![]() |
| Guru Ho Khanh An selalu mencurahkan seluruh perhatian dan kasih sayangnya kepada murid-muridnya. |
Taburkan benih cinta melalui hal-hal sederhana.
Bapak Ho Khanh An (lahir tahun 1989), anggota kelompok etnis Co Tu, saat ini berprofesi sebagai guru pendidikan jasmani dan Ketua Persatuan Pemuda di Sekolah Dasar Thuong Lo, komune Khe Tre.
Di awal karier mengajarnya, guru tersebut memperhatikan bahwa banyak siswa yang tidak masuk sekolah secara teratur, atau datang ke kelas dalam keadaan lelah karena belum sarapan. Bagi anak-anak di dataran tinggi, sarapan terkadang merupakan kemewahan. Kurangnya sarapan ini sangat membuatnya sedih. Kemudian, sebuah pemikiran sederhana menjadi motivasinya: "Jika mereka sarapan dengan layak, mungkin mereka akan datang ke sekolah lebih teratur."
Pada bulan September 2020, program "Sarapan Cinta" resmi diluncurkan oleh guru Khanh An. Awalnya, setiap sajian hanya berharga sekitar 6.000 VND, jumlah yang kecil namun cukup untuk memberikan sarapan hangat kepada anak-anak sebelum berangkat sekolah. Ia dan rekan-rekannya di sekolah mengumpulkan uang untuk mempertahankan program tersebut.
“Di sini, petugas keamanan juga menjual sarapan di gerbang sekolah. Jadi saya memberi mereka daftar siswa yang berpartisipasi dalam program ini. Para siswa hanya perlu datang, menandai nama mereka di daftar, dan kemudian menerima sarapan mereka,” kata Bapak An.
Pendekatan ini sederhana dan efektif. Tidak ada uang yang diberikan, tidak diperlukan prosedur yang rumit, dan anak-anak dapat sarapan dengan nyaman, tanpa merasa malu.
Perjalanan menyebarkan kesadaran dan momen-momen hening yang membutuhkan dukungan.
Apa yang berawal sebagai inisiatif kecil di sekolah, "Sarapan Cinta," secara bertahap mendapatkan pengakuan luas. Seiring tersebarnya cerita, semakin banyak teman, kolega, dan dermawan yang bergabung untuk mendukungnya. Berkat ini, nilai setiap makanan meningkat menjadi 10.000 VND, memberikan pilihan yang lebih baik bagi anak-anak.
Rata-rata, program ini mendukung sekitar 20-30 siswa setiap tahun, terutama mereka yang berasal dari kelompok etnis minoritas. Hingga saat ini, lebih dari 150 anak telah merasakan manfaat dari sarapan sederhana namun bermakna ini.
Menurut Bapak Tran Binh, Kepala Sekolah SD Thuong Lo, program "Sarapan Kasih Sayang" tidak hanya memberikan dukungan praktis bagi siswa kurang mampu, tetapi juga menciptakan efek positif yang meluas di dalam sekolah.
“Pak Khanh An adalah guru yang sangat berdedikasi, selalu dekat dan peduli terhadap murid-muridnya. Selain pekerjaan profesionalnya, beliau secara teratur berpartisipasi dalam kegiatan amal, secara proaktif menjalin hubungan dengan para dermawan untuk mendukung siswa kurang mampu,” ujar Bapak Binh.
Yang membuat Pak An paling bahagia bukanlah berapa banyak makanan yang dibagikan, tetapi melihat lebih banyak siswa datang ke kelas setiap pagi, wajah mereka lebih cerah setelah makan makanan hangat.
Namun, perjalanan itu tidak selalu mulus. Pendanaan tidak stabil, dan ada kalanya program tersebut harus ditangguhkan sementara selama satu atau dua bulan. Selama masa-masa itu, Bapak An akan sibuk menghubungi dan menjalin kontak dengan orang lain untuk mempertahankan dukungan. Terkadang itu adalah teman-teman lama, terkadang juga para dermawan yang kebetulan mengetahui kisah tersebut di Sekolah Dasar Thuong Lo.
Tidak puas hanya dengan satu sekolah, Bapak An juga mendukung sekolah-sekolah lain di daerah tersebut ketika dimintai bantuan. “Saya berharap, dari model ini, guru-guru di sekolah lain dapat mengembangkan program serupa.” Begitulah cara program “Sarapan Kasih” menyebarkan pesannya – tidak hanya melalui makanan, tetapi juga melalui inspirasi dan semangat berbagi.
Sumber: https://huengaynay.vn/doi-song/bua-sang-yeu-thuong-tu-thay-giao-vung-cao-165802.html








Komentar (0)