Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

[Majalah Elektronik]: Kehangatan Pergantian Musim

Secangkir teh panas yang diminum ibuku masih menyimpan cita rasa musim dingin, musim semi, musim panas, dan musim-musim dalam diriku yang ia pelihara dan kembangkan, bersama dengan aroma manis bulan Maret yang lembut.

Báo Thanh HóaBáo Thanh Hóa27/03/2026

[Majalah Elektronik]: Kehangatan Pergantian Musim

[Majalah Elektronik]: Kehangatan Pergantian Musim

[Majalah Elektronik]: Kehangatan Pergantian Musim

Dalam mimpiku, bulan Maret adalah pohon kapuk di desa yang masih tertidur, bunga jeruk bali putih yang masih terlelap di kebun, dan roda sepeda ibuku, yang sudah tertutup embun, berderak di sepanjang jalan berbatu yang bergelombang.

[Majalah Elektronik]: Kehangatan Pergantian Musim

Aku ingat hari-hari itu, samar-samar mendengar ayam jantan berkokok, ketika langit masih diselimuti kabut keperakan, dan ibuku akan bangun untuk menyalakan api dan mengukus nasi ketan di dapur, memenuhinya dengan cahaya kemerahan. Aku terbiasa dengan suara kayu terbakar yang berderak, dentingan tutup panci, percikan air di baskom, dan langkah kaki ibuku yang menyeret. Tetapi aroma nasi ketan yang matang selalu menjadi aroma istimewa, yang membangkitkan sekaligus menenangkan mimpi masa kecilku. Ketika suara derak itu menghilang, ibuku akan bersepeda tanpa lelah di sepanjang jalan desa dan "mendirikan lapaknya" di persimpangan jalan yang sudah kukenal.

[Majalah Elektronik]: Kehangatan Pergantian Musim

Meja kayu itu berdiri miring, menunggu tangan ibuku menjangkau dan membentangkan kain halus di atasnya, memajang keranjang nasi ketan dan cangkir teh herbal hangat. Orang dewasa, lansia, dan anak-anak berkerumun di sekitar kios kecil ibuku yang penuh perhatian. Butir-butir nasi ketan saling menempel, berdesir riang saat ibuku dengan hati-hati membungkus dan memberikannya kepada orang-orang yang lewat. Orang-orang mengatakan nasi ketan ibuku porsinya banyak dan harganya terjangkau, sehingga siapa pun yang bepergian jauh atau dekat akan mampir ke kiosnya untuk mengambil sebungkus agar tetap hangat dan berenergi sepanjang hari. Mungkin karena surga begitu baik padanya sehingga penyakit ibuku bisa dihitung dengan jari satu tangan. Atau mungkin karena dia tidak membiarkan dirinya lelah, dibebani dengan kekhawatiran dan tanggung jawab yang tak terhitung jumlahnya. Di balik keranjang nasi ketan pagi itu terdapat segudang harapan; ibuku berharap dapat menyediakan rumah yang hangat dan nyaman serta memastikan anak-anaknya tidak harus menderita terlalu banyak kesulitan. Aku senang melihat ibuku tersenyum saat dia meratakan setiap koin dari nasi ketan. Meskipun hanya sejumlah kecil uang, itu istimewa bagi saya karena uang itu dikumpulkan dengan susah payah dari keringat ibu saya.

