belajar yang penuh tekanan. Kegiatan-kegiatan ini juga berfungsi sebagai pelajaran yang hidup dan praktis untuk mendidik siswa tentang budaya Vietnam; memberi mereka kesempatan untuk terhubung, berinteraksi, dan bekerja dalam tim; serta menanamkan semangat solidaritas, kasih sayang, dan berbagi dengan teman-teman yang kurang beruntung di generasi siswa mendatang…
Mengintegrasikan pelajaran Tet (Tahun Baru Imlek) ke dalam pembelajaran anak-anak prasekolah.
Ibu Nguyen Thi Doan Trang, seorang spesialis di Departemen Pendidikan Prasekolah Dinas Pendidikan dan Pelatihan Kota Ho Chi Minh, mengatakan bahwa periode sebelum Tahun Baru Imlek adalah waktu yang bermakna. Guru tidak hanya mengajarkan tradisi dan adat istiadat Vietnam kepada anak-anak, tetapi juga banyak pengetahuan dan pelajaran tentang nutrisi dan kesehatan. Misalnya, anak-anak prasekolah dapat bercerita tentang kegiatan yang biasanya dilakukan keluarga mereka selama Tết, dan kegiatan mana yang paling mereka sukai…
Pada saat yang sama, guru meminta anak-anak untuk menyebutkan hidangan yang dimakan selama Tet (Tahun Baru Vietnam), hidangan favorit mereka, dan menanyakan hidangan mana yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan (seperti kue, selai, permen, dll.).
Pada saat yang sama, guru dapat melibatkan anak-anak dalam kegiatan, mensimulasikan situasi, dan berbicara kepada mereka tentang cara menjaga kesehatan selama Tết, seperti tidak begadang terlalu larut atau tidur terlalu siang keesokan harinya. Mereka juga harus menekankan pentingnya keselamatan saat keluar rumah untuk merayakan Tết, mengenali tanda-tanda penyakit, dan tidak mengobati diri sendiri jika sakit.
Menurut Ibu Nguyen Thi Doan Trang, semua pelajaran dan pesan ini harus disampaikan dengan lembut dan mudah dipahami, sehingga mudah dimengerti oleh anak-anak. Hal ini dapat diintegrasikan ke dalam liburan sekolah, percakapan pagi hari, kegiatan di kelas, dan percakapan di penghujung hari saat anak-anak menunggu orang tua mereka menjemput.
Tautan sumber






Komentar (0)