Roket tersebut mencapai ketinggian rekor 124 meter. Proyek ini dipuji sebagai langkah besar menuju eksplorasi Mars di masa depan.
Penerbangan uji saat ini tidak berawak. Namun, Starship diharapkan menjadi sarana utama untuk mengangkut orang dan barang ke Mars di masa depan. Perusahaan SpaceX milik Elon Musk telah merencanakan agar pesawat ruang angkasa ini mampu membawa hingga 100 ton peralatan per penerbangan.
Dalam uji coba saat ini, tahap pertama roket diperkirakan akan mendarat di Teluk Meksiko. Starship sendiri akan mendarat di Samudra Hindia setelah menyelesaikan misinya. Tahap-tahap penyusun dianggap kunci untuk mengembangkan teknologi yang dapat digunakan kembali.
Para ahli percaya bahwa SpaceX bertaruh pada pengurangan biaya perjalanan luar angkasa. Dengan menggunakan kembali roket, perusahaan berharap dapat membuat penerbangan reguler ke Mars menjadi layak secara teknis dan finansial.

Salah satu gagasan paling ambisius dari proyek ini adalah mengembangkan sistem untuk memproduksi bahan bakar langsung di Mars. Diharapkan bahwa ekspedisi di masa depan akan mampu menghasilkan bahan bakar dari sumber daya lokal.
Hal ini akan memungkinkan pesawat ruang angkasa untuk kembali ke Bumi tanpa harus mengangkut cadangan bahan bakar dalam jumlah besar dari planet kita.
Elon Musk telah berulang kali menyatakan bahwa ia menganggap "kolonisasi" Mars sebagai misi terpenting untuk kelangsungan hidup umat manusia, percaya bahwa menciptakan pemukiman mandiri di planet lain akan memungkinkan peradaban untuk bertahan dari potensi bencana global di Bumi.
Menyusul peluncuran Starship terbaru, diskusi tentang masa depan perlombaan ruang angkasa kembali mencuat. Banyak yang menyebut proyek SpaceX sebagai awal dari era perjalanan antarplanet.
Sumber: https://giaoducthoidai.vn/elon-musk-da-doc-toan-luc-de-phong-ten-lua-manh-nhat-trong-lich-su-nuoc-my-post779005.html







Komentar (0)