[Majalah Elektronik]: Kehangatan Pergantian Musim

Persimpangan jalan desa, meskipun tidak ramai dengan aktivitas, berfungsi sebagai tempat berlindung bagi para pedagang yang membawa keranjang berisi sayuran dan ikan. Kehidupan ibuku dan penduduk desa, perjuangan mereka untuk bertahan hidup, mengalir dengan damai dan tenang. Dan sudut kecil di persimpangan jalan itu menyimpan banyak suka dan duka, tempat ibuku mengawasiku, ke mana pun aku pergi. Ibuku adalah pelukan hangat tanah kelahiranku, memelukku erat dengan seluruh cintanya. Kehangatan pergantian musim, nasi ketan yang ia masak, mewakili kasih sayang seorang ibu yang tak tertandingi di dunia, membimbingku dengan pikiran jernih dan langkah yang teguh. Dapur masih menyimpan jejak kehadiran ibuku, embun pagi masih membasahi bahunya, dan kerikil jalan desa terus bergulir, mendesah di hadapan roda kehidupan ibuku. Roda-roda bundar yang tak kenal lelah itu berputar melewati pergantian musim.

[Majalah Elektronik]: Kehangatan Pergantian Musim

Nasi ketan buatan ibuku dari kampung halaman menghangatkan hatiku sepanjang perjalanan panjangku dari rumpun bambu desa ke kota baru. Butir-butir nasi ketan yang harum itu bernyanyi, jagung, kacang-kacangan, dan kacang tanah menambah aroma lembutnya, aroma kayu bakar yang familiar memenuhi udara, senyum lembut ibuku ada di sana, dan cinta akan tanah airku pun ada di sana juga… Aku tak tahu berapa banyak keranjang nasi ketan yang dimasak ibuku, berapa kali ia menaungi jalan di persimpangan untuk membantuku meraih mimpi dan cita-citaku. Aku menangis dalam mimpiku bukan karena takut akan kembalinya masa lalu. Aku menangis karena aku mengerti, karena aku mengasihani kehidupan ibuku yang penuh kerja keras, kehidupan yang hanya samar-samar kuingat dan kemudian kulupakan saat masih kecil. Sepeda tua yang usang itu kini bersandar di dinding gudang. Ibuku masih sesekali mengeluarkan kukusan aluminium untuk memasak nasi ketan saat kami berkumpul di hari libur. Nasi ketan buatan ibuku masih selembut dan selezat dulu, dapur kecil itu masih dipenuhi aroma nasi yang dimasak dan api yang harum. Aku ingat pergantian musim saat aku tumbuh dewasa, tak pernah sekalipun melewatkannya.

[Majalah Elektronik]: Kehangatan Pergantian Musim

Aku kembali mengunjungi ibuku dan rumahku di bulan Maret yang penuh kematangan. Jalan desa lebar dan baru, persimpangan desa telah diperlebar dan terhubung tanpa hambatan dengan jalan-jalan tetangga. Aku masih membayangkan sebuah sudut kecil yang tenang tempat meja teh dan keranjang nasi ketan dulu diletakkan setiap pagi. Pohon kapuk tua itu telah menikmati musim-musim bunganya yang merah cerah dan dengan tenang menyaksikan perubahan di tanah kelahiranku. Bunga pomelo putih bersih berterbangan di sepanjang jalan, dan ibuku yang lembut, dengan mantel wol berwarna aprikotnya, menikmati teh panas yang mengepul, masih membawa rasa samar musim dingin, musim semi, musim panas, dan musim-musim dalam diriku yang ia pelihara dan kembangkan, semuanya harum di bulan Maret yang manis.

[Majalah Elektronik]: Kehangatan Pergantian Musim

[Majalah Elektronik]: Kehangatan Pergantian Musim

Konten: Moc Nhien

Foto: Sumber internet

Grafis: Mai Huyen

Sumber: https://baothanhhoa.vn/e-magazine-hoi-am-giao-mua-282637.htm


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Para siswa sekolah dasar dari Distrik Lien Chieu, Da Nang (dahulu) memberikan bunga dan mengucapkan selamat kepada Miss International 2024 Huynh Thi Thanh Thuy.

Para siswa sekolah dasar dari Distrik Lien Chieu, Da Nang (dahulu) memberikan bunga dan mengucapkan selamat kepada Miss International 2024 Huynh Thi Thanh Thuy.

Keluargaku

Keluargaku

Matahari terbenam.

Matahari terbenam.